Senin, 19 Okt 2026 11:29 WIB

Muncul Spanduk Tolak Arema di Surabaya Jelang Sidang Tragedi Kanjuruhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jan 2023 15:53 WIB
Spanduk penolakan kedatangan arema di Jalan Arjuno, Surabaya.
Spanduk penolakan kedatangan arema di Jalan Arjuno, Surabaya.

selalu.id - Muncul spanduk penolakan kedatangan Aremania Menjelang Sidang perdana tragedi Kanjuruhan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin (16/1/2023) mendatang. Spanduk tersebut terbentang di Jalan Arjuno, Surabaya.

Pantuan selalu.id, spanduk berwarna putih tersebut tampak ditali diantara dua pohon di tengah pembatas jalan. Diketahui, spanduk tersebut sudah terpasang sejak, Kamis (12/1/2023) kemarin. Spanduk tersebut bertuliskan "Tolak Aremania di Surabaya, by: Pembangkang".

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Humas PN Surabaya, Suparno mengatakan, terpasangnya spanduk tersebut merupakan perseteruan antara Bonek dengan Aremania yang memang sejak lama terjadi.

Spanduk itu, kata dia, juga merupakan peringatan agar Aremania tidak datang saat sidang Tragedi Kanjuruhan yang digelar perdana pada pekan depan.

Apabila nantinya mereka nekat, petugas bakal kesulitan melakukan pengamanan.

"Mungkin sudah dipasang spanduk dari Bonek, itu untuk mengantisipasi. Karena antara Bonek dengan Aremania ini bermusuhan sejak tahun 1960," kata Suparno, Jumat (13/1/2023).

Sementara itu, salah satu perwakilan Bonek, Husain Gozali menyampaikan, Bonek menolak kedatangan Aremania saat persidangan Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Gelar Pelatihan Jurnalistik, Asah Nalar Kritis Hadapi Hoaks

"Untuk menjaga kondusifitas kota Surabaya, kami menolak aremania datang ke Surabaya," kata pria yang akrab disapa Cak Conk ini.

Selain itu, Cak Conk menyebut jika penolakan tersebut lantaran tidak adanya permintaan maaf dari Aremania. Yakni terkait penyerangan rantis barracuda yang dinaiki pemain dan official Persebaya.

Diketahui, sejumlah Aremania sempat melempari kendaraan yang dinaiki pemain dan official Persebaya, usai pertandingan Arema FC kontra Bajul Ijo di Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022, lalu.

"Minta usut tuntas tapi suporternya mereka mana mau minta maaf dan mengakui kesalahannya? Mana yang diproses hukum suporternya? Mana yang lempar rantisnya Persebaya itu?," ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Meski demikian, Bonek masih mempersilahkan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang datang ke Surabaya, guna memberikan kesaksianya selama proses persidangan berlangsung.

"Kami menghormati proses pengadilan yang ditempati di Surabaya, memang ada saksi korban dari pihak keluarga, kita hormati. Monggo ae (silakan saja) datang asal enggak ada atribut yang provokasi," lanjutnya.

"Kalau keluarga korban itu kan haknya keluarga karena menjadi saksi korban dan lain-lain. Tapi kalau secara Aremania datang pasti ditolak teman-teman," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.