Jumat, 04 Sep 2026 14:16 WIB

BKKBN Jatim Sebut Pernikahan Dini Jadi Penghambat Penurunan Kasus Stunting

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Des 2022 15:33 WIB
Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan

selalu.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur, menyebut bahwa pernikahan dini menjadi penghambat penurunan angka stunting.

Tercatat, berdasarkan data Dispensasi Kawin Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Total jumlah perkara diterima 10.275 Kasus dan dikabulkan 9.863 Kasus atau 96 persen.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Koordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Sukamto menyebut bahwa wilayah dengan banyaknya kasus pernikahan dini di Jatim diimbangi dengan tingginya angka stunting.

"Data pernikahan dini dibandingkan dengan kabupaten yang stuntingnya tinggi kok ada relevan, artinya ada kaitannya, kalau nikah dini otomatis mental belum siap,fisik juga belum siap," kata Sukamto, Jumat (30/12/2022).

Sukamto menyebut, sebanyak 10 Kabupaten/Kota yang tertinggi pernikahan dininya yakni,
Jember 880 perkawinan, Malang 845 perkawinan, Kraksaan 770 perkawinan, Lumajang 566 perkawinan, Banyuwangi 563 perkawinan.

Kemudian, Bondowoso 471 perkawinan, Pasuruan 464 perkawinan, Bojonegoro 369 perkawinan, Situbondo 346 perkawinan dan. Kediri 346 perkawinan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Sementara, 10 daerah di Jawa Timur yang angka stuntingnya tertinggi adalah Bangkalan 38,9 persen, Pamekasan 38,7 persen, Bondowoso 37 persen, Lumajang 30,1 persen, Sumenep 29 persen, Kota Surabaya 28,9 persen, Mojokerto 27,4 persn, Malang 25,7 persen, Kota Malang 25,7 persen dan Nganjuk 25,3 persen.

Lebih lanjut Sukamto juga menyampaikan, berdasarkan data Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, disebutkan angka stunting Nasional 24,4 persen.

Sedangkan, lanjutnya, di Jawa Timur sebesar 23,5 persen. Pihaknya menarget tahun 2023 turun hingga 16,83 persen

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

"Tahun 2022, datanya belum keluar, hingga 2024 kita targetnya 13,51 persen," ujarnya.

Ia menilai,faktor tingginya angka stunting pertama karena kemiskinan, sanitasi, kesehatan, pendidikan dan air bersih. Fakotr itu menyumbang sekitar 70 persen.

"30 persennya spesifik apa yang ada langsung pada keluarga, satu karena calon pengantin yang usianya di bawah standart, ibu hamil, ibu menyusui yang kekuragn gizi, kemudian pengasuhan anak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Kebaikan Menghampiri, Tapi Ada Teman yang Iri

Ramalan seputar keuangan, karier dan jodoh, seluruh zodiak untuk hari ini juga diulas lengkap oleh astrotalk.