Senin, 02 Nov 2026 13:24 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Surabaya Didominasi Bullying

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Nov 2022 17:48 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak
Ilustrasi kekerasan terhadap anak

selalu.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menyebut sebanyak lebih dari 50 kasus kekerasan pada anak yang terjadi di Kota Surabaya sejak Januari 2022.

"Data yang kami miliki sejak bulan Januari sampai sekarang, pelaporan tentang kasus anak antara 6 sampai 7 kasus,"kata Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (26/11/2022).

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Syaiful mengatakan, sebanyak 7 kasus tersebut terkait masalah tentang bullying, penelantaran anak dan pelecehan seksual. Namun, Ia menyebut rata-rata kasus tersebut didominasi kasus bullying.

Kata dia, kasus tersebut sering tejadi di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Surabaya. Mulai SD, SMP, hingga SMA.

"Laporan ini didominasi memang adanya bullying sampai ada bunuh diri dan lain-lain,"ujarnya.

Menurutnya, permasalahan pada kasus-kasus ini disebabkan karena dampak usai masa pandemi Covid-19 yang mana anak-anak terbatas bergerak hanya di rumah saja.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Kemudian, setelah masuk sekolah dengan tatap muka, anak-anak ini belum ada kesiapan mental. Terlebih lagi, mereka dibebani dengan tekanan masalah pelajaran.

"Yang tadi (Siswi yang melompat dari gedung sekolah SMPN Surabaya itu) dan lain-lain menjadi pemikiran kita bahwa persiapan pendampingan orangtua itu memang dibutuhkan dalam kesiapan anak,"ungkapnya.

"Belum lagi ditambah dengan kasus di rumah tangga itu sendiri. Jadi sehingga anak menjadi pelampiasan menjadi korban terhadap apa yang terjadi (emosi) dikeluarkan,"lanjutnya.

Terkait Surabaya yang disebut Kota Layak Anak (KLA), Syaiful menjelaskan, yang menjadi peran penting terhadap anak yakni semua lini masyarakat.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

"Jadi kota layak anak atau ramah anak itu sebuah pelabelan yang tentunya prestise untuk pemerintah apapun stakholder,"jelas Syaiful yang juga pelaksana SPT Sekjen Komnas Anak Jatim.

Sebab itu, Ia menilai peran masyarakat sangat penting mulai tingkat RT,RW hingga ke Dinas-Dinas Pemkot Surabaya yang terkait. Hal itu perlu kerjasama dengan lintas sektor lain.

"Surabaya disebut kota layak anak atau ramah anak? Itu dikembalikan lagi dari sisi mana. Peran masyarkat sendiri sangat dominan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.

Hasil Liga Italia: Juventus Bungkam Napoli 2-0, Alajbegovic Tampil Apik

Kebuntuan baru pecah di menit ke-70. Kerim Alajbegovic jadi pahlawan Juventus setelah menuntaskan umpan dari Edon Zhegrova.

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.