Senin, 02 Feb 2026 04:09 WIB

Marak Informasi Penculikan Anak, DPRD Surabaya Imbau Pemkot Antisipasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Feb 2023 18:44 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - DPRD Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk membuat imbauan kepada setiap sekolah, maupun kepada orang tua wali murid untuk waspada terkait isu penculikan anak.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, akhir-akhir ini marak informasi penculikan anak di media sosial yang belum tentu ada kebenaranya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Khusnul pun mengaku juga mendapatkan informasi pesan grup Whatshaap dan menerima Voice suara, bahwa beredar berita penculikan anak yang terjadi di lembaga pendidikan. Terutama di Surabaya.

"Saya memastikan kebenaran, terutama bertanya ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Saat di kroscek, jadi sekolah (yang disebutkan penculikan anak) tidak ada nama yang dimaksudkan tersebut,"kata Khusnul, kepada selalu.id, Rabu (1/2/2023).

Meskipun begitu, Khusnul menghimbau kepada lembaga pendidikan ataupun masyarakat sekitar. Apabila, menemukan informasi tentang penculikan anak, segera dikonfirmasi dan dipertanyakan terlebih dahulu. Sehingga, berita hoaks tidak tersebar.

"Informasi penculikan anak saat ini (orangtua) dalam kondisi khawatir. Kita berharap dengan informasi yang belum ada kebenarannya itu kita berhati-hati. Waspada tetap dikedepankan,"ujarnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Tak hanya itu, Khusnul juga menyarankan kepada Dispendik Surabaya untuk membuat imbauan kepada sekolah-sekolah. Jika menemukan peristiwa penculikan anak, hendaknya, segera melaporkan.

"Jadi ada seperti hotline, yang bisa segera melaporkan, agar kejadian saat ini itu bisa dideteksi atau bisa ditanggulangi lebih awal,"terangnya.

Dengan begitu, hal ini bisa mendorong Pemkot Surabaya untuk memberi imbauan baik bersifat tertulis maupun kanal-kanal media sosial yang dimiliki oleh Pemkot, tentang adanya informasi penculikan anak yang terjadi.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Saya yakin tata tertib sekolah juga meminimalisir penculikan anak. Misalnya anak tak boleh pulang terlebih dahulu sebelum mereka dijemput atau ada yang menjemput. Dan orang tua segera konfirmasi kepada wali kelas bila yang menjemput terlambat,"jelasnya.

"Jadi di sekolah anak saya itu ada WA grup. Disitu jika ada orangtua yang terlambat, ada hambatan macet dan lain-lain. Artinya itu terinfo dan wali kelas memastikan anak itu posisinya di kelas. Tidak keluar dari sekolah. Walaupun dia bermain, dia hanya bermain di lingkungan sekolah,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.