Senin, 20 Jul 2026 07:57 WIB

Muncul Spanduk Tolak Arema di Surabaya Jelang Sidang Tragedi Kanjuruhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jan 2023 15:53 WIB
Spanduk penolakan kedatangan arema di Jalan Arjuno, Surabaya.
Spanduk penolakan kedatangan arema di Jalan Arjuno, Surabaya.

selalu.id - Muncul spanduk penolakan kedatangan Aremania Menjelang Sidang perdana tragedi Kanjuruhan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin (16/1/2023) mendatang. Spanduk tersebut terbentang di Jalan Arjuno, Surabaya.

Pantuan selalu.id, spanduk berwarna putih tersebut tampak ditali diantara dua pohon di tengah pembatas jalan. Diketahui, spanduk tersebut sudah terpasang sejak, Kamis (12/1/2023) kemarin. Spanduk tersebut bertuliskan "Tolak Aremania di Surabaya, by: Pembangkang".

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Humas PN Surabaya, Suparno mengatakan, terpasangnya spanduk tersebut merupakan perseteruan antara Bonek dengan Aremania yang memang sejak lama terjadi.

Spanduk itu, kata dia, juga merupakan peringatan agar Aremania tidak datang saat sidang Tragedi Kanjuruhan yang digelar perdana pada pekan depan.

Apabila nantinya mereka nekat, petugas bakal kesulitan melakukan pengamanan.

"Mungkin sudah dipasang spanduk dari Bonek, itu untuk mengantisipasi. Karena antara Bonek dengan Aremania ini bermusuhan sejak tahun 1960," kata Suparno, Jumat (13/1/2023).

Sementara itu, salah satu perwakilan Bonek, Husain Gozali menyampaikan, Bonek menolak kedatangan Aremania saat persidangan Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Untuk menjaga kondusifitas kota Surabaya, kami menolak aremania datang ke Surabaya," kata pria yang akrab disapa Cak Conk ini.

Selain itu, Cak Conk menyebut jika penolakan tersebut lantaran tidak adanya permintaan maaf dari Aremania. Yakni terkait penyerangan rantis barracuda yang dinaiki pemain dan official Persebaya.

Diketahui, sejumlah Aremania sempat melempari kendaraan yang dinaiki pemain dan official Persebaya, usai pertandingan Arema FC kontra Bajul Ijo di Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022, lalu.

"Minta usut tuntas tapi suporternya mereka mana mau minta maaf dan mengakui kesalahannya? Mana yang diproses hukum suporternya? Mana yang lempar rantisnya Persebaya itu?," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Meski demikian, Bonek masih mempersilahkan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang datang ke Surabaya, guna memberikan kesaksianya selama proses persidangan berlangsung.

"Kami menghormati proses pengadilan yang ditempati di Surabaya, memang ada saksi korban dari pihak keluarga, kita hormati. Monggo ae (silakan saja) datang asal enggak ada atribut yang provokasi," lanjutnya.

"Kalau keluarga korban itu kan haknya keluarga karena menjadi saksi korban dan lain-lain. Tapi kalau secara Aremania datang pasti ditolak teman-teman," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.