Senin, 02 Feb 2026 05:53 WIB

Direktur RSUD Soewandhie Akui Ada Kelemahan di Elektronik Rekam Medis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Nov 2022 19:00 WIB
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh
Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh

selalu.id - Direktur RSUD dr Soewandhi mengakui adanya kelemahan administrasi rekam medis yang membuat Wali Kota Surabaya marah lantaran dianggap menelantarkan pasien.

Direktur RSUD Soewandhi dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan pihaknya mempunyai kelemahan terkait Elektronik Rekam Medis (ERM) Sehingga, sering menyebabkan keterlambatan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Memang kelemahan kita itu di ERM, mestinya sudah E (Elektronik atau digital)tapi kita belum sampai kesitu (masih manual). Jadi, status tadi itu namanya rekam medis. Itu keterlambatan itu macam-macam penyebabnya," kata dr Billy, kepada awak media, Senin (28/11/2022).

Sehingga, pelayanan manual tersebut menyebabkan antrean pasien luput karena berkas rekam medisnya terselip. dr Billy menjelaskan, pihaknya akan memperbaiki masalah tersebut.

"Kalau jalan keluarnya sudah tau. Kita akan siapkan status baru, dengan catatan medis sudah di ERM dia. Nanti akan kita bikin,"jelasnya.

"Aku tuh sudah tahu pasien besok itu berapa, aku sudah tahu. Yang dimaksud Pak Eri, hari ini tak siapkan statusnya, berkasnya sudah tak siapkan,"lanjutnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Billy menyebut, sebanyak 15 tenaga dokter yang ada di RS Soewandhie. Pihaknya pun telah mengevaluasi terhitung 60 persen pasien tidak datang.

"Kita evaluasi. Pak Eri kan bilang seminggu (diperbaiki) besok, hari ini kita siapkan,"jelasnya.

Lebih lanjut dr Billy menjelaskan, laporan seorang ibu terhadap Wali Kota Eri yang datang pagi hingga siang dilayani. Karena ibu tersebut kelamaan datang.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

RSUD dr Soewandhi, lanjut Billy, berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan antrean pasien. Sehingga, pasien datang harus sesuai jadwal dan diberikan pelayanan 7 menit.

"Dia antreannya ga boleh lebih dari 7 menit. Problemnya itu kan kita mesti tahu harusnya. Pasien yang datang terlambat, kita juga harus menghukum pasien dengan memundurkan dia,Kadang hal seperti itu tidak terungkapkan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.