Rabu, 04 Nov 2026 05:27 WIB

Pemprov Jatim Meniadakan Upacara HUT RI ke-75, ASN Wajib Nonton di TV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Agu 2020 10:00 WIB
Paskibra saat proses pengibaran Merah Putih di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada tanggal 17 Agustus 2017 silam. Foto : Jay
Paskibra saat proses pengibaran Merah Putih di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada tanggal 17 Agustus 2017 silam. Foto : Jay

Surabaya (selalu.id) - Perayaan HUT RI ke-75 tahun ini masih diperingati dalam suasan pandemi Covid-19. Pemprov Jawa Timur pun memastikan hanya menggelar peringatan dengan upacara bendera di Gedung Negara Grahadi Surabaya tepat 17 Agustus 2020, lusa.

Baca Juga: Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

Sedianya, setiap tahun Pemprov Jatim menggelar upacara di seluruh jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Namum, tahun ini hal itu ditiadakan sebagai langkah antisipasi kerumunan massa yang berpotensi menjadi sumber penyebaran Covid-19.

Melalui surat edaran No 019/9487.3/033.3/2020 yang ditandatangani Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono menjelaskan peniadaan upacara HUT di masing-masing instasi atau OPD. Dalam surat itu, dijelaskan pula edaran dibuat berdasarkan surat Menteri Sekretaris Negara RI Nomor: B 492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020.

"Disampaikan dengan hormat bahwa kegiatan upacara peringatan HUT RI ke 75 Tahun 2020 hanya terpusat di satu tempat yakni di Gedung Negara Grahadi, Jl. Gubernur Suryo No.07, Surabaya. Untuk di masing masing instansi Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak melaksanakan Upacara HUT RI ke-75 dikarenakan masih pandemi Covid 19," kata Heru dikutip dari surat yang diterima selalu.id, Sabtu (15/8/2020).

Namun, untuk pelaksanaan upacara di Grahadi juga tetap dijalankan sesuai protokol Covid-19 dengan undangan terbatas. Bagi pejabat eselon III, IV, dan staf diwajibkan mengikuti upacara HUT RI ke 75 Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang ditayangkan stasiun televisi di tempat tinggal masing-masing.

Dari pantauan di Grahadi, Jumat (14/8/2020) sore kemarin, pesukan pengibar bendera (Paskibra) Merah Putih masih tetap berlatih di halaman Grahadi. Jumlahnya pun berkurang dari biasanya yang mencapai 70 orang Paskibra, kini hanya sekitar 17 orang saja.

Selain itu, penggunaan panggung di kuar Grahadi yang biasanya dibangun untuk ratusan siswa paduan suara juga ditiadakan. Dengan terbatasnya jumlah peserta upacara dan tamu undangan, tenda VIP yang biasanya digunakan di halaman Grahadi juga tidak lagi terpasang. (jay) Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.

Soal Kabar Penangkapan Jenderal Polisi, Ini Dugaan Pelanggarannya

Langkah penindakan senyap ini bergulir hanya berselang satu bulan setelah kepemimpinan Polri diserahterimakan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.