Sabtu, 13 Jun 2026 16:50 WIB

12 Tahun Tinggal di Kolong Tol Dupak, Wanita ini Bahagia Bisa Menempati Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:54 WIB
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak

selalu.id - Salah satu warga yang tinggal di bawah (kolong) tol Dupak-Gresik di Kampung 1001 Malam, Indriani (34) merasa senang tempatnya direlokasi oleh Pemkot Surabaya.

Lantaran, selama 12 tahun dirinya beserta keluarganya itu tinggal di kolong tol tersebut. Akhirnya bisa tinggal di tempat yang lebih layak, yakni Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Pemkot Surabaya pun tak hanya sekedar membongkar atau mengelokasikan tempat tinggal mereka. Tapi, mereka juga diberikan pekerjaan dan tempat tinggal rusun.

Maklum saja, wanita yang sedang hamil 8 bulan itu merasa senang dikarenakan rumah yang ditempati keluarganya sekarang (kolong jembatan) hanya memiliki tinggi sekitar 60 - 100 centimeter. Indriani pun harus membungkuk saat memasuki rumahnya. Udara yang pengap terasa saat masuk ke kolong tol itu.

Bangunan disekitar kolong tol itu telihat kotor, banyak hewan kecoak dan tikus berkeliaran. Terlihat, bangunan tersebut hanya dipetak-petakan menggunakan triplek, sehingga saat hujan akan bocor.

"Ya senang pindah ke rumah, saya sudah 12 tahun disini bersama suami dan tiga anak saya," ungkap Indriani.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Alasan ia dan suaminya tinggal di kolong itu dikarenakan gratis tidak harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal.

"Kalau bayarnya tidak, ya bangun-bangun sendiri saja. Bayar cuma air sama listrik nyalur dari kampung (tak jauh dari kolong tol ada kampung yang berada tepat dibibir tol Dupak-Gresik),"ungkapnya.

Menurut, wanita yang berprofesi sebagai pengamen dan dibesarkan disebuah yayasan sosial itu, tinggal dibawah tol lebih baik daripada tidak memiliki tempat tinggal sama sekali.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

"Saya dulu tinggal diyayasan, tidak punya rumah. Jadi tinggal disini meskipun hanya seperti ini sudah seperti rumah bagi saya, tapi saya lebih senang sekarang karena mau dipindah ke rusun," tuturnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya akan memindahkan secara bertahap mulai Rabu (19/10/2022) untuk yang tinggal di kolong tol terlebih dahulu.Nantinya, 146 KK yang ditinggal di Kampung 1001 Malam (tepat dibibir tol Dupak-Gresik) juga akan direlokasi ke rusun. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.