Kamis, 23 Jul 2026 02:45 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Penakar Hujan dan Saluran Air untuk Mitigasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 10 Okt 2022 09:33 WIB
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS
Alat pengukur intensitas hujan karya mahasiswa ITS

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat inovasi alat penakar hujan otomatis guna memitigasi banjir.

Inovasi alat tersebut diciptakan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS untuk mengakomodasi para warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Ketua Pelaksana KKN, Muhammad Hafiizh mengatakan, ide pembuatan alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Sidoarjo.

Hafiizh menjelaskan, di desa itu terjadi kenaikan muka air dan sedimentasi akibat bertumpuknya limbah cair rumah tangga seiring bertumbuhnya perumahan di sana.

"Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga," ujar Hafiizh, melalui keterangannya, Minggu (9/10/2022).

Sebab itu, guna memantau keadaan saat hujan, Hfiizh bersama timnya menciptakan
Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR).

"Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir," ujarnya.

Menurutnya, dalam penempatan kedua alat itu, perlu diperhitungkan dengan melakukan survei dan pengukuran topografi.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut,"ujarnya.

Lebih lanjut Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini juga menjelaskan, alat tersebut diputuskan ditempatkan pada salah satu atap rumah warga untuk menangkap air hujan, kemudian memprosesnya sebagai data dan melaporkan melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga.

Saat penampung air ARR penuh, lanjutnya, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan serta timbul genangan air setinggi berapa.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Di sisi lain, Hafiizh menambahkan, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga agar berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT).

Terdapat aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan.

"Sehingga dengan adanya aplikasi internet, warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.