Kamis, 04 Jun 2026 17:23 WIB

Ini Langkah Wali Kota Eri Tanggapi Isu Maraknya Penculikan Anak di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Feb 2023 10:39 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau setiap sekolah harus memastikan siswa-siswa pulang ke rumah dijemput dengan orangtuanya atau yang ditunjuk. Imbauan ini merujuk pada maraknya isu penculikan anak di Jawa Timur.

Eri mengatakan, meskipun isu tersebut sudah disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto adalah Hoaks, namun Eri mengaku harus waspada.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kapolda tadi sudah sampaikan isu (Penculikan anak) di Jawa Timur adalah hoaks. ini sama kaya geng motor, udah gak ada tapi dibilang ada, video yang lama malah diputar lagi. Akhirnya pak Kapolres turun cari siapa yang membuat dan ngeshare video tersebut,"kata Eri, Rabu (1/2/2023).

Lebih lanjut Eri menyebut bahwa Pemkot Surabaya juga telah mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk mengetahui siapa yang menjemput siswanya.

"Sebenarnya di sekolah sudah mengatakan, Tapi kan orangtua kadang gak bisa jemput karena dia bekerja. Makanya, harus tahu siapa yang menjemput, apakah pamannya, apakah tukang becak, atau orang yang dipercaya,"ujarnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Eri juga telah meminta kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk jangan membiarkan siswa-siswinya pulang seorang diri.

"Kemarin, saya sampaikan Kadispendik bisa gak lek kelas e cukup wayahe moleh jareno tetap disekolahnya. (Kalau kelasnya cukup saat pulang, dibiarkan dulu disekolah). Kan biasanya ada yang bisa nyusul baru dilepas oleh sekolah. Yang cilik (anak kecil) dikasih permen bisa di bohongi. Ini sebenarnya untuk mengantisipasi itu,"jelasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan seluruh kepala sekolah, untuk memberikan arahan pulang siswa-siswinya.

"Kemarin pertemuan sekolah mbak, sudah saya sampaikan, waktu anak-anak pulang di arahkan langsung pulang dan yang di antar jemput orangtua, di pastikan sudah di jemput,"pungkas Yusuf. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.