Senin, 05 Okt 2026 04:37 WIB

12 Tahun Tinggal di Kolong Tol Dupak, Wanita ini Bahagia Bisa Menempati Rusun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 16:54 WIB
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak
Kondisi rumah di kolong Tol Dupak

selalu.id - Salah satu warga yang tinggal di bawah (kolong) tol Dupak-Gresik di Kampung 1001 Malam, Indriani (34) merasa senang tempatnya direlokasi oleh Pemkot Surabaya.

Lantaran, selama 12 tahun dirinya beserta keluarganya itu tinggal di kolong tol tersebut. Akhirnya bisa tinggal di tempat yang lebih layak, yakni Rusun Sumur Welut, Karang Pilang, Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta RHU Disanksi Tegas jika Pengunjung Mabuk dan Bikin Onar

Pemkot Surabaya pun tak hanya sekedar membongkar atau mengelokasikan tempat tinggal mereka. Tapi, mereka juga diberikan pekerjaan dan tempat tinggal rusun.

Maklum saja, wanita yang sedang hamil 8 bulan itu merasa senang dikarenakan rumah yang ditempati keluarganya sekarang (kolong jembatan) hanya memiliki tinggi sekitar 60 - 100 centimeter. Indriani pun harus membungkuk saat memasuki rumahnya. Udara yang pengap terasa saat masuk ke kolong tol itu.

Bangunan disekitar kolong tol itu telihat kotor, banyak hewan kecoak dan tikus berkeliaran. Terlihat, bangunan tersebut hanya dipetak-petakan menggunakan triplek, sehingga saat hujan akan bocor.

"Ya senang pindah ke rumah, saya sudah 12 tahun disini bersama suami dan tiga anak saya," ungkap Indriani.

Baca Juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

Alasan ia dan suaminya tinggal di kolong itu dikarenakan gratis tidak harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal.

"Kalau bayarnya tidak, ya bangun-bangun sendiri saja. Bayar cuma air sama listrik nyalur dari kampung (tak jauh dari kolong tol ada kampung yang berada tepat dibibir tol Dupak-Gresik),"ungkapnya.

Menurut, wanita yang berprofesi sebagai pengamen dan dibesarkan disebuah yayasan sosial itu, tinggal dibawah tol lebih baik daripada tidak memiliki tempat tinggal sama sekali.

Baca Juga: Aturan dan Peringatan Keras Wali Kota Eri untuk Hiburan Malam di Surabaya 

"Saya dulu tinggal diyayasan, tidak punya rumah. Jadi tinggal disini meskipun hanya seperti ini sudah seperti rumah bagi saya, tapi saya lebih senang sekarang karena mau dipindah ke rusun," tuturnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya akan memindahkan secara bertahap mulai Rabu (19/10/2022) untuk yang tinggal di kolong tol terlebih dahulu.Nantinya, 146 KK yang ditinggal di Kampung 1001 Malam (tepat dibibir tol Dupak-Gresik) juga akan direlokasi ke rusun. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Kendaraan Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto, Begini Kondisi para Korban

Atas insiden ini, Sat PJR Polda Jatim mengimbau para pengguna jalan tol untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan.

Persela Lamongan Menang Lagi, Kini Bungkam Barito Putera 0-1

Hasil manis ini menjadi modal krusial bagi Persela Lamongan untuk terus bersaing di papan atas klasemen Pegadaian Championship 2026/2027.

Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan ke Petani Mojokerto

Gubernur Khofifah menyebut bantuan alsintan bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani agar produktivitas pertanian di Jatim terdongkrak.

Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan musala lain di Kabupaten Nganjuk untuk lebih waspada, apalagi di jam-jam sepi.

Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, selain untuk menstabilkan harga, pasar murah ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke-81.

Armuji Minta Ranting PDIP Surabaya Ambil Hati Warga di Pemilu 2029, Jangan Main Proyek!

Armuji menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kader yang menjadikan posisi politik sebagai sarana mencari keuntungan dari masyarakat.