Kamis, 04 Jun 2026 17:23 WIB

Pengurus Rumah Pintar Matahari Istiqomah Bina Anak Kampung 1001 Malam Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Okt 2022 12:56 WIB
Endarwati saat mengajari anak-anak di kampung 1001 malam Surabaya
Endarwati saat mengajari anak-anak di kampung 1001 malam Surabaya

selalu.id - Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Rumah Pintar Matahari (RPM) dibawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya menggelar pembinaan rutin di Musala Al-Amin Kampung 1001 Malam, Sabtu (15/10/2022).

Bendahara Rumah Pintar Matahari, Endarwati Choiriah menjelaskan, setiap hari Sabtu pengurus RPM melaksanakan kegiatan rutin yaitu mengunjungi selter binaan di Musala Al-Amin Kampung 1001 malam.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Ada sekitar 55 anak santri binaan kami yang berada di kampung 1001 malam. Masih ada beberapa anak yang masih belum bisa membaca dan menulis juga membaca Alquran", terang Endarwati.

Endarwati menerangkan, tidak mudah melakukan pembinaan terhadap anak-anak dikampung 1001 malam. Butuh kesabaran dan keistiqomahan dari para pengurus maupun relawan Rumah Pintar Matahari.

"Untuk menarik minat anak-anak kampung 1001 malam, biasanya kami memberikan snack serta minuman ringan di akhir kegiatan sebagai pendorong atau motivasi supaya anak-anak mau datang mengikuti pembinaan di Musala Al-Amin", ungkap Endarwati.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Pembinaan anak-anak dikampung 1001 malam, lanjut Endarwati, untuk sementara masih seputar baca tulis Alquran dan hafalan surat-surat pendek juz 30, kedepannya Insyaa Allah akan diadakan qiroati atau tartil bagi anak yang sudah lancar membaca Alquran.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Masih banyak yang perlu kami benahi di kampung 1001 malam, diantaranya tata cara wudhu, doa-doa dalam salat dan lain sebagainya", pungkas Endarwati.

Endarwati berharap dukungan dari berbagai pihak terhadap pembinaan di kampung 1001 malam, terutama anak-anaknya. Dimana rata-rata mata pencaharian sehari-hari warga kampung tersebut adalah sebagai pemulung, pengemis, pengamen, kuli bangunan, tukang becak, dan buruh kasar. (MG/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.