Rabu, 22 Jul 2026 22:01 WIB

Lagi, Kuasa Hukum Terdakwa Oknum Satpol PP Surabaya Catut Mantan Kasatpol Irvan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Sep 2022 13:54 WIB
Abdul Rahman, Kuasa  hukum terdakwa kasus penjualan hasil sitaan Satpol PP Surabaya
Abdul Rahman, Kuasa hukum terdakwa kasus penjualan hasil sitaan Satpol PP Surabaya

selalu.id - Kuasa hukum Ferri Jacom, oknum Satpol PP Surabaya yang menjual barang hasil sitaan, Abdul Rahman menyebut bahwa seharusnya ada pelaku lain dalam kasus yang memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Rabu (28/9/202) kemarin.

Abdul Rahman Saleh menilai bahwa dakwaan yang dibacakan masih setengah hati tidak memuat peristiwa yang sebenarnya. Menurutnya, yang membeli barang sitaan tersebut seharusnya ikut terlibat dalam peristiwa hukum. Anehnya, hanya Ferri saja yang jadi terdakwa.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Jadi setengah hati unsur pembuktiannya ini harus utuh harus berangkai. Dalam peristiwa pidana umum saja yang membeli itu saja sebagai penadah. Lah ini Kenapa yang membeli ini berkeliaran,"kata Saleh, Jumat (30/9/2022).

Saleh menjelaskan, dalam peristiwa hukum pidana seharusnya berurutan dan ada beberapa peran yang terlibat juga dihadirkan.

Apalagi, terkena pidana dalam pasal 10 huruf (b) jo pasal 15 jo Undang-Undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan jo Pasal 53 ayat (1) KUHPidana.

"Pasal 10 huruf a,b pasal 15. Pasal 10 kan menggelapkan dan macem-macem, kalau ada peristiwa hukum seperti itu kan tidak satu orang, kan banyak faktor ada penggelapan disitu,"jelasnya.

"Harusnya ada pelaku lain," keluhnya.

Lebih lanjut Saleh menyebut ada 4 orang yang seharusnya ikut terlibat. Diantaranya, mereka yang mentransaksikan uang jual sitaan tersebut.

"Apakah mereka yang mencari pembeli tidak ikut terlibat peristiwa hukum?" tanyanya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Yang mentransaksikan adalah Sunadi atau Cak Sun, Muhammad, Yetno, Ali dan Slamet yang mencarikan pembeli. Yang sanggup membeli adalah Abdurahman 500 juta. Lalu dijual ke PT Raksa. Ini dibiarkan sangat naif sekali, hukum harus linier,"jelasnya.

Abdul mencatut nama mantan Kasatpol PP Irvan Widyanto yang disebut berperan memediasi pada kasus ini.

"Pak Feri difasilitasi oleh Pak Irvan,"jelasnya.

Saleh menjelaskan, uang sebesar Rp 500 juta yang digembor-gemborkan diterima oleh kliennya itu tidak benar.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Tidak ada kerugian negara, yang digembor-gemborkan Rp 500 juta yang diterima pak Ferri itu tidak ada. Malah yang terangkum jaksa adalah 45 juta. Nilai korupsi 45 juta ini apa," terangnya.

"Karena pasal itu adalah tidak berdiri sendiri, apakah mungkin pak Feri menjual barang tanpa ada yang membeli,"imbuhnya.

Maka dari itu, pihaknya akan mengajukan esepsi tentang surat dakwaan yang ditujukan kepada kliennya tersebut.

"Pasti mengajukan (esepsi) karena peristiwa yang didakwakan sangat tidak terangkai, sangat kabur, sasaran tembaknya cuman pak Ferri penadahnya aja lolos," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.