Antisipasi Kasus Gagal Ginjal Anak, Pemkot Surabaya Siapkan Layanan Kesehatan
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 17 Okt 2022 14:45 WIB
selalu.id - Meski belum ditemukan kasus gagal ginjal pada anak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengantisipasi dengan menyiapkan pelayanan kesehatan.
Diketahui Kasus gagal ginjal misterius terjadi pada 131 anak di Indonesia saat ini.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Disiapkan dua rumah sakit yang akan langsung menangani jika kasus tersebut terjadi di Surabaya, yakni RSUD Dr. Soewandi dan RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.
"Jika itu terjadi maka pengobatannya kita lakukan di RSUD Soewandi dan RS BDH, kita khususkan kalau ada yang sakit langsung kita masukkan (rawat)," kata Wali Kota Eri Surabaya Cahyadi, Senin (17/10/2022).
Eri Cahyadi juga menyampaikan, pihaknya akan memberi jaminan biaya rumah sakit khusus pasien KTP Surabaya. Apabila, ada yang terkena penyakit tersebut.
Hal itu akan ditangggung oleh Pemkot Surabaya melalui program Universal health Coverage (UHC).
Program tersebut, kata dia,kerjasama Pemkot dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.
"Surabaya sudah memiliki BPJS melalui program UHC, artinya sudah ditanggung semua. Pembiayaan untuk cuci darah dapat dicover dengan BPJS, kalau itu sudah KTP Surabaya maka itu gratis," terangnya.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya terus meningkatkan sosialisasi kesehatan ke masyarakat terkait kewaspadaan terhadap penyakit gagal ginjal misterius melalui puskesmas di seluruh wilayah Surabaya.
"Memantau perkembangan kasus penyakit gagal ginjal misterius melalui portal informasi resmi satu pintu, yaitu WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,"ungkapnya.
Nanik menjelaskan, untuk penanganan, pihaknya akan berkolaborasi dengan dokter spesialis yang menangani. Sebab, penyakit ini belum diketahui penyebabnya.
"Pasien akan ditangani sesuai dengan tanda dan gejala dari pemeriksaan fisik, anamnesa dan pemeriksaan penunjang. Bila diperlukan, pasien akan dilakukan tindakan cuci darah yang sudah tersedia di Kota Surabaya, di RSUD Dr. Moh Soewandhie dan RSUD BDH," ujarnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Nanik menambahkan, para orang tua di Kota Surabaya harus tetap tenang dan waspada terhadap penyakit tersebut.
Yakni, dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi yang tinggi kalori dan protein.
Jika ada keluarga yang sakit, diharapkan untuk segera dibawa ke fasilitas layanan kesehatan untuk memperoleh pengobatan dari dokter.
"Selalu mengecek tanggal kadaluarsa obat / makanan sebelum dikonsumsi dan segera melaporkan jika ada keluarga yang mengalami gejala suspek gagal ginjal misterius. Terutama untuk usia dibawah 18 tahun dengan demam 7-14 hari atau jika ada gangguan pada proses urinaria dan pembengkakan pada bagian - bagian tubuh tertentu," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi