Kamis, 04 Jun 2026 17:13 WIB

Lagi, Kuasa Hukum Terdakwa Oknum Satpol PP Surabaya Catut Mantan Kasatpol Irvan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Sep 2022 13:54 WIB
Abdul Rahman, Kuasa  hukum terdakwa kasus penjualan hasil sitaan Satpol PP Surabaya
Abdul Rahman, Kuasa hukum terdakwa kasus penjualan hasil sitaan Satpol PP Surabaya

selalu.id - Kuasa hukum Ferri Jacom, oknum Satpol PP Surabaya yang menjual barang hasil sitaan, Abdul Rahman menyebut bahwa seharusnya ada pelaku lain dalam kasus yang memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Rabu (28/9/202) kemarin.

Abdul Rahman Saleh menilai bahwa dakwaan yang dibacakan masih setengah hati tidak memuat peristiwa yang sebenarnya. Menurutnya, yang membeli barang sitaan tersebut seharusnya ikut terlibat dalam peristiwa hukum. Anehnya, hanya Ferri saja yang jadi terdakwa.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Jadi setengah hati unsur pembuktiannya ini harus utuh harus berangkai. Dalam peristiwa pidana umum saja yang membeli itu saja sebagai penadah. Lah ini Kenapa yang membeli ini berkeliaran,"kata Saleh, Jumat (30/9/2022).

Saleh menjelaskan, dalam peristiwa hukum pidana seharusnya berurutan dan ada beberapa peran yang terlibat juga dihadirkan.

Apalagi, terkena pidana dalam pasal 10 huruf (b) jo pasal 15 jo Undang-Undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan jo Pasal 53 ayat (1) KUHPidana.

"Pasal 10 huruf a,b pasal 15. Pasal 10 kan menggelapkan dan macem-macem, kalau ada peristiwa hukum seperti itu kan tidak satu orang, kan banyak faktor ada penggelapan disitu,"jelasnya.

"Harusnya ada pelaku lain," keluhnya.

Lebih lanjut Saleh menyebut ada 4 orang yang seharusnya ikut terlibat. Diantaranya, mereka yang mentransaksikan uang jual sitaan tersebut.

"Apakah mereka yang mencari pembeli tidak ikut terlibat peristiwa hukum?" tanyanya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Yang mentransaksikan adalah Sunadi atau Cak Sun, Muhammad, Yetno, Ali dan Slamet yang mencarikan pembeli. Yang sanggup membeli adalah Abdurahman 500 juta. Lalu dijual ke PT Raksa. Ini dibiarkan sangat naif sekali, hukum harus linier,"jelasnya.

Abdul mencatut nama mantan Kasatpol PP Irvan Widyanto yang disebut berperan memediasi pada kasus ini.

"Pak Feri difasilitasi oleh Pak Irvan,"jelasnya.

Saleh menjelaskan, uang sebesar Rp 500 juta yang digembor-gemborkan diterima oleh kliennya itu tidak benar.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Tidak ada kerugian negara, yang digembor-gemborkan Rp 500 juta yang diterima pak Ferri itu tidak ada. Malah yang terangkum jaksa adalah 45 juta. Nilai korupsi 45 juta ini apa," terangnya.

"Karena pasal itu adalah tidak berdiri sendiri, apakah mungkin pak Feri menjual barang tanpa ada yang membeli,"imbuhnya.

Maka dari itu, pihaknya akan mengajukan esepsi tentang surat dakwaan yang ditujukan kepada kliennya tersebut.

"Pasti mengajukan (esepsi) karena peristiwa yang didakwakan sangat tidak terangkai, sangat kabur, sasaran tembaknya cuman pak Ferri penadahnya aja lolos," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.