Senin, 02 Feb 2026 03:00 WIB

12 Tahun Tinggal di Kolong Tol Dupak, Wanita ini Bahagia Bisa Menempati Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:54 WIB
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak

selalu.id - Salah satu warga yang tinggal di bawah (kolong) tol Dupak-Gresik di Kampung 1001 Malam, Indriani (34) merasa senang tempatnya direlokasi oleh Pemkot Surabaya.

Lantaran, selama 12 tahun dirinya beserta keluarganya itu tinggal di kolong tol tersebut. Akhirnya bisa tinggal di tempat yang lebih layak, yakni Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pemkot Surabaya pun tak hanya sekedar membongkar atau mengelokasikan tempat tinggal mereka. Tapi, mereka juga diberikan pekerjaan dan tempat tinggal rusun.

Maklum saja, wanita yang sedang hamil 8 bulan itu merasa senang dikarenakan rumah yang ditempati keluarganya sekarang (kolong jembatan) hanya memiliki tinggi sekitar 60 - 100 centimeter. Indriani pun harus membungkuk saat memasuki rumahnya. Udara yang pengap terasa saat masuk ke kolong tol itu.

Bangunan disekitar kolong tol itu telihat kotor, banyak hewan kecoak dan tikus berkeliaran. Terlihat, bangunan tersebut hanya dipetak-petakan menggunakan triplek, sehingga saat hujan akan bocor.

"Ya senang pindah ke rumah, saya sudah 12 tahun disini bersama suami dan tiga anak saya," ungkap Indriani.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Alasan ia dan suaminya tinggal di kolong itu dikarenakan gratis tidak harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal.

"Kalau bayarnya tidak, ya bangun-bangun sendiri saja. Bayar cuma air sama listrik nyalur dari kampung (tak jauh dari kolong tol ada kampung yang berada tepat dibibir tol Dupak-Gresik),"ungkapnya.

Menurut, wanita yang berprofesi sebagai pengamen dan dibesarkan disebuah yayasan sosial itu, tinggal dibawah tol lebih baik daripada tidak memiliki tempat tinggal sama sekali.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Saya dulu tinggal diyayasan, tidak punya rumah. Jadi tinggal disini meskipun hanya seperti ini sudah seperti rumah bagi saya, tapi saya lebih senang sekarang karena mau dipindah ke rusun," tuturnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya akan memindahkan secara bertahap mulai Rabu (19/10/2022) untuk yang tinggal di kolong tol terlebih dahulu.Nantinya, 146 KK yang ditinggal di Kampung 1001 Malam (tepat dibibir tol Dupak-Gresik) juga akan direlokasi ke rusun. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.