Selasa, 21 Jul 2026 04:37 WIB

PDIP Tegaskan Tak Ada Bantuan Hukum untuk Kader yang Terlibat Korupsi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Feb 2023 13:36 WIB
Ketua DPP PDIP Djarot saat di kantor DPD PDIP Jatim
Ketua DPP PDIP Djarot saat di kantor DPD PDIP Jatim

selalu.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menegaskan, partainya tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap kader maupun anggota yang terlibat dalam kasus korupsi.

Hal itu termasuk, terhadap Ketua DPRD Jatim atau mantan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi, jika terseret dalam proses hukum penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Dana Hibah dengan tersangka Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak.

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

"Tidak (partai tidak memberikan bantuan hukum),"kata Djarot, Minggu (5/2/2023).

Djarot menjelaskan, tidak diberinya bantuan hukum terhadap kader yang terlibat kasus korupsi lantaran tindakan tersebut dikategorikan tindakan individu.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, lanjut Djarot, selalu mengingatkan kepada seluruh anggota partai untuk menjauhi korupsi.

Disebutkan, seluruh kader PDIP telah mendapatkan pelatihan berupa sekolah antikorupsi hingga pengarahan khusus. Sehingga, mereka dianggap sudah memahami.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Itu sudah menjadi garis kebijakan, ibu Ketua Umum (Megawati) bahwa kita tak kurang-kurang untuk selalu mengingatkan bahwa tindakan itu adalah tindakan individu,"tegasnya.

Saat disinggung apakah pengunduran Kusnadi sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, karena merasa dirinya bakal menjadi tersangka?Djarot menjelaskan Kusnadi hanya berkonsentrasi menjalani proses pemeriksaan hukum terkait kasus Dana Hibah Jatim.

"Pak Kusnadi menyadari, bahwa beliau menghadapi satu proses hukum dan sudah dua kali dipanggil oleh KPK," terangnya.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Hal itu juga karena Kusnadi sebagai pejabat yang berkecimpung di partai. Sehingga, dirinya harus berkonsentrasi untuk menghadapi proses hukum itu.

"Daripada terpecah konsentrasinya, maka dengan kesadaran demi mengedepankan kepentingan yang lebih besar, yaitu konsolidasi Pileg dan Pilpres, beliau mengundurkan diri,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.