Selasa, 03 Feb 2026 20:50 WIB

Diberdayakan Kemensos, Kerajinan Sandal Warga Kampung Bedeng Bisa Masuk ke Hotel

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Feb 2023 20:32 WIB

selalu.id - Sejalan dengan arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Sentra Mulya Jaya Jakarta menyelenggarakan pelatihan vokasional untuk warga Kampung Bedeng, Cempaka Putih Jakarta Pusat. Warga belajar menjahit dan diarahkan untuk memproduksi slipper atau sandal hotel.

Sentra tidak hanya berhenti pada bagaimana warga menguasai keterampilan menjahit. Namun lebih jauh, Sentra juga mengarahkan agar hasil karya warga bisa dipasarkan ke hotel.

Baca Juga: Kembalinya Risma

Proses penguasaan ketrampilan, menghasilkan karya, kemudian dilanjutkan dengan tahap komersialisasi, yakni menghubungkan hasil karya mereka dengan konsumen. "Semua rangkaian utuh ini merupakan arahan Mensos. tujuannya agar warga Kampung Bedeng menikmati kesejahteraan," kata Plt. Kasubag Tata Usaha, Latifah Ningrum mewakili Kepala Sentra Mulya Jaya Jakarta.

Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Koperasi Cempaka Sejahtera Berkemajuan (KCSB) yang merupakan koperasi warga Kampung Bedeng. Sentra Mulya Jaya memfasilitasi pelatihan bagi 21 peserta yang merupakan warga Kampung Bedeng di Sentra Mulya Jaya, Bambu Apus, Jakarta Timur.

"Sesuai arahan Bu Mensos, kita tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan tetapi juga kepada pemberdayaan sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Nantinya mereka akan memenuhi pesanan produk sandal hotel ini sampai 5.000 pasang dalam waktu satu bulan," kata Latifah.

Baca Juga: Breaking News! Risma Bakal Mundur dari Jabatan Mensos, Besok Menghadap Jokowi

Lewat Koperasi, warga Kampung Bedeng telah menerima pesanan produk sandal dari 8 hotel di Jakarta. Latifah optimistis, kuota 5.000 pasang sandal ini bisa diselesaikan warga Kampung Bedeng, dalam waktu satu bulan.

Pelatihan yang melibatkan instruktur dari Sentra Mulya Jaya Jakarta ini diisi dengan praktik dasar membuat pola hingga pembuatan sandal hotel. Selama pelatihan, warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapannya.

Baca Juga: Isi Chat WA Mensos Risma ke Putra Sulungnya Bikin Merinding

Hal ini diakui oleh Nisa, salah satu peserta yang mengungkapkan semangatnya mengikuti pelatihan ini. "Saya senang sekali bisa ikut belajar menjahit, saya jadi tahu menjahit yang benar itu seperti apa. Langsung dapat orderan juga dari hotel,” ujarnya.

Dengan pelatihan ini, Kemensos berharap kemampuan warga bisa menjadi modal usaha. Tentunya modal ini bisa menambah pendapatan warga Kampung Bedeng. (SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.