Rabu, 21 Okt 2026 17:25 WIB

Jemaah Umroh di Surabaya Gagal Berangkat Gara-gara Stok Vaksin Meningitis Habis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Sep 2022 14:11 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin meningitis
Ilustrasi penyuntikan vaksin meningitis

selalu.id - Surabaya kehabisan stok vaksin meningitis. Hal ini bedampak pada gagalnya berangkat beberapa jemaah umroh. Tercatat stok vaksin meningitis di Surabaya hanya sebanyak 1103 pada Rabu, (28/9/2022).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada staf ahli Kemenkes untuk segera dikirimkan ke Surabaya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sudah mengotak kesana (Kemenkes), kemarin saya juga menyampaikan kepada tenaga ahlinya (staf ahli Kemenkes)," kata Eri, Kamis (29/9/2022).

Eri mengatakan, akibat habisnya stok vaksin meningitis tersebut, berdampak pada batalnya keberangkatan umroh sebagian warga Surabaya.

"Ini podo karo vaksin covid wingi. (Ini sama kaya vaksin covid-19 kemarin). Ini juga dibutuhkan untuk ibadah umroh, kemarin ada beberapa gak bisa berangkat umroh karena vaksinnya gak ada,"ungkap Eri.

Terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 Surabaya, Slamet Musiswanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyuntikkan untuk masyarakat yang mendaftar online.

"Sampai hari ini KKP masih melakukan penyuntikkan. Stok yang ada kami habiskan buat masyarakat yang telah mendaftar secara online," kata Slamet, Kamis (29/2022).

Slamet menjelaskan, menipisnya stok vaksin itu disebabkan karena produksi dari tiga penyedia vaksin meningitis masih belum ada. Sehingga menimbulkan hambatan.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

"Karena regulasi pemerintah saat ini sudah berusaha mendatangkan impor vaksin dan sekarang sudah ada di Jakarta,tinggal nunggu uji dari BPOM. Semoga bisa cepat keluar," ujarnya.

Meski begitu, Slamet memperkirakan, stok yang semakin menipis itu kemungkinan pada pekan depan pihaknya sudah tidak melakukan penyuntikkan lagi.

"Mungkin dosis terakhir sampai Jumat," ujarnya.

KKP kelas 1 Surabaya menutup pendaftaran baru vaksin meningitis sejak 19 September 2022 kemarin.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

"Kalau sudah habis ya selesai. Tinggal menunggu dari pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Biasanya seminggu dua minggu baru datang," tuturnya.

Lebih lanjut Slamet menerangkan, KKP kelas 1 Surabaya juga telah mengajukan permohonan permintaan vaksin meningitis sebanyak 30 ribu dosis.

"Kami tengah menunggu kiriman Vaksin Meningitis. Mohon doanya semoga bisa segera terdistribusi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.

Ditlantas Polda Jatim Perkuat MQR, Kini Libatkan 5 Pilar Tekan Kecelakaan

Sebelumnya MQR hanya digunakan internal kepolisian untuk penempatan personel dan patroli.

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.