Selasa, 21 Jul 2026 19:59 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Surabaya Didominasi Bullying

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Nov 2022 17:48 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak
Ilustrasi kekerasan terhadap anak

selalu.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menyebut sebanyak lebih dari 50 kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Kota Surabaya sejak Januari 2022.

"Data yang kami miliki sejak bulan Januari sampai sekarang, pelaporan tentang kasus anak antara 6 sampai 7 kasus,"kata Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Syaiful mengatakan, sebanyak 7 kasus tersebut terkait masalah tentang bullying, penelantaran anak dan pelecehan seksual. Namun, Ia menyebut rata-rata kasus tersebut didominasi kasus bullying.

Kata dia, kasus tersebut sering tejadi di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Mulai SD, SMP, hingga SMA.

"Laporan ini didominasi memang adanya bullying sampai ada bunuh diri dan lain-lain,"ujarnya.

Menurutnya, permasalahan pada kasus-kasus ini disebabkan karena dampak usai masa pandemi Covid-19 yang mana anak-anak terbatas bergerak hanya di rumah saja.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kemudian, setelah masuk sekolah dengan tatap muka, anak-anak ini belum ada kesiapan mental. Terlebih lagi, mereka dibebani dengan tekanan masalah pelajaran.

"Yang tadi (Siswi yang melompat dari gedung sekolah SMPN Surabaya itu) dan lain-lain menjadi pemikiran kita bahwa persiapan pendampingan orangtua itu memang dibutuhkan dalam kesiapan anak,"ungkapnya.

"Belum lagi ditambah dengan kasus di rumah tangga itu sendiri. Jadi sehingga anak menjadi pelampiasan menjadi korban terhadap apa yang terjadi (emosi) dikeluarkan,"lanjutnya.

Terkait Surabaya yang disebut Kota Layak Anak (KLA), Syaiful menjelaskan, yang menjadi peran penting terhadap anak yakni semua lini masyarakat.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Jadi kota layak anak atau ramah anak itu sebuah pelabelan yang tentunya prestise untuk pemerintah apapun stakholder,"jelas Syaiful yang juga pelaksana SPT Sekjen Komnas Anak Jatim.

Sebab itu, Ia menilai peran masyarakat sangat penting mulai tingkat RT,RW hingga ke Dinas-Dinas Pemkot Surabaya yang terkait. Hal itu perlu kerjasama dengan lintas sektor lain.

"Surabaya disebut kota layak anak atau ramah anak? Itu dikembalikan lagi dari sisi mana. Peran masyarkat sendiri sangat dominan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.