Minggu, 06 Sep 2026 16:07 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Penakar Hujan dan Saluran Air untuk Mitigasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Okt 2022 09:33 WIB
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi alat penakar hujan otomatis guna memitigasi banjir.

Inovasi alat tersebut diciptakan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS untuk mengakomodasi para warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Ketua Pelaksana KKN, Muhammad Hafiizh mengatakan, ide pembuatan alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Sidoarjo.

Hafiizh menjelaskan, di desa itu terjadi kenaikan muka air dan sedimentasi akibat bertumpuknya limbah cair rumah tangga seiring bertumbuhnya perumahan di sana.

"Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga," ujar Hafiizh, melalui keterangannya, Minggu (9/10/2022).

Sebab itu, guna memantau keadaan saat hujan, Hfiizh bersama timnya menciptakan
Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR).

"Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir," ujarnya.

Menurutnya, dalam penempatan kedua alat itu, perlu diperhitungkan dengan melakukan survei dan pengukuran topografi.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut,"ujarnya.

Lebih lanjut Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini juga menjelaskan, alat tersebut diputuskan ditempatkan pada salah satu atap rumah warga untuk menangkap air hujan, kemudian memprosesnya sebagai data dan melaporkan melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga.

Saat penampung air ARR penuh, lanjutnya, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan serta timbul genangan air setinggi berapa.

Baca Juga: Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Di sisi lain, Hafiizh menambahkan, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga agar berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT).

Terdapat aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan.

"Sehingga dengan adanya aplikasi internet, warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.