Rabu, 21 Okt 2026 11:51 WIB

Soal Pasar Buah Sidotopo, DPRD Minta Wali Kota Surabaya Awasi Anak Buahnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 01 Okt 2022 17:47 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Khrisna
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Khrisna

selalu.id - Beroperasinya Pasar Induk buah di wilayah Sidotopo, Surabaya disoal oleh DPRD Surabaya. Mereka mempertanyakan izin operasional pasar yang merupakan cabang dari Pasar Induk Osowilangun (PIOS) tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Khrisna menyebut pasar buah cabang PIOS tersebut nekat jika tidak mengantongi izin sesuai aturan.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

"Apa izinnya ada kok sudah beroperasi," ujar Ayu.

Perizinan dalam sebuah pasar tersebut sangat penting, karena mengatur regulasi Anatar pedagang besar dengan pedagang ecer yang tidak saling mematikan.

Diketahui, PIOS telah meneken kerjasama dengan Wali Kota Surabaya pada tahun 2009 yang saat itu dijabat oleh Bambang DH. Kerjasama tersebut memuat kesepakatan terkait relokasi pemindahan para PKL pedagang buah di hpir seluruh wilayah Surabaya untuk ditampung di PIOS.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Masa kerjasama tersebut berlaku selama 5 tahun, namun belum diketahui apakah ada perpanjangan kontrak atau tidak.

"Perjanjian di atas, apakah sudah diperpanjang atau belum? kalau sudah diperpanjang berapa kontribusi PIOS terhadap PAD (Pendapatan asli daerah) Kota Surabaya?," tanya Ayu.

Ayu menyebut jika pasar buah Sidotopo belum memiliki izin operasional namun sudah beroperasi, terkesan mendapat perlakuan istimewa atau dianak emaskan oleh Pemkot Surabaya, pasalnya perangkat Pemkot tengah disibukkan dengan penertiban-penertiban pasar buah yang berada di wilayah lain seperti surat Satpol PP bernomor 503/5467/.7.18/2022 dan surat Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Surabaya yang ditujukan kepada pemilik pasar buah di Tanjungsari.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

"Ini tentu kontraproduktif terhadap upaya wali kota untuk berjuang memulihkan ekonomi agar masyarakat Surabaya makin sejahtera," kata dia.

Ayu meminta Wali Kota Surabaya mengawasi kinerja anak buahnya di lapangan terkait adanya main mata dengan pengusaha-pengusaha besar dan menghimpit pengusaha kecil melalui aturan yang dipaksakan. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.