Kamis, 17 Sep 2026 12:24 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Surabaya Didominasi Bullying

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Nov 2022 17:48 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak
Ilustrasi kekerasan terhadap anak

selalu.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menyebut sebanyak lebih dari 50 kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Kota Surabaya sejak Januari 2022.

"Data yang kami miliki sejak bulan Januari sampai sekarang, pelaporan tentang kasus anak antara 6 sampai 7 kasus,"kata Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Syaiful mengatakan, sebanyak 7 kasus tersebut terkait masalah tentang bullying, penelantaran anak dan pelecehan seksual. Namun, Ia menyebut rata-rata kasus tersebut didominasi kasus bullying.

Kata dia, kasus tersebut sering tejadi di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Mulai SD, SMP, hingga SMA.

"Laporan ini didominasi memang adanya bullying sampai ada bunuh diri dan lain-lain,"ujarnya.

Menurutnya, permasalahan pada kasus-kasus ini disebabkan karena dampak usai masa pandemi Covid-19 yang mana anak-anak terbatas bergerak hanya di rumah saja.

Baca Juga: Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Kemudian, setelah masuk sekolah dengan tatap muka, anak-anak ini belum ada kesiapan mental. Terlebih lagi, mereka dibebani dengan tekanan masalah pelajaran.

"Yang tadi (Siswi yang melompat dari gedung sekolah SMPN Surabaya itu) dan lain-lain menjadi pemikiran kita bahwa persiapan pendampingan orangtua itu memang dibutuhkan dalam kesiapan anak,"ungkapnya.

"Belum lagi ditambah dengan kasus di rumah tangga itu sendiri. Jadi sehingga anak menjadi pelampiasan menjadi korban terhadap apa yang terjadi (emosi) dikeluarkan,"lanjutnya.

Terkait Surabaya yang disebut Kota Layak Anak (KLA), Syaiful menjelaskan, yang menjadi peran penting terhadap anak yakni semua lini masyarakat.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

"Jadi kota layak anak atau ramah anak itu sebuah pelabelan yang tentunya prestise untuk pemerintah apapun stakholder,"jelas Syaiful yang juga pelaksana SPT Sekjen Komnas Anak Jatim.

Sebab itu, Ia menilai peran masyarakat sangat penting mulai tingkat RT,RW hingga ke Dinas-Dinas Pemkot Surabaya yang terkait. Hal itu perlu kerjasama dengan lintas sektor lain.

"Surabaya disebut kota layak anak atau ramah anak? Itu dikembalikan lagi dari sisi mana. Peran masyarkat sendiri sangat dominan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Kecelakaan Dua Motor di Mojokerto, Satu Pemotor asal Jombang Tewas

Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dan penyebab pasti tabrakan dua sepeda motor tersebut.

Hasil Carabao Cup: Man United Angkat Koper, Kena Comeback Brighton

Brighton mampu comeback 2-3 dan MU harus angkat koper dari ajang Carabao Cup 2026/2026 di hadapan pendukungnya sendiri.

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.