Selasa, 21 Jul 2026 04:42 WIB

BKKBN Jatim Sebut Pernikahan Dini Jadi Penghambat Penurunan Kasus Stunting

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Des 2022 15:33 WIB
Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan

selalu.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur, menyebut bahwa pernikahan dini menjadi penghambat penurunan angka stunting.

Tercatat, berdasarkan data Dispensasi Kawin Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Total jumlah perkara diterima 10.275 Kasus dan dikabulkan 9.863 Kasus atau 96 persen.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Koordinator Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Sukamto menyebut bahwa wilayah dengan banyaknya kasus pernikahan dini di Jatim diimbangi dengan tingginya angka stunting.

"Data pernikahan dini dibandingkan dengan kabupaten yang stuntingnya tinggi kok ada relevan, artinya ada kaitannya, kalau nikah dini otomatis mental belum siap,fisik juga belum siap," kata Sukamto, Jumat (30/12/2022).

Sukamto menyebut, sebanyak 10 Kabupaten/Kota yang tertinggi pernikahan dininya yakni,
Jember 880 perkawinan, Malang 845 perkawinan, Kraksaan 770 perkawinan, Lumajang 566 perkawinan, Banyuwangi 563 perkawinan.

Kemudian, Bondowoso 471 perkawinan, Pasuruan 464 perkawinan, Bojonegoro 369 perkawinan, Situbondo 346 perkawinan dan. Kediri 346 perkawinan.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Sementara, 10 daerah di Jawa Timur yang angka stuntingnya tertinggi adalah Bangkalan 38,9 persen, Pamekasan 38,7 persen, Bondowoso 37 persen, Lumajang 30,1 persen, Sumenep 29 persen, Kota Surabaya 28,9 persen, Mojokerto 27,4 persn, Malang 25,7 persen, Kota Malang 25,7 persen dan Nganjuk 25,3 persen.

Lebih lanjut Sukamto juga menyampaikan, berdasarkan data Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, disebutkan angka stunting Nasional 24,4 persen.

Sedangkan, lanjutnya, di Jawa Timur sebesar 23,5 persen. Pihaknya menarget tahun 2023 turun hingga 16,83 persen

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

"Tahun 2022, datanya belum keluar, hingga 2024 kita targetnya 13,51 persen," ujarnya.

Ia menilai,faktor tingginya angka stunting pertama karena kemiskinan, sanitasi, kesehatan, pendidikan dan air bersih. Fakotr itu menyumbang sekitar 70 persen.

"30 persennya spesifik apa yang ada langsung pada keluarga, satu karena calon pengantin yang usianya di bawah standart, ibu hamil, ibu menyusui yang kekuragn gizi, kemudian pengasuhan anak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.