Senin, 02 Feb 2026 04:04 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Penakar Hujan dan Saluran Air untuk Mitigasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Okt 2022 09:33 WIB
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi alat penakar hujan otomatis guna memitigasi banjir.

Inovasi alat tersebut diciptakan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS untuk mengakomodasi para warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Ketua Pelaksana KKN, Muhammad Hafiizh mengatakan, ide pembuatan alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Sidoarjo.

Hafiizh menjelaskan, di desa itu terjadi kenaikan muka air dan sedimentasi akibat bertumpuknya limbah cair rumah tangga seiring bertumbuhnya perumahan di sana.

"Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga," ujar Hafiizh, melalui keterangannya, Minggu (9/10/2022).

Sebab itu, guna memantau keadaan saat hujan, Hfiizh bersama timnya menciptakan
Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR).

"Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir," ujarnya.

Menurutnya, dalam penempatan kedua alat itu, perlu diperhitungkan dengan melakukan survei dan pengukuran topografi.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut,"ujarnya.

Lebih lanjut Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini juga menjelaskan, alat tersebut diputuskan ditempatkan pada salah satu atap rumah warga untuk menangkap air hujan, kemudian memprosesnya sebagai data dan melaporkan melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga.

Saat penampung air ARR penuh, lanjutnya, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan serta timbul genangan air setinggi berapa.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Di sisi lain, Hafiizh menambahkan, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga agar berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT).

Terdapat aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan.

"Sehingga dengan adanya aplikasi internet, warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.