Minggu, 04 Okt 2026 14:34 WIB

Polisi Sebut Gangster yang Menyerang di Surabaya Adalah Anggota Perguruan Silat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Des 2022 21:20 WIB
Ilustrasi kelompok pemuda bersenjata tajam
Ilustrasi kelompok pemuda bersenjata tajam

selalu.id - Kelompok pemuda yang sempat membuat kerusuhan dan menyerang kawasan Jalan Keputih, Jumat (2/12/2022) lalu, disebutkan bukan dari gengster, melainkan dari kelompok perguruan silat.

Kepolisian menyebut bahwa kelompok tersebut menyerang warung kopi (warkop) dan merusak kendaraan warga.

Baca Juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Sukolilo, Kompol M. Sholeh yang mengatakan sebanyak 12 pemuda telah ditangkap atas kejadian di Jalan Keputih tersebut.

Dari hasil pemeriksaan 12 pemuda tersebut ternyata semua terdaftar dari salah satu perguruan silat yang sama.

“Berhasil mengamankan gerombolan perusuh dan mengamankan 12 orang yang diduga pelaku kerusuhan,” kata Sholeh, Senin (5/12/2022).

Sholeh menjelaskan, belasan pelaku kerusuhan tersebut rata-rata berumur mulai dari 15 tahun hingga 26 tahun yang berasal dari Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Kata dia, kejadian tersebut bermula ketika anggota perguruan silat tersebut berkumpul di kawasan Jalan HR. Muhammad. Mereka pun kemudian melakukan konvoi.

"Sekitar 60 orang anggota perguruan silat berkumpul di HR. Muhammad, konvoi ke timur mengelilingi Jalan Dharmo, lanjut ke Merr, Keputih, ITS," jelasnya.

Baca Juga: ASN Mulai Bertugas di Balai RW, Pemkot Surabaya Perkuat Sosialisasi

Puluhan pemuda itu berniat mencari anggota perguruan lain yang dianggap musuh di Jalan Keputih.

Bahkan, mereka merusak salah satu warung kopi lantaran dianggap sebagai tempat berkumpulnya kelompok yang dicari.

"Sesampai di daerah Keputih anggota perguruan sempat merusak Warkop Krewul di daerah Keputih, kemudian perguruan melanjutkan konvoi masuk ke dalam Kampus ITS Surabaya," ujarnya

Karena aksi puluhan pemuda tersebut, membuat warga sekitar geram. Hingga memutuskan untuk menutup akses jalan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Warga Nginden Masuk Desil 9 Wadul ke Anggota DPRD Surabaya Anas Karno

Akhirnya, warga berhasil menangkap 12 pemuda anggota perguruan itu silat itu. Sholeh menyebut, sebagian oknum belasan pemuda itu diamankan di daerah kampus ITS dan sebagian di Jalan Kejawen.

"Mereka juga sempat dimassa warga," ucapnya.

Tak lama berselang, pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya penyerangan sekelompok pemuda. Mereka pun diamankan dan langsung dibawa ke Polsek Sukolilo untuk dimintai keterangan.

"Barang bukti lima sepeda motor, lima unit handphone, dua ketapel, satu mercon, satu senjata tajam berbentuk gergaji, satu dompet dan lima buah kunci motor,"katanya.

Sholeh menyebut bahwa saat ini anggotanya tengah mencari para korban dalam insiden tersebut. Mereka bakal dimintai keterangan sebagai penguat penyidikan kasus penyerangan perguruan silat itu. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Bersih-bersih ASN Nakal, Ada Petugas LH hingga Lurah

Inspektorat saat ini masih mendalami kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.

Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026.

Pelajar SMK di Pasuruan Dibunuh Paman Sendiri Gegara Kalah Judi Online 

Peristiwa bermula pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, tersangka meminta korban menjemputnya di wilayah Sukorejo.

Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

IR justru menghubungi call center 110 untuk melaporkan perbuatannya ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung menelusuri lokasi penelepon.

Data Desil Masih Jadi Keluhan Warga Surabaya, Anggota DPRD: Perlu Validitas 

Validitas data Desil sangat penting karena berdampak langsung pada akses warga terhadap program pemerintah.

Profil & Karir Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Perwira tinggi kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, ini menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.