Rabu, 22 Jul 2026 11:45 WIB

Marak Kasus Bunuh Diri Karena Pinjol di Surabaya, Ini Langkah Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Okt 2022 13:32 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyarankan warganya untuk membuat usaha bersama Pemkot daripada meminjam ke Pinjaman Online (Pinjol). Hal itu dikarenakan banyak warganya yang memutuskan bunuh diri akibat terlilit pinjol.

Eri mengatakan, daripada meminjam pinjol lebih baik ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR), kemudian membuka usaha atau bersama Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Bukan karena tertekan, tapi stres karena (hutangnya) tidak tertangani. Pinjam pinjol sendiri, ditagih habis gitu minta dibayari. Kalau ada seperti itu ke BPR lah atau Bank pasti di bantu, terus (buat) usaha,"kata Eri, Selasa (25/10/2022).

Eri menjelaskan, banyak warganya yang berhasil membuat usaha atau bekerja melalui program Pemkot Surabaya. Misal, seperti Viaduct Gubeng, paving, menjahit.

"Ayo berusaha, gak usaha tapi ngenteni duit gede (tungguin duit besar) yang gak mungkin dari langit jatuh duit, saya juga sulit mengubah mindset ini. Tidak mudah. Tetap saya lakukan,"ujarnya.

Eri menambahkan, bahwa Pemkot Surabaya mengeluarkan APBD sebanyak Rp 3 triliun untuk digunakan usaha oleh pelaku UMKM. Eri menyebut, hal ini bisa membantu warga Surabaya untuk membangun usaha.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Terlebih lagi, Pemkot bisa meminjamkan Rp 2 juta untuk pelaku UMKM yang ingin membuat usaha.

"Saya pernah di WA, pak saya punya pinjol, saya diluar negeri, yo ngerti pinjol mahal, Ia bilang biar cepat. Padahal UMKM itu ada pinjaman 2 juta iniloh bisa dibuat usaha, 6 persen sampai setahun. Padahal pinjol seminggu bisa 100 ribu, kok gitu gelem ,"ungkapnya.

Lebih lanjut Eri meminta kepada warga Surabaya, apabila tertekan masalah uang, pingin usaha bisa melalui program Pemkot Surabaya melalui kelurahan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kalau dia tertekan uang, untuk menutupi itu ya usaha, ojok (jangan) pinjam online terus,"katanya.

Ia pun menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pembinaan kesehatan mental di setiap kelurahan. Namun, terkait mental seseorang Pemkot Surabaya tak bisa membantu sepenuhnya.

"Semuanya tidak bisa dibebankan ke pemerintah kepada satu orang atau dua orang. Kembali lagi ke mental kita sendiri, kalau kita ini gak mau berubah, mindset kita (tetap) diajari usaha tapi gak mau,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.