Jumat, 05 Jun 2026 11:26 WIB

PDIP Tegaskan Tak Ada Bantuan Hukum untuk Kader yang Terlibat Korupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Feb 2023 13:36 WIB
Ketua DPP PDIP Djarot saat di kantor DPD PDIP Jatim
Ketua DPP PDIP Djarot saat di kantor DPD PDIP Jatim

selalu.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menegaskan, partainya tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap kader maupun anggota yang terlibat dalam kasus korupsi.

Hal itu termasuk, terhadap Ketua DPRD Jatim atau mantan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi, jika terseret dalam proses hukum penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Dana Hibah dengan tersangka Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

"Tidak (partai tidak memberikan bantuan hukum),"kata Djarot, Minggu (5/2/2023).

Djarot menjelaskan, tidak diberinya bantuan hukum terhadap kader yang terlibat kasus korupsi lantaran tindakan tersebut dikategorikan tindakan individu.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, lanjut Djarot, selalu mengingatkan kepada seluruh anggota partai untuk menjauhi korupsi.

Disebutkan, seluruh kader PDIP telah mendapatkan pelatihan berupa sekolah antikorupsi hingga pengarahan khusus. Sehingga, mereka dianggap sudah memahami.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Itu sudah menjadi garis kebijakan, ibu Ketua Umum (Megawati) bahwa kita tak kurang-kurang untuk selalu mengingatkan bahwa tindakan itu adalah tindakan individu,"tegasnya.

Saat disinggung apakah pengunduran Kusnadi sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, karena merasa dirinya bakal menjadi tersangka?Djarot menjelaskan Kusnadi hanya berkonsentrasi menjalani proses pemeriksaan hukum terkait kasus Dana Hibah Jatim.

"Pak Kusnadi menyadari, bahwa beliau menghadapi satu proses hukum dan sudah dua kali dipanggil oleh KPK," terangnya.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Hal itu juga karena Kusnadi sebagai pejabat yang berkecimpung di partai. Sehingga, dirinya harus berkonsentrasi untuk menghadapi proses hukum itu.

"Daripada terpecah konsentrasinya, maka dengan kesadaran demi mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yaitu konsolidasi Pileg dan Pilpres, beliau mengundurkan diri,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.