Jumat, 05 Jun 2026 05:47 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Penakar Hujan dan Saluran Air untuk Mitigasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Okt 2022 09:33 WIB
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi alat penakar hujan otomatis guna memitigasi banjir.

Inovasi alat tersebut diciptakan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS untuk mengakomodasi para warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ketua Pelaksana KKN, Muhammad Hafiizh mengatakan, ide pembuatan alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Sidoarjo.

Hafiizh menjelaskan, di desa itu terjadi kenaikan muka air dan sedimentasi akibat bertumpuknya limbah cair rumah tangga seiring bertumbuhnya perumahan di sana.

"Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga," ujar Hafiizh, melalui keterangannya, Minggu (9/10/2022).

Sebab itu, guna memantau keadaan saat hujan, Hfiizh bersama timnya menciptakan
Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR).

"Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir," ujarnya.

Menurutnya, dalam penempatan kedua alat itu, perlu diperhitungkan dengan melakukan survei dan pengukuran topografi.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut,"ujarnya.

Lebih lanjut Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini juga menjelaskan, alat tersebut diputuskan ditempatkan pada salah satu atap rumah warga untuk menangkap air hujan, kemudian memprosesnya sebagai data dan melaporkan melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga.

Saat penampung air ARR penuh, lanjutnya, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan serta timbul genangan air setinggi berapa.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Di sisi lain, Hafiizh menambahkan, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga agar berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT).

Terdapat aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan.

"Sehingga dengan adanya aplikasi internet, warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.