Minggu, 01 Nov 2026 15:38 WIB

Direktur RSUD Soewandhie Akui Ada Kelemahan di Elektronik Rekam Medis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Nov 2022 19:00 WIB
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh

selalu.id - Direktur RSUD dr Soewandhi mengakui adanya kelemahan administrasi rekam medis yang membuat Wali Kota Surabaya marah lantaran dianggap menelantarkan pasien.

Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan pihaknya mempunyai kelemahan terkait Elektronik Rekam Medis (ERM) Sehingga, sering menyebabkan keterlambatan.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Memang kelemahan kita itu di ERM, mestinya sudah E (Elektronik atau digital)tapi kita belum sampai kesitu (masih manual). Jadi, status tadi itu namanya rekam medis. Itu keterlambatan itu macam-macam penyebabnya," kata dr Billy, kepada awak media, Senin (28/11/2022).

Sehingga, pelayanan manual tersebut menyebabkan antrean pasien luput karena berkas rekam medisnya terselip. dr Billy menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki masalah tersebut.

"Kalau jalan keluarnya sudah tau. Kita akan siapkan status baru, dengan catatan medis sudah di ERM dia. Nanti akan kita bikin,"jelasnya.

"Aku tuh sudah tahu pasien besok itu berapa, aku sudah tahu. Yang dimaksud Pak Eri, hari ini tak siapkan statusnya, berkasnya sudah tak siapkan,"lanjutnya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Billy menyebut, sebanyak 15 tenaga dokter yang ada di RS Soewandhie. Pihaknya pun telah mengevaluasi terhitung 60 persen pasien tidak datang.

"Kita evaluasi. Pak Eri kan bilang seminggu (diperbaiki) besok, hari ini kita siapkan,"jelasnya.

Lebih lanjut dr Billy menjelaskan, laporan seorang ibu terhadap Wali Kota Eri yang datang pagi hingga siang dilayani. Karena ibu tersebut kelamaan datang.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

RSUD dr Soewandhi, lanjut Billy, berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan antrean pasien. Sehingga, pasien datang harus sesuai jadwal dan diberikan pelayanan 7 menit.

"Dia antreannya ga boleh lebih dari 7 menit. Problemnya itu kan kita mesti tahu harusnya. Pasien yang datang terlambat, kita juga harus menghukum pasien dengan memundurkan dia,Kadang hal seperti itu tidak terungkapkan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.