Rabu, 22 Jul 2026 07:43 WIB

IDI Jatim Sebut Pergantian Musim Sebabkan Meningkatnya Kasus Pneumonia Pada Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Nov 2022 18:14 WIB
Ilustrasi pneumonia pada anak
Ilustrasi pneumonia pada anak

selalu.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menyebut salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit pneumonia pada anak yakni karena peralihan musim.

Ketua IDI Jatim dr Sutrisno mengatakan bahwa penyakit itu memang sepanjang tahun tinggi. Apalagi, saat ini peralihan musim di Jatim sedang naik.

Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Anak di Musim Pancaroba, Catat ya Bunda

"ISPA, penumonia dari riset dasar, tinggi sepanjang tahun. Termasuk musim peralihan seperti ini lebih tinggi lagi,"kata dr Sutrisno, Selasa (15/11/2022).

Oleh karena itu, dr Sutrisno mengimbau kepada masyarakat atau keluarga untuk menjaga kesehatan dan harus mencegah penyakit saluran pernapasan agar tidak bertambah berat.

Kemudian, untuk petugas dan pusat pelayanan kesehatan juga harus siap menangani pneumonia pada anak.

Baca Juga: Tekan Stunting dan Penyakit Kronis, Surabaya Bangun Sistem Kesehatan Berbasis Data RW

dr Sutrisno menyebut, tercatat ratusan dokter anak tersebar di seluruh rumah sakit di Jawa Timur, hal ini seharunya mempercepat penanganan agar kasus pneumonia tidak melonjak.

Di Surabaya sendiri tercatat 16.108 kasus, diantaranya 10.161 kasus menjangkiti anak berusia 0-5 tahun , dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022

"Kalau berkaca dari data, memang penumonia dan ISPA ada terus sepanjang tahun dan kepada anak ini tinggi. Tentu bahwa daya tahan tubuh anak lebih rendah. Di Jatim dari hasil riset memang tinggi ISPA dan pneumonia," jelasnya.

Baca Juga: Surabaya Mendung dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Ia menambahkan, penyakit ini bisa disembuhkan. Tentunya tingkat penyembuhannya tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, ia berpesan kepada orang tua untuk bekerja sama, saat mengetahui anak sakit lekas dibawa ke faskes agar hasilnya jauh lebih baik.

"Untuk ibu dan bapak jangan terlambat membawa putra-putrinya yang sakit ke dokter atau faskes agar cepat tertangani. Zaman sekarang batasi bayi balita keluar, kalau ga perlu jangan. Kalau keluar dilindungi masker, hidup sehat, gizi yang baik dan jangan lupa imunisasi dasar. Imunisasi dasar kita saat covid turun, karena orang-orang fokus ke covid," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.