Pemkot Surabaya Pasang Ornamen Pohon Natal, Wali Kota Eri: Kita Ini Beragam
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 17 Des 2022 13:49 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya menghias jalanan kota dengan ornamen lampu-lampu berbentuk pohon natal. Ini dalam rangka menyambut hari raya umat Kristiani.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Hebi Agus Djuniantoro mengatakan, tahun 2022 ini, Pemkot Surabaya menghias ornamen-ornamen di jalan secara tematik.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Baru tahun ini, bapak Wali Kota Eri ingin Surabaya menjadi Pluralisme dan harus di fasilitasi. Jadi momennya bulan Desember, kita pasang tema Natal," kata Hebi.
Hebi menyampaikan, tak hanya untuk Natal saja. Namun untuk momen usai Natal, akan diganti dengan yang lain. Misal, momen Hari Raya Waisak pihaknya memasang ornamen khas Buddha, begitupun sebaliknya saat Hari Raya Idul Fitri.
"Karena memang kalau seperti itu menunjukkan Surabaya ini kerukunan umat beragama, suku dan rasnya bagus,"ungkapnya.
Pemasangan ornamen-ornamen lampu tersebut sejak Rabu (14/12/2022) lalu. Hebi menyebut, beberapa lokasi sudah selesai dalam waktu dua hari. Namun, beberapa tempat juga masih dipasang.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Yang pasang DLH, tempat usaha lain juga sama. Rumbai-rumbai natal, lampu-lampu pohon natal. Masih ada beberapa yang kurang hanya lampu saja,"tuturnya.
Terkait titik-titik yang akan di pasang ornamen natal tersebut, yakni di kawasan jalan-jalan Protokol, Balai Kota, Jalan Panglima Sudirman, Basuki Rahmat dan beberapa tempat lainnya di pusat Kota.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut bahwa Surabaya merupakan nomor ke 6 Kota toleransi dan nomor 1 di Jawa Timur.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Sehingga, Ia ingin menunjukkan kota Surabaya tak hanya suku Jawa saja. Namun, berbagai suku seperti NTT, Maluku, Minang dan lain-lain, serta dengan agama yang berbeda-beda pula.
Dengan memasang ornamen-ornamen hias di setiap momen, Eri menilai Surabaya akan menjadi indah dengan kehidupan yang beragam.
"Natal ya natal, pas waktu Budha ya kita rubah, waktu Hindu juga. Wayahe Islam gaeno ketupat, kan indah hidup ini. Kita ini beragam. Jadi saling melengkapi. Ini yang ingin saya bentuk, saya yakin ini bisa,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi