Sabtu, 06 Jun 2026 01:39 WIB

12 Tahun Tinggal di Kolong Tol Dupak, Wanita ini Bahagia Bisa Menempati Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:54 WIB
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak

selalu.id - Salah satu warga yang tinggal di bawah (kolong) tol Dupak-Gresik di Kampung 1001 Malam, Indriani (34) merasa senang tempatnya direlokasi oleh Pemkot Surabaya.

Lantaran, selama 12 tahun dirinya beserta keluarganya itu tinggal di kolong tol tersebut. Akhirnya bisa tinggal di tempat yang lebih layak, yakni Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Pemkot Surabaya pun tak hanya sekedar membongkar atau mengelokasikan tempat tinggal mereka. Tapi, mereka juga diberikan pekerjaan dan tempat tinggal rusun.

Maklum saja, wanita yang sedang hamil 8 bulan itu merasa senang dikarenakan rumah yang ditempati keluarganya sekarang (kolong jembatan) hanya memiliki tinggi sekitar 60 - 100 centimeter. Indriani pun harus membungkuk saat memasuki rumahnya. Udara yang pengap terasa saat masuk ke kolong tol itu.

Bangunan disekitar kolong tol itu telihat kotor, banyak hewan kecoak dan tikus berkeliaran. Terlihat, bangunan tersebut hanya dipetak-petakan menggunakan triplek, sehingga saat hujan akan bocor.

"Ya senang pindah ke rumah, saya sudah 12 tahun disini bersama suami dan tiga anak saya," ungkap Indriani.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Alasan ia dan suaminya tinggal di kolong itu dikarenakan gratis tidak harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal.

"Kalau bayarnya tidak, ya bangun-bangun sendiri saja. Bayar cuma air sama listrik nyalur dari kampung (tak jauh dari kolong tol ada kampung yang berada tepat dibibir tol Dupak-Gresik),"ungkapnya.

Menurut, wanita yang berprofesi sebagai pengamen dan dibesarkan disebuah yayasan sosial itu, tinggal dibawah tol lebih baik daripada tidak memiliki tempat tinggal sama sekali.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Saya dulu tinggal diyayasan, tidak punya rumah. Jadi tinggal disini meskipun hanya seperti ini sudah seperti rumah bagi saya, tapi saya lebih senang sekarang karena mau dipindah ke rusun," tuturnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya akan memindahkan secara bertahap mulai Rabu (19/10/2022) untuk yang tinggal di kolong tol terlebih dahulu.Nantinya, 146 KK yang ditinggal di Kampung 1001 Malam (tepat dibibir tol Dupak-Gresik) juga akan direlokasi ke rusun. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.