Senin, 02 Feb 2026 06:34 WIB

FDTS Sebut Suroboyo Bus Hanya Gimmick, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jan 2023 11:43 WIB
Suroboyo bus di Balai Kota Surabaya
Suroboyo bus di Balai Kota Surabaya

selalu.id - Forum Diskusi Transportasi Surabaya (FDTS) menyebut bahwa Transportasi publik di Surabaya masih belum menyediakan sarana dan prasarana yang baik dan memadai.

FDTS pun sempat berdiskusi dengan para pegiat transportasi publik yang digelar oleh lembaga kajian Urbaning Center for Urban Studies bertajuk Transportasi Publik Berkelanjutan. Diskusi itu juga bersama Dishub, DPRD Surabaya, Akademis, maupun para komunitas, pada Sabtu (28/1/2023) lalu.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Dari diskusi tersebut, anggota FDTS Iwan Iwe mengatakan, Pemerintah Kota ingin mengajak masyarakat untuk berpindah ke transportasi massal, tetapi persiapannya tidak matang. Apalagi, masyarakat disuruh mengakses serba digital jika naik transportasi publik.

Menurutnya, apabila ingin mengajak masyarakat berpindah ke transportasi publik. Seharusnya, bisa memudahkan mengakses. Ia menilai masyarakat sebagian tidak tahu dengan digital, sehingga tidak minat berpindah ke transportasi umum.

"Karena bagi yang ndak aware (peduli) digital ndak bisa, akhirnya ndak jadi naik. Suroboyo bus itu cuma ingin gimmick untuk habitat,"kata Iwan Iwe, Senin (30/1/2023).

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Iwan iwe menjelaskan, transportasi publik yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yakni bus Trans Jatim itu juga memudahkan masyarakat. Sebab, penumpang boleh membayar aplikasi atau dengan tunai.

"Trans jatim itu jelas menghubungkan Surabaya Sidoarjo atau Surabaya Sidoarjo ke Gresik. Bahkan, tahun ini ke Mojokerto dan lain-lain. Jadi boleh bayar aplikasi atau bisa bayar tunai,"jelasnya.

Harusnya persiapan Pemerintah Kota Surabaya untuk transportasi publik harus mengejar kemudahan akses terlebih dulu. Kemudian, perbanyak rute.

"Aku dari Graha Pena kesini ke (Gunung Anyar Surabaya) perlu 2 jam padahal harusnya 1 jam. butuhnya naik Suroboyo bus dan Trans Jatim. Kalau kesini ganti 3 kali. Surabaya lebih lama daripada aku dari Surabaya ke Sidoarjo,"jelasnya.

"Itu yang sering kita keluhkan. Masyarakat gak liat siapa yang operasikan. Taunya di Surabaya sudah ada layanan transportasi yang baik. Apalagi masyarakat datang bingung antara Trans Semanggi Surabaya dan Suroboyo Bus karena mirip,"lanjutnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Terkait puluhan Feeder yang akan di launching Pemkot Surabaya di bulan Februari 2023 nanti, Iwan Iwe mengaku pesimis dengan adanya feeder agar orang berpindah dengan transportasi publik.

"Pesimis aku. orang-orang yang ndak bisa aplikasi bisanya tunai gimana?. Setahun ini coba tunai nanti didik, tahun depan atau gimana lah yang penting masyarakat bisa menikmati dengan mudah,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.