Kamis, 03 Sep 2026 13:03 WIB

Membersamai Masyarakat, Golkar Surabaya Perjuangkan Nasib Petugas Sampah Kampung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Nov 2022 20:27 WIB
Konsolidasi Golkar Surabaya di Kecamatan Karangpilang
Konsolidasi Golkar Surabaya di Kecamatan Karangpilang

selalu.id - Petugas pengambil sampah di kampung-kampung mendapatkan perhatian dari Golkar Surabaya untuk memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis. Ini tercetus saat Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni bersama Sekretaris Golkar, dr Akmarawita Kadir menggelar Konsolidasi di Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Senin (21/11/2022). Profesi pengambil sampah tersebut diangap memiliki peran penting namun sering terlupakan.

Diketahui petugas pengambil sampah di kampung-kampung mendapat gaji dari swadaya masyarakat dan tidak termasuk dalam kader lingkungan yang dinaungi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni menyebut bahwa petugas pengambil sampah kampung merupakan profesi yang rentan dengan paparan penyakit.

"Kami melihat bahwa peran petugas pengambil sampang sangat penting, sama halnya denga kader lingkungan. Tugasnya yang bersentuhan langsung dengan sampah membuat mereka sangat rentan terkena penyakit dan sudah tentu memerlukan jaminan kesehatan," ujar Toni, sapaan akrab Arif Fathoni.

Menyikapi hal ini, Toni meminta Pemerintah Kota Surabaya memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk petugas pengambil sampah.

"Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya akan memperjuangkan dalam APBD perubahan mendatang, setidaknya secara bertahap para petugas pengambil sampah lingkungan tersebut bisa dibiaya oleh Pemkot dalam kepesertaan BPJS kesehatan," imbuhnya.

Tak hanya meminta kepada pemerintah kota saja, membuktikan keseriusannya, Toni meminta kadernya di seluruh wilayah di Surabaya untuk memberikan pendampingan khusus kepada petugas pengambil sampah. Hal ini senafas dengan semangat yang terus digelorakan Golkar Surabaya yakni berkarya dan membersamai masyarakat

"Karena kerja politik bukanlah kerja dalam pemilu semata, sebagai Partai yang memiliki ideologi karya kekaryaan wajib berkarya dilingkungan masing-masing, salah satunya adalah dengan tindakan tulus mendampingi petugas kebersihan kampung untuk periksa kesehatan di puskesmas. Semoga ini menjadi karya nyata kader Golkar di masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Politik bukan hanya menunggu di tikungan terakhir dalam balapan yakni hari pemungutan suara, politik karya kerkaryaan bagi Golkar adalah tindakan nyata yang dampaknya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari- hari," imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Golkar Surabaya dr Akmarawita Kadir meminta para perangkat pemerintah di bawah (ketua RT dan RW) di Surabaya untuk mengupayakan cek kesehatan terhadap petugas pemungut sampah.

"Saya mengimbau para ketua RT, RW di seluruh kecamatan di surabaya, mendorong petugas-petugas kebersihan ini kontrol rutin minimal setiap 3 bulan untuk general cek up, dan mendorong juga apabila ada gejala-gejala penyakit segera ke puskesmas untuk mengecek penyakitnya," timpal pria yang juga sebagai anggota Komisi D DPRD Surabaya ini.

Perlengkapan kerja, lanjut dr Akmarawita, juga sangat diperlukan oleh petugas pemungut sampah sebagai perlindungan pertama terhadap paparan penyakit.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

"Saya berharap juga mengharapkan petugas pengambil sampah mendapatkan fasilitas seperti sarung tangan, pakaian, sepatu, dan pelindung diri lainnya. Diharapkan ini menjadi perhatian dari RT/RW setempat," pintanya.

Perhatian kepada petugas pengambil sampah ini, menurut dr Akmarawita, harus segera dilakukan. Semua pihak, baik pemerintah kota termasuk dinas sampai kecamatan dan kelurahan merumuskan perhatian kepada petugas pengambil sampah di kampung-kampung ini.

"Para petugas sampah ini sangat perlu diperhatikan dan diingatkan pentingnya kesehatan buat diri mereka dan keluarganya. Perhatian ini sebaiknya jangan di tunda-tunda. Semua harus bergerak dan memperhatikan kesehatan serta kesejahteraan mereka," tutup dr Akmarawita. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.