Senin, 02 Feb 2026 08:45 WIB

Antisipasi Kasus Gagal Ginjal Anak, Pemkot Surabaya Siapkan Layanan Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Okt 2022 14:45 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Meski belum ditemukan kasus gagal ginjal pada anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengantisipasi dengan menyiapkan pelayanan kesehatan.

Diketahui Kasus gagal ginjal misterius terjadi pada 131 anak di Indonesia saat ini.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Disiapkan dua rumah sakit yang akan langsung menangani jika kasus tersebut terjadi di Surabaya, yakni RSUD Dr. Soewandi dan RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.

"Jika itu terjadi maka pengobatannya kita lakukan di RSUD Soewandi dan RS BDH, kita khususkan kalau ada yang sakit langsung kita masukkan (rawat)," kata Wali Kota Eri Surabaya Cahyadi, Senin (17/10/2022).

Eri Cahyadi juga menyampaikan, pihaknya akan memberi jaminan biaya rumah sakit khusus pasien KTP Surabaya. Apabila, ada yang terkena penyakit tersebut.

Hal itu akan ditangggung oleh Pemkot Surabaya melalui program Universal health Coverage (UHC).

Program tersebut, kata dia,kerjasama Pemkot dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.

"Surabaya sudah memiliki BPJS melalui program UHC, artinya sudah ditanggung semua. Pembiayaan untuk cuci darah dapat dicover dengan BPJS, kalau itu sudah KTP Surabaya maka itu gratis," terangnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya terus meningkatkan sosialisasi kesehatan ke masyarakat terkait kewaspadaan terhadap penyakit gagal ginjal misterius melalui puskesmas di seluruh wilayah Surabaya.

"Memantau perkembangan kasus penyakit gagal ginjal misterius melalui portal informasi resmi satu pintu, yaitu WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,"ungkapnya.

Nanik menjelaskan, untuk penanganan, pihaknya akan berkolaborasi dengan dokter spesialis yang menangani. Sebab, penyakit ini belum diketahui penyebabnya.

"Pasien akan ditangani sesuai dengan tanda dan gejala dari pemeriksaan fisik, anamnesa dan pemeriksaan penunjang. Bila diperlukan, pasien akan dilakukan tindakan cuci darah yang sudah tersedia di Kota Surabaya, di RSUD Dr. Moh Soewandhie dan RSUD BDH," ujarnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Nanik menambahkan, para orang tua di Kota Surabaya harus tetap tenang dan waspada terhadap penyakit tersebut.

Yakni, dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi yang tinggi kalori dan protein.

Jika ada keluarga yang sakit, diharapkan untuk segera dibawa ke fasilitas layanan kesehatan untuk memperoleh pengobatan dari dokter.

"Selalu mengecek tanggal kadaluarsa obat / makanan sebelum dikonsumsi dan segera melaporkan jika ada keluarga yang mengalami gejala suspek gagal ginjal misterius. Terutama untuk usia dibawah 18 tahun dengan demam 7-14 hari atau jika ada gangguan pada proses urinaria dan pembengkakan pada bagian - bagian tubuh tertentu," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.