Kamis, 04 Jun 2026 06:17 WIB

Membersamai Masyarakat, Golkar Surabaya Perjuangkan Nasib Petugas Sampah Kampung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Nov 2022 20:27 WIB
Konsolidasi Golkar Surabaya di Kecamatan Karangpilang
Konsolidasi Golkar Surabaya di Kecamatan Karangpilang

selalu.id - Petugas pengambil sampah di kampung-kampung mendapatkan perhatian dari Golkar Surabaya untuk memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis. Ini tercetus saat Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni bersama Sekretaris Golkar, dr Akmarawita Kadir menggelar Konsolidasi di Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Senin (21/11/2022). Profesi pengambil sampah tersebut diangap memiliki peran penting namun sering terlupakan.

Diketahui petugas pengambil sampah di kampung-kampung mendapat gaji dari swadaya masyarakat dan tidak termasuk dalam kader lingkungan yang dinaungi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni menyebut bahwa petugas pengambil sampah kampung merupakan profesi yang rentan dengan paparan penyakit.

"Kami melihat bahwa peran petugas pengambil sampang sangat penting, sama halnya denga kader lingkungan. Tugasnya yang bersentuhan langsung dengan sampah membuat mereka sangat rentan terkena penyakit dan sudah tentu memerlukan jaminan kesehatan," ujar Toni, sapaan akrab Arif Fathoni.

Menyikapi hal ini, Toni meminta Pemerintah Kota Surabaya memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk petugas pengambil sampah.

"Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya akan memperjuangkan dalam APBD perubahan mendatang, setidaknya secara bertahap para petugas pengambil sampah lingkungan tersebut bisa dibiaya oleh Pemkot dalam kepesertaan BPJS kesehatan," imbuhnya.

Tak hanya meminta kepada pemerintah kota saja, membuktikan keseriusannya, Toni meminta kadernya di seluruh wilayah di Surabaya untuk memberikan pendampingan khusus kepada petugas pengambil sampah. Hal ini senafas dengan semangat yang terus digelorakan Golkar Surabaya yakni berkarya dan membersamai masyarakat

"Karena kerja politik bukanlah kerja dalam pemilu semata, sebagai Partai yang memiliki ideologi karya kekaryaan wajib berkarya dilingkungan masing-masing, salah satunya adalah dengan tindakan tulus mendampingi petugas kebersihan kampung untuk periksa kesehatan di puskesmas. Semoga ini menjadi karya nyata kader Golkar di masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Politik bukan hanya menunggu di tikungan terakhir dalam balapan yakni hari pemungutan suara, politik karya kerkaryaan bagi Golkar adalah tindakan nyata yang dampaknya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari- hari," imbuhnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Golkar Surabaya dr Akmarawita Kadir meminta para perangkat pemerintah di bawah (ketua RT dan RW) di Surabaya untuk mengupayakan cek kesehatan terhadap petugas pemungut sampah.

"Saya mengimbau para ketua RT, RW di seluruh kecamatan di surabaya, mendorong petugas-petugas kebersihan ini kontrol rutin minimal setiap 3 bulan untuk general cek up, dan mendorong juga apabila ada gejala-gejala penyakit segera ke puskesmas untuk mengecek penyakitnya," timpal pria yang juga sebagai anggota Komisi D DPRD Surabaya ini.

Perlengkapan kerja, lanjut dr Akmarawita, juga sangat diperlukan oleh petugas pemungut sampah sebagai perlindungan pertama terhadap paparan penyakit.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Saya berharap juga mengharapkan petugas pengambil sampah mendapatkan fasilitas seperti sarung tangan, pakaian, sepatu, dan pelindung diri lainnya. Diharapkan ini menjadi perhatian dari RT/RW setempat," pintanya.

Perhatian kepada petugas pengambil sampah ini, menurut dr Akmarawita, harus segera dilakukan. Semua pihak, baik pemerintah kota termasuk dinas sampai kecamatan dan kelurahan merumuskan perhatian kepada petugas pengambil sampah di kampung-kampung ini.

"Para petugas sampah ini sangat perlu diperhatikan dan diingatkan pentingnya kesehatan buat diri mereka dan keluarganya. Perhatian ini sebaiknya jangan di tunda-tunda. Semua harus bergerak dan memperhatikan kesehatan serta kesejahteraan mereka," tutup dr Akmarawita. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.