Senin, 02 Feb 2026 08:45 WIB

Ini Langkah Pemprov Jatim Atasi Kemiskinan Pascapandemi Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Des 2022 10:35 WIB
Acara Saresehan Kota Kreatif Tahun 2022 dengan tema 'Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif' di gedung Graha Wisata Pemprov Jatim
Acara Saresehan Kota Kreatif Tahun 2022 dengan tema 'Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif' di gedung Graha Wisata Pemprov Jatim

selalu.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyebut bahwa sejak adanya pandemi covid-19 lajur pertumbuhan ekonomi setiap daerah, terkait angka kemiskinan melonjak drastis.

Hal itu disampaikan oleh Sub Koor Pariwisata dan UMKM Bappeda Jatim, Nurareni Widi saat menggelar Saresehan Kota Kreatif Tahun 2022 dengan tema 'Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif' di gedung Graha Wisata Pemprov Jatim, pada Rabu (21/12/2022) kemarin.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

"Memang waktu pandemi ekonomi kita melemah, tapi Jawa Timur dapat bangkit lebih awal daripada daerah lainnya," ujar, Nurareni.

Nurareni menyampaikan, meskipun angka kemiskinan saat pandemi covid-19 terbilang cukup tinggi. Namun, Jatim mampu mengatasi hal tersebut.

Terbukti, saat ini Jatim tercatat paling banyak menurunkan angka kemiskinan.

"Selama pandemi covid-19, Jawa Timur mampu menurunkan angka kemiskinan paling banyak, capaian-capain itu yang perlu kita pertahankan," jelasnya.

Meski angka kemiskinan telah turun. Tetapi, Nurareni menerangkan, untuk membangkitkan perekonomian agar lebih cepat khususnya di Jawa Timur perlu adanya inovasi atau terobosan baru yang harus dilakukan misalnya, mengembangkan UMKM dan Kuliner.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Saat ini kita (pemprov Jatim) tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, karena semakin lama semakin berkurang. Kedepan Jatim harus mengembangkan ekonomi kreatif seperti produk-produk UMKM dan kuliner," tambahnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Ciputra Surabaya, Suryadi Kusniawan mengungkapkan, pelaku ekonomi kreatif di Jawa Timur kota Surabaya menempati posisi tertinggi dengan 21,29 persen.

"Sedangkan pada urutan ke dua disusul kota Malang dengan presentase 13,62 persen, dan untuk yang ketiga yakni, kabupaten Sidoarjo dengan presentase 7,37 persen," ungkapnya.

Ia menjelaskan, mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif muncul dengan adanya gagasan yang didasari pengetahuan serta keterampilan.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

"Ada kecanggungan terkait dengan ekraf (ekonomi kreatif) dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur. Ekraf sendiri adalah perwujudan nilai tambah dari suatu ide kekayaannya intelektual manusia yang berbasis pengetahuan dan teknologi," jelasnya.

Selain itu, kata dia, ekonomi kreatif harus memiliki konteks kebudayaan agar mempunyai ciri khas dan keunikan.

"Sehingga, bisa bersaing dengan lokalitas daerahnya yang mempunyai nilai atau suatu makna yang melekat," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.