Senin, 02 Feb 2026 07:48 WIB

Mencari Keadilan, Ibu Korban Pemerkosaan Temui Hotman Paris di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 24 Sep 2022 21:40 WIB
Ibu korban saat bertemu dengan Hotman Paris
Ibu korban saat bertemu dengan Hotman Paris

selalu.id - Heidy Said, Seorang Ibu asal Manado yang tengah memperjuangkan kasus anak perempuannya rela terbang dari Manado ke Surabaya untuk bertemu dengan pengacara kondang Hotman Paris demi menuntaskan kasus anaknya yang dirasa tidak adil dan masih banyak kejanggalan, Sabtu (24/9/2022). Korban yang berusia 10 tahun meninggal diduga karena diperkosa serta dianiaya oleh dua orang.

Pengacara kondang, Hotman Paris pun mengungkapkan bahwa kasus tersebut banyak kejanggalan yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Ia menyebut korban yang berusia 10 tahun tersebut dibawa ke Rumah Sakit (RS) Eling pada 28 Desember 2021 silam di Manado. Saat diperiksa, ada kerobekan di vaginanya dan pendarahan.

Kata dia, justru hal yang aneh diklaim oleh dokter tersebut bahwa korban terkena penyakit leukimia. Hal itu disebutkan saat setelah korban meninggal dunia.

"Dari situ ada dua kejanggalan, dokter mengakui kalau memang ada kerusakan vagina. Kedua, selama sebulan dirawat ada kerusakan otak, karena kepala dihantam kedinding. Ketiga, kenapa tiba-tiba diomongkan leukimia sesudah meninggal, jadi ada sesuatu yang perlu ditanyakan,"kata Hotman, di W Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (24/9/2022).

Hotman pun mengimbau untuk kasus pemerkosaan ini dilakukan penyelidikan ulang. Sebab, sampai sekarang pun belum ada yang menjadi tersangka.

"Karena umur 10 tahun keluar darah dari vagina itu tidak ada hubungannya dari leukima dong, dan dia belum mens itu ada kejanggalan,"ungkapnya.

"Kenapa sesudah meninggal, tiba-tiba ada konferensi pers dinyatakan oknum aparat meninggal karena leukimia. Anehnya kok rumah sakit ikut ikutan,"lanjutnya.

Lebih lanjut, Hotman menyebut kasus tersebut terjadi di akhir tahun atau Desember 2021. Namun, anehnya olah TKP dilaksanakan saat sebulan kemudian dan saat korban telah meninggal.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Itu sudah meninggal, kejadiannya akhir Desember, olah TKP akhir Januari sesudah meninggal. Bahkan, sesudah kejadian dan dibawa ke rumah sakit tidak ada olah TKP,"jelasnya.

Ia kembali menekankan untuk kasus pemerkosan ini agar kembali dilakukan penyidikan. Apalagi, orangtua korban sudah berjuang sampai terbang ke Surabaya untuk mencari keadilan.

"Sekarang ini ada penguasa hukumnya, saya hanya dukungan moral. Kita yang menerbangkan dari Manado ke Surabaya, kita yang tanggung biaya pesawat dan hotel, kita tanggung. Jadi kita tidak mencari duit disini. Kita berusaha sebaik mungkin,"pungkasnya.

Sementara itu, Ibu korban mengatakan, kuat dugaan putrinya menjadi korban pemerkosaan dan dianiaya. Bahkan, sempat dibawa ke RS Eling pada 28 Desember 2021 silam di Manado, Sulut.

"Semula saya kira I ini mengalami menstruasi dan keluar darah dari vagina pas usia 10 tahun, karena berlebihan darahnya lalu kami bawa ke RS itu. Setelah diperiksa, dinyatakan dokter ada sobekan di selaput darah dan memar di bagian tubuh, kemudian meninggal dunia 24 Januari 2022," kata Heidy

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Namun, ia mengaku terkejut ketika mendapat informasi dari polisi bila putrinya meninggal dunia karena mengidap penyakit, yakni leukimia stadium 4. Bahkan, hal itu disebutnya telah diumumkan saat konpers dari kepolisian.

"Saya kaget, lalu saya lapor setelah itu (tahu putrinya diklaim mengidap leukimia), pas datang langsung menanyakan ke dokter apa benar seperti itu," ujarnya.

Heidy masih berupaya memperjuangkan hak anaknya. Heidy mengaku lebih mempercayai dokter yang menyebut hasil pemeriksaan putrinya tak bisa keluar dalam waktu singkat.

"Pihak RS sebut hasilnya masih lama karena untuk mengecek prosesnya lama, paginya meninggal dan kami kaget, sedangkan dokter bilang hasilnya tidak secepat itu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.