Kamis, 04 Jun 2026 18:29 WIB

Meski Dilarang, Pedagang Terompet Tiup Mulai Bemunculan di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Des 2022 20:15 WIB
Salah satu pedagang terompet tiup di Surabaya
Salah satu pedagang terompet tiup di Surabaya

selalu.id - Meski ada pelarangan terompet tiup, namun banyak pedagang terompet bermunculan menjelang Tahun Baru di Surabaya. Diketahui Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) pelarangan terompet tiup terkait penularan virus Covid-19.

Pantauan selalu.id, pedagang terompet terlihat di kawasan Pasar Atom Surabaya. Herman, salah satu pedagang terompet tiup mengaku tidak mengetahui adanya pelarangan Pemkot untuk berjualan terompet tiup tersebut. Dirinya, hanya membantu menjualkan dari pengerajin terompet.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Tahun kemarin tidak ada sama sekali. Waktu (pandemi) Covid-19 tidak ada yang (boleh) jualan. Katanya ada kebebasan (tahun ini), akhirnya pak Yanto (pembuat terompet tiup) buat,"kata Herman, kepada selalu.id, Selasa (27/12/2022).

Meskipun begitu, Herman telah menjual terompet tiup tersebut sejak Senin (26/12/2022) kemarin. Bahkan, ada tiga hotel yang membeli puluhan terompet tiup jualannya.

"Ada yang borong tiga hotel, sekita 50-an terompet tiup, mungkin pas malam tahun barunya (banyak yang beli) kalau terompet," ujarnya.

Terkait ada pelarangan dari Pemkot Surabaya, Herman menuturkan hanya bergantung dengan aturan pemerintah.

"Kalau memang dilarang (terompet tiup) itu ya gimana lagi, sebenarnya kasihan tapi kan karena pemerintah (aturan) gitu ya mau apalagi,"tuturnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Terompet tiup yang dia jual terbuat dari bahan karton dilapisi dengan plastik warna warni. Satu terompet plus topi dijual seharga Rp 15 ribu.

Sementara itu penjual dagangan petasan dan terompet, Ova mengaku, dirinya menjual terompet tiup modern, terbuat dari plastik dengan harga yang berbeda tergantung ukuran.

"Terompet tiup yang tren sekarang (terompet plastik) ada lima macam suaranya bisa panjang dan pendek. Dengan harga Rp 15 ribu yang kecil dan Rp 20 ribu yang besar,"kata Ova.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Ova mengaku sudah mengetahui tentang pelarangan terompet dan petasan tanpa izin di Surabaya.

"Yang gak boleh kan petasan berukuran melebihi 2 inci. (Yang dibolehkan hanya dibawah 1,8 inci),"terangnya.

"Dilarang kan karena berbahaya, suaranya keras dan bikin kaget. Ini kan (saya jual) suaranya kecil, ndak kaget,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.