Kamis, 17 Sep 2026 02:19 WIB

Direktur RSUD Soewandhie Akui Ada Kelemahan di Elektronik Rekam Medis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Nov 2022 19:00 WIB
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh

selalu.id - Direktur RSUD dr Soewandhi mengakui adanya kelemahan administrasi rekam medis yang membuat Wali Kota Surabaya marah lantaran dianggap menelantarkan pasien.

Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan pihaknya mempunyai kelemahan terkait Elektronik Rekam Medis (ERM) Sehingga, sering menyebabkan keterlambatan.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

"Memang kelemahan kita itu di ERM, mestinya sudah E (Elektronik atau digital)tapi kita belum sampai kesitu (masih manual). Jadi, status tadi itu namanya rekam medis. Itu keterlambatan itu macam-macam penyebabnya," kata dr Billy, kepada awak media, Senin (28/11/2022).

Sehingga, pelayanan manual tersebut menyebabkan antrean pasien luput karena berkas rekam medisnya terselip. dr Billy menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki masalah tersebut.

"Kalau jalan keluarnya sudah tau. Kita akan siapkan status baru, dengan catatan medis sudah di ERM dia. Nanti akan kita bikin,"jelasnya.

"Aku tuh sudah tahu pasien besok itu berapa, aku sudah tahu. Yang dimaksud Pak Eri, hari ini tak siapkan statusnya, berkasnya sudah tak siapkan,"lanjutnya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Billy menyebut, sebanyak 15 tenaga dokter yang ada di RS Soewandhie. Pihaknya pun telah mengevaluasi terhitung 60 persen pasien tidak datang.

"Kita evaluasi. Pak Eri kan bilang seminggu (diperbaiki) besok, hari ini kita siapkan,"jelasnya.

Lebih lanjut dr Billy menjelaskan, laporan seorang ibu terhadap Wali Kota Eri yang datang pagi hingga siang dilayani. Karena ibu tersebut kelamaan datang.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

RSUD dr Soewandhi, lanjut Billy, berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan antrean pasien. Sehingga, pasien datang harus sesuai jadwal dan diberikan pelayanan 7 menit.

"Dia antreannya ga boleh lebih dari 7 menit. Problemnya itu kan kita mesti tahu harusnya. Pasien yang datang terlambat, kita juga harus menghukum pasien dengan memundurkan dia,Kadang hal seperti itu tidak terungkapkan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.