Minggu, 06 Sep 2026 05:55 WIB

Jemaah Umroh di Surabaya Gagal Berangkat Gara-gara Stok Vaksin Meningitis Habis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Sep 2022 14:11 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin meningitis
Ilustrasi penyuntikan vaksin meningitis

selalu.id - Surabaya kehabisan stok vaksin meningitis. Hal ini bedampak pada gagalnya berangkat beberapa jemaah umroh. Tercatat stok vaksin meningitis di Surabaya hanya sebanyak 1103 pada Rabu, (28/9/2022).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada staf ahli Kemenkes untuk segera dikirimkan ke Surabaya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sudah mengotak kesana (Kemenkes), kemarin saya juga menyampaikan kepada tenaga ahlinya (staf ahli Kemenkes)," kata Eri, Kamis (29/9/2022).

Eri mengatakan, akibat habisnya stok vaksin meningitis tersebut, berdampak pada batalnya keberangkatan umroh sebagian warga Surabaya.

"Ini podo karo vaksin covid wingi. (Ini sama kaya vaksin covid-19 kemarin). Ini juga dibutuhkan untuk ibadah umroh, kemarin ada beberapa gak bisa berangkat umroh karena vaksinnya gak ada,"ungkap Eri.

Terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 Surabaya, Slamet Musiswanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyuntikkan untuk masyarakat yang mendaftar online.

"Sampai hari ini KKP masih melakukan penyuntikkan. Stok yang ada kami habiskan buat masyarakat yang telah mendaftar secara online," kata Slamet, Kamis (29/2022).

Slamet menjelaskan, menipisnya stok vaksin itu disebabkan karena produksi dari tiga penyedia vaksin meningitis masih belum ada. Sehingga menimbulkan hambatan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Karena regulasi pemerintah saat ini sudah berusaha mendatangkan impor vaksin dan sekarang sudah ada di Jakarta,tinggal nunggu uji dari BPOM. Semoga bisa cepat keluar," ujarnya.

Meski begitu, Slamet memperkirakan, stok yang semakin menipis itu kemungkinan pada pekan depan pihaknya sudah tidak melakukan penyuntikkan lagi.

"Mungkin dosis terakhir sampai Jumat," ujarnya.

KKP kelas 1 Surabaya menutup pendaftaran baru vaksin meningitis sejak 19 September 2022 kemarin.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Kalau sudah habis ya selesai. Tinggal menunggu dari pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Biasanya seminggu dua minggu baru datang," tuturnya.

Lebih lanjut Slamet menerangkan, KKP kelas 1 Surabaya juga telah mengajukan permohonan permintaan vaksin meningitis sebanyak 30 ribu dosis.

"Kami tengah menunggu kiriman Vaksin Meningitis. Mohon doanya semoga bisa segera terdistribusi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.