Kamis, 22 Okt 2026 12:05 WIB

Marak Penipuan Modus Siswa Kecelakaan di Surabaya, Begini Reaksi Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Feb 2023 20:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Marak penipuan dengan modus kecelakaan anak yang terjadi di Surabaya terhadap orang tua atau wali murid. Diketahui, penipuan tersebut terjadi di SMP Negeri 36 Surabaya.

Salah satu orang tua murid berisinial NH mengaku mendapatkan penipuan modus telepon yang mengaku dari sekolah. Kemudian, di dalam pembicaraan telepon penipu itu mengatakan anaknya kecelakaan dari tangga sekolah, hingga tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit. Alhasil, NH tertipu dan telah kehilangan uang Rp 84 Juta karena mentransfer kepada si penipu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau warganya untuk mewaspadai segala bentuk modus penipuan baik melalui telepon atau WhatsApp.

Eri mengatakan, bahwa kejahatan penipuan dengan modus telepon keluarga kecelakaan itu sudah lama. Untuk itu, ia meminta warga agar mengkroscek terlebih dahulu apabila menerima telepon yang mengabarkan ada keluarga kecelakaan.

"Misal kecelakaan, nanti biasanya ada yang telepon malam-malam. Kalau ada yang telepon cek dulu, ditanyakan rumah sakit mana," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (8/2/2023).

Menurutnya, modus telepon ada keluarga kecelakaan telah berulang kali dilakukan oleh pelaku kejahatan. Sebab itu, ia meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati berhati-hati ketika menerima telepon dari orang tak dikenal.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Kejadian ini sudah terjadi berulang kali. Kalau sudah berulang kali terjadi dengan modus yang sama, maka kalau kita kena, berarti kita yang kurang hati-hati," ujarnya.

Tak hanya telepon modus keluarga kecelakaan yang seringkali digunakan pelaku kejahatan, Eri menerangkan, modus penipuan yang mengaku pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga kerap dilakukan oleh pelaku kejahatan.

"Nanti juga sama, ketika ada pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) atau wali kota pasti ada telepon (penipuan) seperti itu. Herannya kok masih ada yang tertipu. Makanya saya berharap warga Surabaya mohon berhati-hati," terangnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Eri pun kembali mengimbau warga apabila mendapatkan telepon serupa agar dapat mengecek terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

Mulai dari di mana rumah sakit yang dikabarkan mengalami kecelakaan, hingga nomor telepon tenaga kesehatan atau dokter yang menangani.

"Kalau mereka tidak bilang rumah sakit mana, terus nomor ponsel dokternya masih tidak jelas, artinya kan tidak benar. Biasanya juga telepon itu pagi hari, bikin kita kaget. Makanya modus-modus seperti ini supaya lebih hati-hati, lebih dikuatkan lagi imannya biar tidak gampang dibohongi," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.