Senin, 02 Feb 2026 06:40 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Surabaya Didominasi Bullying

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Nov 2022 17:48 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak
Ilustrasi kekerasan terhadap anak

selalu.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menyebut sebanyak lebih dari 50 kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Kota Surabaya sejak Januari 2022.

"Data yang kami miliki sejak bulan Januari sampai sekarang, pelaporan tentang kasus anak antara 6 sampai 7 kasus,"kata Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Syaiful mengatakan, sebanyak 7 kasus tersebut terkait masalah tentang bullying, penelantaran anak dan pelecehan seksual. Namun, Ia menyebut rata-rata kasus tersebut didominasi kasus bullying.

Kata dia, kasus tersebut sering tejadi di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Mulai SD, SMP, hingga SMA.

"Laporan ini didominasi memang adanya bullying sampai ada bunuh diri dan lain-lain,"ujarnya.

Menurutnya, permasalahan pada kasus-kasus ini disebabkan karena dampak usai masa pandemi Covid-19 yang mana anak-anak terbatas bergerak hanya di rumah saja.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kemudian, setelah masuk sekolah dengan tatap muka, anak-anak ini belum ada kesiapan mental. Terlebih lagi, mereka dibebani dengan tekanan masalah pelajaran.

"Yang tadi (Siswi yang melompat dari gedung sekolah SMPN Surabaya itu) dan lain-lain menjadi pemikiran kita bahwa persiapan pendampingan orangtua itu memang dibutuhkan dalam kesiapan anak,"ungkapnya.

"Belum lagi ditambah dengan kasus di rumah tangga itu sendiri. Jadi sehingga anak menjadi pelampiasan menjadi korban terhadap apa yang terjadi (emosi) dikeluarkan,"lanjutnya.

Terkait Surabaya yang disebut Kota Layak Anak (KLA), Syaiful menjelaskan, yang menjadi peran penting terhadap anak yakni semua lini masyarakat.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Jadi kota layak anak atau ramah anak itu sebuah pelabelan yang tentunya prestise untuk pemerintah apapun stakholder,"jelas Syaiful yang juga pelaksana SPT Sekjen Komnas Anak Jatim.

Sebab itu, Ia menilai peran masyarakat sangat penting mulai tingkat RT,RW hingga ke Dinas-Dinas Pemkot Surabaya yang terkait. Hal itu perlu kerjasama dengan lintas sektor lain.

"Surabaya disebut kota layak anak atau ramah anak? Itu dikembalikan lagi dari sisi mana. Peran masyarkat sendiri sangat dominan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.