Jumat, 04 Sep 2026 17:52 WIB

Marak Informasi Penculikan Anak, DPRD Surabaya Imbau Pemkot Antisipasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Feb 2023 18:44 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - DPRD Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk membuat imbauan kepada setiap sekolah, maupun kepada orang tua wali murid untuk waspada terkait isu penculikan anak.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, akhir-akhir ini marak informasi penculikan anak di media sosial yang belum tentu ada kebenaranya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Khusnul pun mengaku juga mendapatkan informasi pesan grup Whatshaap dan menerima Voice suara, bahwa beredar berita penculikan anak yang terjadi di lembaga pendidikan. Terutama di Surabaya.

"Saya memastikan kebenaran, terutama bertanya ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Saat di kroscek, jadi sekolah (yang disebutkan penculikan anak) tidak ada nama yang dimaksudkan tersebut,"kata Khusnul, kepada selalu.id, Rabu (1/2/2023).

Meskipun begitu, Khusnul menghimbau kepada lembaga pendidikan ataupun masyarakat sekitar. Apabila, menemukan informasi tentang penculikan anak, segera dikonfirmasi dan dipertanyakan terlebih dahulu. Sehingga, berita hoaks tidak tersebar.

"Informasi penculikan anak saat ini (orangtua) dalam kondisi khawatir. Kita berharap dengan informasi yang belum ada kebenarannya itu kita berhati-hati. Waspada tetap dikedepankan,"ujarnya.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Tak hanya itu, Khusnul juga menyarankan kepada Dispendik Surabaya untuk membuat imbauan kepada sekolah-sekolah. Jika menemukan peristiwa penculikan anak, hendaknya, segera melaporkan.

"Jadi ada seperti hotline, yang bisa segera melaporkan, agar kejadian saat ini itu bisa dideteksi atau bisa ditanggulangi lebih awal,"terangnya.

Dengan begitu, hal ini bisa mendorong Pemkot Surabaya untuk memberi imbauan baik bersifat tertulis maupun kanal-kanal media sosial yang dimiliki oleh Pemkot, tentang adanya informasi penculikan anak yang terjadi.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

"Saya yakin tata tertib sekolah juga meminimalisir penculikan anak. Misalnya anak tak boleh pulang terlebih dahulu sebelum mereka dijemput atau ada yang menjemput. Dan orang tua segera konfirmasi kepada wali kelas bila yang menjemput terlambat,"jelasnya.

"Jadi di sekolah anak saya itu ada WA grup. Disitu jika ada orangtua yang terlambat, ada hambatan macet dan lain-lain. Artinya itu terinfo dan wali kelas memastikan anak itu posisinya di kelas. Tidak keluar dari sekolah. Walaupun dia bermain, dia hanya bermain di lingkungan sekolah,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.