Selasa, 21 Jul 2026 01:28 WIB

Marak Informasi Penculikan Anak, DPRD Surabaya Imbau Pemkot Antisipasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Feb 2023 18:44 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - DPRD Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk membuat imbauan kepada setiap sekolah, maupun kepada orang tua wali murid untuk waspada terkait isu penculikan anak.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, akhir-akhir ini marak informasi penculikan anak di media sosial yang belum tentu ada kebenaranya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Khusnul pun mengaku juga mendapatkan informasi pesan grup Whatshaap dan menerima Voice suara, bahwa beredar berita penculikan anak yang terjadi di lembaga pendidikan. Terutama di Surabaya.

"Saya memastikan kebenaran, terutama bertanya ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Saat di kroscek, jadi sekolah (yang disebutkan penculikan anak) tidak ada nama yang dimaksudkan tersebut,"kata Khusnul, kepada selalu.id, Rabu (1/2/2023).

Meskipun begitu, Khusnul menghimbau kepada lembaga pendidikan ataupun masyarakat sekitar. Apabila, menemukan informasi tentang penculikan anak, segera dikonfirmasi dan dipertanyakan terlebih dahulu. Sehingga, berita hoaks tidak tersebar.

"Informasi penculikan anak saat ini (orangtua) dalam kondisi khawatir. Kita berharap dengan informasi yang belum ada kebenarannya itu kita berhati-hati. Waspada tetap dikedepankan,"ujarnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Tak hanya itu, Khusnul juga menyarankan kepada Dispendik Surabaya untuk membuat imbauan kepada sekolah-sekolah. Jika menemukan peristiwa penculikan anak, hendaknya, segera melaporkan.

"Jadi ada seperti hotline, yang bisa segera melaporkan, agar kejadian saat ini itu bisa dideteksi atau bisa ditanggulangi lebih awal,"terangnya.

Dengan begitu, hal ini bisa mendorong Pemkot Surabaya untuk memberi imbauan baik bersifat tertulis maupun kanal-kanal media sosial yang dimiliki oleh Pemkot, tentang adanya informasi penculikan anak yang terjadi.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Saya yakin tata tertib sekolah juga meminimalisir penculikan anak. Misalnya anak tak boleh pulang terlebih dahulu sebelum mereka dijemput atau ada yang menjemput. Dan orang tua segera konfirmasi kepada wali kelas bila yang menjemput terlambat,"jelasnya.

"Jadi di sekolah anak saya itu ada WA grup. Disitu jika ada orangtua yang terlambat, ada hambatan macet dan lain-lain. Artinya itu terinfo dan wali kelas memastikan anak itu posisinya di kelas. Tidak keluar dari sekolah. Walaupun dia bermain, dia hanya bermain di lingkungan sekolah,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.