Minggu, 06 Sep 2026 00:41 WIB

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Matthew Jerem, kuasa hukum bersama Ibu korban, Fani Agustin saat di Mapolda Jatim. (Foto: Dony/selalu.id).
Matthew Jerem, kuasa hukum bersama Ibu korban, Fani Agustin saat di Mapolda Jatim. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Polda Jawa Timur telah mengamankan tiga orang terduga pelaku terkait dugaan kasus pengeroyokan yang menimpa seorang pelajar di salah satu tempat hiburan malam kawasan Surabaya Barat.

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan Brutal di Diskotek Triple X Surabaya Ditangkap, Ini Identitas dan Motifnya

Matthew Jerem, kuasa hukum korban menjelaskan peristiwa itu bermula saat korban tiba di lokasi hiburan malam Super House sekitar pukul 22.00 WIB, bersama sejumlah teman, lalu duduk di area sofa yang telah dipesan. 

Sekitar pukul 02.00 WIB, saat berjalan menuju toilet, korban mengaku tidak sengaja menyenggol seorang pria berinisial RCW dan langsung meminta maaf. 

Sesampainya kembali dari toilet, korban tidak sengaja jatuh ke arah tempat duduk RCW dan kembali memohon maaf atas kejadian tersebut.

Tak lama setelah kembali ke kursinya, korban didatangi RCW bersama pria berinisial RG. Korban kemudian langsung dipukul ke bagian ulu hati oleh RG. Situasi lantas memanas meski korban berusaha meredam dengan berkata, "Ada apa, sabar."

Dugaan tindakan kekerasan berlanjut saat dua petugas keamanan hadir di tempat kejadian.

Korban menduga petugas tersebut justru menahan tubuhnya sehingga ia tak bisa bergerak leluasa, sementara RCW, RG, dan pria berinisial JJ memukulnya berulang kali ke arah wajah, mata, dan bagian tubuh lainnya.

Baca Juga: Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

Setelah kejadian, korban dipindahkan petugas keamanan ke ruangan terpisah di dalam lokasi, sementara ketiga orang yang diduga menyerangnya dibiarkan meninggalkan tempat tanpa pengamanan. Setelah menjelaskan kronologi kepada pengelola, korban diantar pulang oleh rekannya.

Sesampainya di rumah, kondisi korban memburuk. Ia mengeluhkan sesak napas, pusing hebat, nyeri sekujur tubuh, dan sulit berjalan. 

Korban kemudian dibawa ke National Hospital untuk pemeriksaan awal, namun luka dan keluhan sakit tak kunjung membaik hingga akhirnya harus dirawat inap di rumah sakit yang sama.

Ibu korban, Fani Agustin, yang mendampingi anaknya dan kuasa hukum saat di Mapolda Jawa Timur, menyatakan anaknya masih berobat serta mengalami trauma psikologis pasca kejadian. 

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Anak saya mengalami luka di mata, ulu hati, kepala, dan masih trauma berat. Ia belum bisa beraktivitas normal seperti sedia kala," ungkapnya.

Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa ini ke kepolisian dan meminta proses hukum berjalan transparan serta adil. 

Selain tiga orang yang telah diamankan, penyidik juga menelusuri keterlibatan pihak lain termasuk dugaan kelalaian pengelola tempat hiburan dan petugas keamanan di lokasi kejadian guna memastikan seluruh pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.