Minggu, 18 Okt 2026 22:04 WIB

Lima Orang Komplotan Jambret Spesialis Tas Wanita di Surabaya Dibekuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Jul 2020 18:55 WIB
Kelima orang komplotan penjambret tas saat di Mapolrestabes Surabaya
Kelima orang komplotan penjambret tas saat di Mapolrestabes Surabaya

Surabaya (selalu.id) — Lima orang komplotan penjambret yang meresahkan di Surabaya berhasil diringkus. Komplotan ini spesialis mengincar tas wanita.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Kelima pelaku itu adalah Nino Defrin asal Jalan Dupak, Fahmi Atamimi asal Jalan Lasem, Muhammad Imam Firdaus asal Jalan Dupak Pasar, Aris Setiawan asal Jalan Dupak Bangunrejo, dan Ardiansyah asal Jalan Manukan, Surabaya. Dari catatan kepolisian mereka sudah beraksi di 6 TKP.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Risky Wicaksana mengatakan, penangkapan komplotan jambret ini merupakan hasil pengembangan dari spesialis jambret yang sebelumnya telah di ringkus oleh Unit Jatanras.

"Dari catatan kami, komplotan ini telah beraksi kurang lebih satu tahun di kota Surabaya ini," jelas Iptu Arief Risky Wicaksana, Jumat (10/7/2020).

Alumnus Akpol 2013 itu menjelaskan modus kejahatan yang digunakan oleh para pelaku yakni dengan menggunakan sepeda motor memepet korban dan menarik tas korban hingga putus.

"Pelaku merencanakan aksi nya dengan cara hunting atau berkeliling secara berboncengan, dan apabila ada calon korban dan situasi yang mendukung, maka mereka akan melancarkan aksinya," kata Arief.

Dia menjelaskan dalam aksinya, komplotan tersebut mempunyai peran masing-masing, diantaranya ada yang bertindak sebagai joki, eksekutor hingga penghalang.

"Pelaku yang biasanya berperan sebagai joky dan eksekutor yakni Nino Devlin, dan Aris Setyawan. Sedangkan pelaku Muhammad Imam Firdaus, Fahmi Attamimi adalah untuk membayang-bayangi korban atau jika ada warga yang menolong akan di halangi oleh dua pelaku ini," bebernya.

"Dan satu tersangka atas nama Ardiansyah ini merupakan eksekutor sekaligus ketua komplotan. Dia juga residivis dalam kasus yang sama," imbuhnya.

Dari interogasi petugas pelaku mengaku, dari hasil penjualan barang kejahatan digunakan para tersangka untuk keperluannya dan untuk

"Mereka mengaku hasilnya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari karena mereka beralasan dia hidup dari aksi kejahatan ini," terangnya.

Selain tersangka, barang bukti yang turut diamankan polisi diantaranya 5 buah tas, uang Rp 361 ribu, 3 unit handphone, 1 buah ATM, 1 buah KTP, 2 buah SIM dan 1 unit STNK motor. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.