Senin, 02 Feb 2026 03:59 WIB

Tidak Semua Warga MBR Surabaya Dapat Bantuan, Ini Penjelasan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Nov 2022 13:51 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklasifikasi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini dimaksudkan untuk pemetaan terhadap keluarga miskin tepat sasaran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, warga harus memahami, masih banyak pemikiran masyarakat bahwa warga bisa mendapat bantuan dari Pemkot jika masuk dalam kategori MBR.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pemkot Surabaya pun membagi kategori MBR tersebut dengan indikator keluarga miskin dan pra miskin. Dengan begitu, bantuan warga miskin tepat sasaran.

"Tidak seperti sekarang yang due (punya) motor atau mobil mlebu (masuk) keluarga miskin, nanti ditujukan kepada warganya, pantaslah wong iki nerimo (menerima)?," kata Eri, Selasa (22/11/2022).

Eri menjelaksan apabila keluarga miskin memiliki aset. Misal, mempunyai kendaraan motor artinya mereka tidak masuk kategori miskin.

"Keluarga miskin adalah orang yang meminta penghasilan, karena penghasilan untuk makan saja tidak bisa,"ungkapnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Tapi kalau dia penghasilan untuk cicil motor, berarti dia masuk keluarga pra miskin, dia sudah sejahtera tapi masih dalam kategori pra miskin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin menjelaskan bahwa MBR adalah Masyarakat berpenghasilan rendah yang diambil dari 40 persen tingkat kesejahteraan yang paling rendah.

"40 persen itu dari total seluruh warga penduduk Surabaya. Tapi keluarga miskin, indikatornya mengikuti garis kemiskinan BPS pengeluaran per kapita Riil kalau Surabaya," kata Anna.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Lebih lanjut Anna menjelaskan bahwa MBR itu belum tentu masuk keluarga miskin. Namun, lanjutnya, warga yang tidak masuk keluarga miskin tetap mendapatkan intervensi dari Pemkot Surabaya.

"Sesuai dengan jenis kebutuhannya (diberikan Intervensi) Jadi tidak total semuanya. Intervensi tetap diberikan. Tidak dicabut, Kebutuhannya jika pekerja, kita berikan dia pekerjaan,"terangnya.

"Keluarga miskin intervensi paketnya lengkap. Non miskin diluar data miskin mereka diberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan dan masukan kategori pra miskin,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.