Senin, 02 Feb 2026 06:20 WIB

Muncul Spanduk Tolak Arema di Surabaya Jelang Sidang Tragedi Kanjuruhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jan 2023 15:53 WIB
Spanduk penolakan kedatangan arema di Jalan Arjuno, Surabaya.
Spanduk penolakan kedatangan arema di Jalan Arjuno, Surabaya.

selalu.id - Muncul spanduk penolakan kedatangan Aremania Menjelang Sidang perdana tragedi Kanjuruhan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Senin (16/1/2023) mendatang. Spanduk tersebut terbentang di Jalan Arjuno, Surabaya.

Pantuan selalu.id, spanduk berwarna putih tersebut tampak ditali diantara dua pohon di tengah pembatas jalan. Diketahui, spanduk tersebut sudah terpasang sejak, Kamis (12/1/2023) kemarin. Spanduk tersebut bertuliskan "Tolak Aremania di Surabaya, by: Pembangkang".

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Humas PN Surabaya, Suparno mengatakan, terpasangnya spanduk tersebut merupakan perseteruan antara Bonek dengan Aremania yang memang sejak lama terjadi.

Spanduk itu, kata dia, juga merupakan peringatan agar Aremania tidak datang saat sidang Tragedi Kanjuruhan yang digelar perdana pada pekan depan.

Apabila nantinya mereka nekat, petugas bakal kesulitan melakukan pengamanan.

"Mungkin sudah dipasang spanduk dari Bonek, itu untuk mengantisipasi. Karena antara Bonek dengan Aremania ini bermusuhan sejak tahun 1960," kata Suparno, Jumat (13/1/2023).

Sementara itu, salah satu perwakilan Bonek, Husain Gozali menyampaikan, Bonek menolak kedatangan Aremania saat persidangan Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Untuk menjaga kondusifitas kota Surabaya, kami menolak aremania datang ke Surabaya," kata pria yang akrab disapa Cak Conk ini.

Selain itu, Cak Conk menyebut jika penolakan tersebut lantaran tidak adanya permintaan maaf dari Aremania. Yakni terkait penyerangan rantis barracuda yang dinaiki pemain dan official Persebaya.

Diketahui, sejumlah Aremania sempat melempari kendaraan yang dinaiki pemain dan official Persebaya, usai pertandingan Arema FC kontra Bajul Ijo di Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022, lalu.

"Minta usut tuntas tapi suporternya mereka mana mau minta maaf dan mengakui kesalahannya? Mana yang diproses hukum suporternya? Mana yang lempar rantisnya Persebaya itu?," ujarnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Meski demikian, Bonek masih mempersilahkan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang datang ke Surabaya, guna memberikan kesaksianya selama proses persidangan berlangsung.

"Kami menghormati proses pengadilan yang ditempati di Surabaya, memang ada saksi korban dari pihak keluarga, kita hormati. Monggo ae (silakan saja) datang asal enggak ada atribut yang provokasi," lanjutnya.

"Kalau keluarga korban itu kan haknya keluarga karena menjadi saksi korban dan lain-lain. Tapi kalau secara Aremania datang pasti ditolak teman-teman," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.