Kamis, 04 Jun 2026 17:41 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Penakar Hujan dan Saluran Air untuk Mitigasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Okt 2022 09:33 WIB
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi alat penakar hujan otomatis guna memitigasi banjir.

Inovasi alat tersebut diciptakan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS untuk mengakomodasi para warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ketua Pelaksana KKN, Muhammad Hafiizh mengatakan, ide pembuatan alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Sidoarjo.

Hafiizh menjelaskan, di desa itu terjadi kenaikan muka air dan sedimentasi akibat bertumpuknya limbah cair rumah tangga seiring bertumbuhnya perumahan di sana.

"Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga," ujar Hafiizh, melalui keterangannya, Minggu (9/10/2022).

Sebab itu, guna memantau keadaan saat hujan, Hfiizh bersama timnya menciptakan
Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR).

"Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir," ujarnya.

Menurutnya, dalam penempatan kedua alat itu, perlu diperhitungkan dengan melakukan survei dan pengukuran topografi.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut,"ujarnya.

Lebih lanjut Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini juga menjelaskan, alat tersebut diputuskan ditempatkan pada salah satu atap rumah warga untuk menangkap air hujan, kemudian memprosesnya sebagai data dan melaporkan melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga.

Saat penampung air ARR penuh, lanjutnya, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan serta timbul genangan air setinggi berapa.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Di sisi lain, Hafiizh menambahkan, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga agar berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT).

Terdapat aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan.

"Sehingga dengan adanya aplikasi internet, warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.