Kamis, 04 Jun 2026 05:54 WIB

Naikkan Tarif, PDAM Surabaya juga Gratiskan Pemakaian Air di Bawah 30 Meter Kubi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Jan 2023 00:33 WIB
Dirut PDAM,Arief Wisnu Cahyono
Dirut PDAM,Arief Wisnu Cahyono

selalu.id - PDAM Surya Sembada Surabaya menggratiskan penggunaan air rumah tangga dengan pemakaian dibawah 30 meter kubik. Hal itu sesuai harmonisasi atau kenaikan tarif baru yang telah berlaku sejak, Minggu (1/1/2023) lalu.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono mengatakan, penggratisan harus berkriteria yakni lebar jalan kurang dari 3 meter.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kemudian, daya listrik terpasang kArieg caring sing gaknhhurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari 45 meter persegi serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil kurang dari Rp 100 juta.

"Untuk penggunaan di atas 30 meter kubik dikenakan tarif Rp 2.600," kata Arief.

Arief menjelaskan, tarif baru ini akan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3. Hal itu untuk subsidinya lebih tepat sasaran.

Kata dia, setiap kelompok itu, tarifnya disesuaikan dengan beberapa klasifikasi, mulai lebar jalan di depan persil pelanggan, luas bangunan, penggunaan persil, pemakaian listrik (daya listrik terpasang), dan NJOP persil tersebut.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Klasifikasi yakni, pelanggan rumah tangga yang memiliki luas rumah (bangunan) dibawah atau sama dengan 45 meter persegi, lebar jalan 3 meter, daya listrik kurang dari 900 VA, dan NJOP kurang dari Rp 100 juta.

"Kalau dulu (tarif lama) dikenakan pemakaian diatas 20 meter kubik dikenakan biaya Rp 1.800, sekarang malah diatas 30 meter kubik menjadi Rp 2.600. Artinya, kenaikannya hanya sekitar 44 persen,”ungkapnya.

lebih lanjut Arief menjelaskan, sebenarnya kebutuhan dasar dalam pemakaian air adalah 10 meter kubik/bulan. Dimana adalah perusahaan yang melayani kebutuhan dasar penggunaan air.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Minimal di 10 meter kubik. Bahkan Pak Wali (Eri Cahyadi) meminta untuk rumah tangga tertentu, kebutuhan dasarnya kita cukupi sampai dengan 30 meter kubik dengan digratiskan," katanya.

Sebab itu, masyarakat Surabaya diharapkan memiliki kesadaran dalam menggunakan air. Pasalnya, selama ini masyarakat dinilai berlebihan dalam menggunakan air.

"Ketika masyarakat memakai di atas 30 meter kubik dimana itu sudah sangat di atas rata-rata nasional, saya anggap sebagai sesuatu yang boros, maka konsekuensinya harus membayar sesuai dengan harganya. Tetapi bicara pelayanan kita gratiskan untuk kelompok tertentu," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.