Sabtu, 06 Jun 2026 16:53 WIB

Tidak Semua Warga MBR Surabaya Dapat Bantuan, Ini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Nov 2022 13:51 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklasifikasi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini dimaksudkan untuk pemetaan terhadap keluarga miskin tepat sasaran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, warga harus memahami, masih banyak pemikiran masyarakat bahwa warga bisa mendapat bantuan dari Pemkot jika masuk dalam kategori MBR.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Pemkot Surabaya pun membagi kategori MBR tersebut dengan indikator keluarga miskin dan pra miskin. Dengan begitu, bantuan warga miskin tepat sasaran.

"Tidak seperti sekarang yang due (punya) motor atau mobil mlebu (masuk) keluarga miskin, nanti ditujukan kepada warganya, pantaslah wong iki nerimo (menerima)?," kata Eri, Selasa (22/11/2022).

Eri menjelaksan apabila keluarga miskin memiliki aset. Misal, mempunyai kendaraan motor artinya mereka tidak masuk kategori miskin.

"Keluarga miskin adalah orang yang meminta penghasilan, karena penghasilan untuk makan saja tidak bisa,"ungkapnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Tapi kalau dia penghasilan untuk cicil motor, berarti dia masuk keluarga pra miskin, dia sudah sejahtera tapi masih dalam kategori pra miskin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin menjelaskan bahwa MBR adalah Masyarakat berpenghasilan rendah yang diambil dari 40 persen tingkat kesejahteraan yang paling rendah.

"40 persen itu dari total seluruh warga penduduk Surabaya. Tapi keluarga miskin, indikatornya mengikuti garis kemiskinan BPS pengeluaran per kapita Riil kalau Surabaya," kata Anna.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Lebih lanjut Anna menjelaskan bahwa MBR itu belum tentu masuk keluarga miskin. Namun, lanjutnya, warga yang tidak masuk keluarga miskin tetap mendapatkan intervensi dari Pemkot Surabaya.

"Sesuai dengan jenis kebutuhannya (diberikan Intervensi) Jadi tidak total semuanya. Intervensi tetap diberikan. Tidak dicabut, Kebutuhannya jika pekerja, kita berikan dia pekerjaan,"terangnya.

"Keluarga miskin intervensi paketnya lengkap. Non miskin diluar data miskin mereka diberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan masukan kategori pra miskin,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

pPristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.