Rabu, 22 Jul 2026 23:34 WIB

Tidak Semua Warga MBR Surabaya Dapat Bantuan, Ini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Nov 2022 13:51 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklasifikasi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini dimaksudkan untuk pemetaan terhadap keluarga miskin tepat sasaran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, warga harus memahami, masih banyak pemikiran masyarakat bahwa warga bisa mendapat bantuan dari Pemkot jika masuk dalam kategori MBR.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Pemkot Surabaya pun membagi kategori MBR tersebut dengan indikator keluarga miskin dan pra miskin. Dengan begitu, bantuan warga miskin tepat sasaran.

"Tidak seperti sekarang yang due (punya) motor atau mobil mlebu (masuk) keluarga miskin, nanti ditujukan kepada warganya, pantaslah wong iki nerimo (menerima)?," kata Eri, Selasa (22/11/2022).

Eri menjelaksan apabila keluarga miskin memiliki aset. Misal, mempunyai kendaraan motor artinya mereka tidak masuk kategori miskin.

"Keluarga miskin adalah orang yang meminta penghasilan, karena penghasilan untuk makan saja tidak bisa,"ungkapnya.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

"Tapi kalau dia penghasilan untuk cicil motor, berarti dia masuk keluarga pra miskin, dia sudah sejahtera tapi masih dalam kategori pra miskin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin menjelaskan bahwa MBR adalah Masyarakat berpenghasilan rendah yang diambil dari 40 persen tingkat kesejahteraan yang paling rendah.

"40 persen itu dari total seluruh warga penduduk Surabaya. Tapi keluarga miskin, indikatornya mengikuti garis kemiskinan BPS pengeluaran per kapita Riil kalau Surabaya," kata Anna.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Lebih lanjut Anna menjelaskan bahwa MBR itu belum tentu masuk keluarga miskin. Namun, lanjutnya, warga yang tidak masuk keluarga miskin tetap mendapatkan intervensi dari Pemkot Surabaya.

"Sesuai dengan jenis kebutuhannya (diberikan Intervensi) Jadi tidak total semuanya. Intervensi tetap diberikan. Tidak dicabut, Kebutuhannya jika pekerja, kita berikan dia pekerjaan,"terangnya.

"Keluarga miskin intervensi paketnya lengkap. Non miskin diluar data miskin mereka diberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan masukan kategori pra miskin,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.