Selasa, 03 Feb 2026 18:57 WIB

IDI Jatim Sebut Pergantian Musim Sebabkan Meningkatnya Kasus Pneumonia Pada Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Nov 2022 18:14 WIB
Ilustrasi pneumonia pada anak
Ilustrasi pneumonia pada anak

selalu.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menyebut salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit pneumonia pada anak yakni karena peralihan musim.

Ketua IDI Jatim dr Sutrisno mengatakan bahwa penyakit itu memang sepanjang tahun tinggi. Apalagi, saat ini peralihan musim di Jatim sedang naik.

Baca Juga: Tekan Stunting dan Penyakit Kronis, Surabaya Bangun Sistem Kesehatan Berbasis Data RW

"ISPA, penumonia dari riset dasar, tinggi sepanjang tahun. Termasuk musim peralihan seperti ini lebih tinggi lagi,"kata dr Sutrisno, Selasa (15/11/2022).

Oleh karena itu, dr Sutrisno mengimbau kepada masyarakat atau keluarga untuk menjaga kesehatan dan harus mencegah penyakit saluran pernapasan agar tidak bertambah berat.

Kemudian, untuk petugas dan pusat pelayanan kesehatan juga harus siap menangani pneumonia pada anak.

Baca Juga: Surabaya Mendung dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

dr Sutrisno menyebut, tercatat ratusan dokter anak tersebar di seluruh rumah sakit di Jawa Timur, hal ini seharunya mempercepat penanganan agar kasus pneumonia tidak melonjak.

Di Surabaya sendiri tercatat 16.108 kasus, diantaranya 10.161 kasus menjangkiti anak berusia 0-5 tahun , dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022

"Kalau berkaca dari data, memang penumonia dan ISPA ada terus sepanjang tahun dan kepada anak ini tinggi. Tentu bahwa daya tahan tubuh anak lebih rendah. Di Jatim dari hasil riset memang tinggi ISPA dan pneumonia," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Peringatkan Warga Waspada DBD Pada Musim Penghujan Mendatang

Ia menambahkan, penyakit ini bisa disembuhkan. Tentunya tingkat penyembuhannya tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, ia berpesan kepada orang tua untuk bekerja sama, saat mengetahui anak sakit lekas dibawa ke faskes agar hasilnya jauh lebih baik.

"Untuk ibu dan bapak jangan terlambat membawa putra-putrinya yang sakit ke dokter atau faskes agar cepat tertangani. Zaman sekarang batasi bayi balita keluar, kalau ga perlu jangan. Kalau keluar dilindungi masker, hidup sehat, gizi yang baik dan jangan lupa imunisasi dasar. Imunisasi dasar kita saat covid turun, karena orang-orang fokus ke covid," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.