Kamis, 22 Okt 2026 08:10 WIB

Kakak Beradik Pengedar Sabu Hijau Jaringan Lapas di Jawa Timur Diringkus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Jul 2020 16:48 WIB
Tersangka beserta barang bukti saat di Mapolrestabes Surabaya
Tersangka beserta barang bukti saat di Mapolrestabes Surabaya

Surabaya (selalu.id) — Polisi mengamankan kakak dan adik ipar pengedar narkoba jenis ekstasi dan sabu hijau di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Dua orang ini menjadi operator narkoba dari jaringan Lapas 

Mereka adalah Muhammad Arifin (39) dan Arik Wijayani (41) alias Atun asal Jalan Simo Gunung Keramat II Surabaya. Dari keduanya turut disita 1262 butir gambar burung hantu dan 25 gram sabu-sabu warna putih dan 15 gram sabu warna hijau.  

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Kanit Idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya, AKP Raden Dwi Kennardi mengatakan, keduanya merupakan sindikat Lapas di Jawa Timur yang kerap mengoperasikan peredaran ribuan pil ekstasi dan kilogram sabu-sabu.

"Mereka berbagi peran, Tersangka M Arifin ini sebagai operator atas suruhan dari orang lapas dan tersangka Arik Wijayani ini sebagai pengirim dan peranjau," ujar jelas AKP Raden Dwi Kennardi, Selasa (14/7/2020).

Alumni Akpol 2012 itu mengatakan peredaran ekstasi dan sabu yang dilakukan oleh keduanya itu sudah dilakukan selama tiga tahun atas suruhan orang lapas.

Dengan modus dimina mengambil barang dengan total awal 6 ribu pil ekstasi dan 3 kilogram sabu yang dibungkus dengan teh cina.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

"Setelah mendapatkan barangnya, mereka kembali mengedarkan dengan menyamarkan bungkusnya. Dia bisa mengedarkan barang tersebut selama satu bulan. Jadi barang yang kita sita itu merupakan sisa yang mereka edarkan," bebernya.

Selain itu polisi juga menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) yakni dengan menyita tiga buah motor, satu buah mobil dan sebidang tanah di kawasan Bringkang, Gresik.

"Kita terapkan pasal TPPU, dari interogasi mereka juga telah membeli kendaraan dan sebidang tanah tersebut yang diduga dari hasil penjualan barang tersebut," paparnya.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Sementara itu Muhammad Arifin mengaku jika nekat kembali mengedarkan barang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan kasihan melihat adik iparnya karena telah ditinggal suaminya meninggal.

"Saya kenal orang lapas sebelum saya bebas sekitar tahun 2019 lalu. Ya hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari," kata Muhammad Arifin.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.