Minggu, 06 Sep 2026 18:42 WIB

IDI Jatim Sebut Pergantian Musim Sebabkan Meningkatnya Kasus Pneumonia Pada Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Nov 2022 18:14 WIB
Ilustrasi pneumonia pada anak
Ilustrasi pneumonia pada anak

selalu.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menyebut salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit pneumonia pada anak yakni karena peralihan musim.

Ketua IDI Jatim dr Sutrisno mengatakan bahwa penyakit itu memang sepanjang tahun tinggi. Apalagi, saat ini peralihan musim di Jatim sedang naik.

Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Anak di Musim Pancaroba, Catat ya Bunda

"ISPA, penumonia dari riset dasar, tinggi sepanjang tahun. Termasuk musim peralihan seperti ini lebih tinggi lagi,"kata dr Sutrisno, Selasa (15/11/2022).

Oleh karena itu, dr Sutrisno mengimbau kepada masyarakat atau keluarga untuk menjaga kesehatan dan harus mencegah penyakit saluran pernapasan agar tidak bertambah berat.

Kemudian, untuk petugas dan pusat pelayanan kesehatan juga harus siap menangani pneumonia pada anak.

Baca Juga: Tekan Stunting dan Penyakit Kronis, Surabaya Bangun Sistem Kesehatan Berbasis Data RW

dr Sutrisno menyebut, tercatat ratusan dokter anak tersebar di seluruh rumah sakit di Jawa Timur, hal ini seharunya mempercepat penanganan agar kasus pneumonia tidak melonjak.

Di Surabaya sendiri tercatat 16.108 kasus, diantaranya 10.161 kasus menjangkiti anak berusia 0-5 tahun , dan 5.947 kasus pada usia diatas 5 tahun. Data tersebut terhitung selama periode Januari-Oktober 2022

"Kalau berkaca dari data, memang penumonia dan ISPA ada terus sepanjang tahun dan kepada anak ini tinggi. Tentu bahwa daya tahan tubuh anak lebih rendah. Di Jatim dari hasil riset memang tinggi ISPA dan pneumonia," jelasnya.

Baca Juga: Surabaya Mendung dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Ia menambahkan, penyakit ini bisa disembuhkan. Tentunya tingkat penyembuhannya tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, ia berpesan kepada orang tua untuk bekerja sama, saat mengetahui anak sakit lekas dibawa ke faskes agar hasilnya jauh lebih baik.

"Untuk ibu dan bapak jangan terlambat membawa putra-putrinya yang sakit ke dokter atau faskes agar cepat tertangani. Zaman sekarang batasi bayi balita keluar, kalau ga perlu jangan. Kalau keluar dilindungi masker, hidup sehat, gizi yang baik dan jangan lupa imunisasi dasar. Imunisasi dasar kita saat covid turun, karena orang-orang fokus ke covid," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.