Jumat, 05 Jun 2026 16:23 WIB

Tidak Semua Warga MBR Surabaya Dapat Bantuan, Ini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Nov 2022 13:51 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklasifikasi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini dimaksudkan untuk pemetaan terhadap keluarga miskin tepat sasaran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, warga harus memahami, masih banyak pemikiran masyarakat bahwa warga bisa mendapat bantuan dari Pemkot jika masuk dalam kategori MBR.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Pemkot Surabaya pun membagi kategori MBR tersebut dengan indikator keluarga miskin dan pra miskin. Dengan begitu, bantuan warga miskin tepat sasaran.

"Tidak seperti sekarang yang due (punya) motor atau mobil mlebu (masuk) keluarga miskin, nanti ditujukan kepada warganya, pantaslah wong iki nerimo (menerima)?," kata Eri, Selasa (22/11/2022).

Eri menjelaksan apabila keluarga miskin memiliki aset. Misal, mempunyai kendaraan motor artinya mereka tidak masuk kategori miskin.

"Keluarga miskin adalah orang yang meminta penghasilan, karena penghasilan untuk makan saja tidak bisa,"ungkapnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Tapi kalau dia penghasilan untuk cicil motor, berarti dia masuk keluarga pra miskin, dia sudah sejahtera tapi masih dalam kategori pra miskin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin menjelaskan bahwa MBR adalah Masyarakat berpenghasilan rendah yang diambil dari 40 persen tingkat kesejahteraan yang paling rendah.

"40 persen itu dari total seluruh warga penduduk Surabaya. Tapi keluarga miskin, indikatornya mengikuti garis kemiskinan BPS pengeluaran per kapita Riil kalau Surabaya," kata Anna.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Lebih lanjut Anna menjelaskan bahwa MBR itu belum tentu masuk keluarga miskin. Namun, lanjutnya, warga yang tidak masuk keluarga miskin tetap mendapatkan intervensi dari Pemkot Surabaya.

"Sesuai dengan jenis kebutuhannya (diberikan Intervensi) Jadi tidak total semuanya. Intervensi tetap diberikan. Tidak dicabut, Kebutuhannya jika pekerja, kita berikan dia pekerjaan,"terangnya.

"Keluarga miskin intervensi paketnya lengkap. Non miskin diluar data miskin mereka diberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan masukan kategori pra miskin,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.