Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Lima Orang Komplotan Jambret Spesialis Tas Wanita di Surabaya Dibekuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Jul 2020 18:55 WIB
Kelima orang komplotan penjambret tas saat di Mapolrestabes Surabaya
Kelima orang komplotan penjambret tas saat di Mapolrestabes Surabaya

Surabaya (selalu.id) — Lima orang komplotan penjambret yang meresahkan di Surabaya berhasil diringkus. Komplotan ini spesialis mengincar tas wanita.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Kelima pelaku itu adalah Nino Defrin asal Jalan Dupak, Fahmi Atamimi asal Jalan Lasem, Muhammad Imam Firdaus asal Jalan Dupak Pasar, Aris Setiawan asal Jalan Dupak Bangunrejo, dan Ardiansyah asal Jalan Manukan, Surabaya. Dari catatan kepolisian mereka sudah beraksi di 6 TKP.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Risky Wicaksana mengatakan, penangkapan komplotan jambret ini merupakan hasil pengembangan dari spesialis jambret yang sebelumnya telah di ringkus oleh Unit Jatanras.

"Dari catatan kami, komplotan ini telah beraksi kurang lebih satu tahun di kota Surabaya ini," jelas Iptu Arief Risky Wicaksana, Jumat (10/7/2020).

Alumnus Akpol 2013 itu menjelaskan modus kejahatan yang digunakan oleh para pelaku yakni dengan menggunakan sepeda motor memepet korban dan menarik tas korban hingga putus.

"Pelaku merencanakan aksi nya dengan cara hunting atau berkeliling secara berboncengan, dan apabila ada calon korban dan situasi yang mendukung, maka mereka akan melancarkan aksinya," kata Arief.

Dia menjelaskan dalam aksinya, komplotan tersebut mempunyai peran masing-masing, diantaranya ada yang bertindak sebagai joki, eksekutor hingga penghalang.

"Pelaku yang biasanya berperan sebagai joky dan eksekutor yakni Nino Devlin, dan Aris Setyawan. Sedangkan pelaku Muhammad Imam Firdaus, Fahmi Attamimi adalah untuk membayang-bayangi korban atau jika ada warga yang menolong akan di halangi oleh dua pelaku ini," bebernya.

"Dan satu tersangka atas nama Ardiansyah ini merupakan eksekutor sekaligus ketua komplotan. Dia juga residivis dalam kasus yang sama," imbuhnya.

Dari interogasi petugas pelaku mengaku, dari hasil penjualan barang kejahatan digunakan para tersangka untuk keperluannya dan untuk

"Mereka mengaku hasilnya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari karena mereka beralasan dia hidup dari aksi kejahatan ini," terangnya.

Selain tersangka, barang bukti yang turut diamankan polisi diantaranya 5 buah tas, uang Rp 361 ribu, 3 unit handphone, 1 buah ATM, 1 buah KTP, 2 buah SIM dan 1 unit STNK motor. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.