Senin, 19 Okt 2026 12:21 WIB

Ini Langkah Pemprov Jatim Atasi Kemiskinan Pascapandemi Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Des 2022 10:35 WIB
Acara Saresehan Kota Kreatif Tahun 2022 dengan tema 'Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif' di gedung Graha Wisata Pemprov Jatim
Acara Saresehan Kota Kreatif Tahun 2022 dengan tema 'Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif' di gedung Graha Wisata Pemprov Jatim

selalu.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyebut bahwa sejak adanya pandemi covid-19 lajur pertumbuhan ekonomi setiap daerah, terkait angka kemiskinan melonjak drastis.

Hal itu disampaikan oleh Sub Koor Pariwisata dan UMKM Bappeda Jatim, Nurareni Widi saat menggelar Saresehan Kota Kreatif Tahun 2022 dengan tema 'Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif' di gedung Graha Wisata Pemprov Jatim, pada Rabu (21/12/2022) kemarin.

Baca Juga: Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

"Memang waktu pandemi ekonomi kita melemah, tapi Jawa Timur dapat bangkit lebih awal daripada daerah lainnya," ujar, Nurareni.

Nurareni menyampaikan, meskipun angka kemiskinan saat pandemi covid-19 terbilang cukup tinggi. Namun, Jatim mampu mengatasi hal tersebut.

Terbukti, saat ini Jatim tercatat paling banyak menurunkan angka kemiskinan.

"Selama pandemi covid-19, Jawa Timur mampu menurunkan angka kemiskinan paling banyak, capaian-capain itu yang perlu kita pertahankan," jelasnya.

Meski angka kemiskinan telah turun. Tetapi, Nurareni menerangkan, untuk membangkitkan perekonomian agar lebih cepat khususnya di Jawa Timur perlu adanya inovasi atau terobosan baru yang harus dilakukan misalnya, mengembangkan UMKM dan Kuliner.

Baca Juga: Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

"Saat ini kita (pemprov Jatim) tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, karena semakin lama semakin berkurang. Kedepan Jatim harus mengembangkan ekonomi kreatif seperti produk-produk UMKM dan kuliner," tambahnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Ciputra Surabaya, Suryadi Kusniawan mengungkapkan, pelaku ekonomi kreatif di Jawa Timur kota Surabaya menempati posisi tertinggi dengan 21,29 persen.

"Sedangkan pada urutan ke dua disusul kota Malang dengan presentase 13,62 persen, dan untuk yang ketiga yakni, kabupaten Sidoarjo dengan presentase 7,37 persen," ungkapnya.

Ia menjelaskan, mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif muncul dengan adanya gagasan yang didasari pengetahuan serta keterampilan.

Baca Juga: DPRD Jatim Sentil Pemprov, PPPK Paruh Waktu jangan Terus Digantung Nasibnya!

"Ada kecanggungan terkait dengan ekraf (ekonomi kreatif) dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur. Ekraf sendiri adalah perwujudan nilai tambah dari suatu ide kekayaannya intelektual manusia yang berbasis pengetahuan dan teknologi," jelasnya.

Selain itu, kata dia, ekonomi kreatif harus memiliki konteks kebudayaan agar mempunyai ciri khas dan keunikan.

"Sehingga, bisa bersaing dengan lokalitas daerahnya yang mempunyai nilai atau suatu makna yang melekat," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.