Kamis, 22 Okt 2026 02:30 WIB

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Pelaku saat menggendam kakek di Mojokerto. (Dok. Tangkapan layar).
Pelaku saat menggendam kakek di Mojokerto. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Seorang kakek asal Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, menjadi korban penipuan dengan modus gendam, Rabu (22/7/2026).

Akibat gendam itu, sang kakek harus kehilangan epeda motor Honda Supra 125 kesayangannya.

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban tengah mencari rumput di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal.

Dian, anak korban menceritakan, saat bapaknya mencari rumput itu tiba-tiba muncul seorang pria asing yang mengenakan kaos dan topi merah.

"Orangnya pakai kaos merah, topi merah, tas slempang kecil datang ke arah bapak saya yang sedang mencari rumput, kemudian menepuk pundak bapak saya dari belakang. Bapak saya tidak kenal sama orang itu," ungkapnya.

Usai menepuk pundak korban dari belakang, pelaku langsung mengajak korban berkeliling dengan dalih ingin membeli rokok dan gorengan. Dalam kondisi linglung, korban menuruti ajakan tersebut.

Korban kemudian diarahkan menuju sekitar area pemakaman di Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal. Di tempat itulah, pelaku mengaku memiliki sebidang tanah kapling dan sempat menawarkan kopi kepada korban.

Baca Juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

"Dia cerita kalau punya kaplingan di situ, kemudian nawarin kopi dan pinjam sepeda motor bapak saya dengan alasan mau beli kopi. Setelah beberapa saat bapak baru sadar, orang itu tidak kembali dan sepeda motornya sudah dibawa pergi," jelas Dian.

Dian curiga pelaku sudah beraksi di beberapa tempat. Dugaan itu muncul setelah ia membagikan kronologi kejadian di media sosial. Ada netizen yang mengaku pernah mengalami hal serupa dengan ciri pelaku yang mirip.

"Ada yang komentar di postingan Facebook saya kalau pernah jadi korban juga. Diduga pelakunya orang yang sama dan sudah banyak korbannya. Sepeda motor bapak saya yang dibawa kabur pelaku itu Honda Supra 125 warna hitam dengan nopol W 4267 XL," katanya.

Baca Juga: Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Hingga saat ini pihak keluarga belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Namun Dian sudah mengunggah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian ke grup Facebook Info Lantas Mojokerto. Rekaman itu memperlihatkan awal kedatangan pelaku hingga saat korban dibonceng.

"Belum lapor polisi. Tapi ada rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, mulai pelakunya yang datang dan dibonceng bapak saya, saya posting. Semoga dengan postingan saya, pelaku bisa tertangkap dan sepeda motor bapak saya kembali," harapnya.

Keluarga meminta bantuan warga yang melihat atau mengetahui keberadaan motor bapaknya tersebut agar segera memberikan informasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).