Senin, 02 Feb 2026 01:15 WIB

Polisi Sebut Gangster yang Menyerang di Surabaya Adalah Anggota Perguruan Silat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Des 2022 21:20 WIB
Ilustrasi kelompok pemuda bersenjata tajam
Ilustrasi kelompok pemuda bersenjata tajam

selalu.id - Kelompok pemuda yang sempat membuat kerusuhan dan menyerang kawasan Jalan Keputih, Jumat (2/12/2022) lalu, disebutkan bukan dari gengster, melainkan dari kelompok perguruan silat.

Kepolisian menyebut bahwa kelompok tersebut menyerang warung kopi (warkop) dan merusak kendaraan warga.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Sukolilo, Kompol M. Sholeh yang mengatakan sebanyak 12 pemuda telah ditangkap atas kejadian di Jalan Keputih tersebut.

Dari hasil pemeriksaan 12 pemuda tersebut ternyata semua terdaftar dari salah satu perguruan silat yang sama.

“Berhasil mengamankan gerombolan perusuh dan mengamankan 12 orang yang diduga pelaku kerusuhan,” kata Sholeh, Senin (5/12/2022).

Sholeh menjelaskan, belasan pelaku kerusuhan tersebut rata-rata berumur mulai dari 15 tahun hingga 26 tahun yang berasal dari Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Kata dia, kejadian tersebut bermula ketika anggota perguruan silat tersebut berkumpul di kawasan Jalan HR. Muhammad. Mereka pun kemudian melakukan konvoi.

"Sekitar 60 orang anggota perguruan silat berkumpul di HR. Muhammad, konvoi ke timur mengelilingi Jalan Dharmo, lanjut ke Merr, Keputih, ITS," jelasnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Puluhan pemuda itu berniat mencari anggota perguruan lain yang dianggap musuh di Jalan Keputih.

Bahkan, mereka merusak salah satu warung kopi lantaran dianggap sebagai tempat berkumpulnya kelompok yang dicari.

"Sesampai di daerah Keputih anggota perguruan sempat merusak Warkop Krewul di daerah Keputih, kemudian perguruan melanjutkan konvoi masuk ke dalam Kampus ITS Surabaya," ujarnya

Karena aksi puluhan pemuda tersebut, membuat warga sekitar geram. Hingga memutuskan untuk menutup akses jalan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Akhirnya, warga berhasil menangkap 12 pemuda anggota perguruan itu silat itu. Sholeh menyebut, sebagian oknum belasan pemuda itu diamankan di daerah kampus ITS dan sebagian di Jalan Kejawen.

"Mereka juga sempat dimassa warga," ucapnya.

Tak lama berselang, pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya penyerangan sekelompok pemuda. Mereka pun diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan.

"Barang bukti lima sepeda motor, lima unit handphone, dua ketapel, satu mercon, satu senjata tajam berbentuk gergaji, satu dompet dan lima buah kunci motor,"katanya.

Sholeh menyebut bahwa saat ini anggotanya tengah mencari para korban dalam insiden tersebut. Mereka bakal dimintai keterangan sebagai penguat penyidikan kasus penyerangan perguruan silat itu. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.