Rabu, 22 Jul 2026 19:15 WIB

Mencari Keadilan, Ibu Korban Pemerkosaan Temui Hotman Paris di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 24 Sep 2022 21:40 WIB
Ibu korban saat bertemu dengan Hotman Paris
Ibu korban saat bertemu dengan Hotman Paris

selalu.id - Heidy Said, Seorang Ibu asal Manado yang tengah memperjuangkan kasus anak perempuannya rela terbang dari Manado ke Surabaya untuk bertemu dengan pengacara kondang Hotman Paris demi menuntaskan kasus anaknya yang dirasa tidak adil dan masih banyak kejanggalan, Sabtu (24/9/2022). Korban yang berusia 10 tahun meninggal diduga karena diperkosa serta dianiaya oleh dua orang.

Pengacara kondang, Hotman Paris pun mengungkapkan bahwa kasus tersebut banyak kejanggalan yang tidak masuk akal.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Ia menyebut korban yang berusia 10 tahun tersebut dibawa ke Rumah Sakit (RS) Eling pada 28 Desember 2021 silam di Manado. Saat diperiksa, ada kerobekan di vaginanya dan pendarahan.

Kata dia, justru hal yang aneh diklaim oleh dokter tersebut bahwa korban terkena penyakit leukimia. Hal itu disebutkan saat setelah korban meninggal dunia.

"Dari situ ada dua kejanggalan, dokter mengakui kalau memang ada kerusakan vagina. Kedua, selama sebulan dirawat ada kerusakan otak, karena kepala dihantam kedinding. Ketiga, kenapa tiba-tiba diomongkan leukimia sesudah meninggal, jadi ada sesuatu yang perlu ditanyakan,"kata Hotman, di W Superclub Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (24/9/2022).

Hotman pun mengimbau untuk kasus pemerkosaan ini dilakukan penyelidikan ulang. Sebab, sampai sekarang pun belum ada yang menjadi tersangka.

"Karena umur 10 tahun keluar darah dari vagina itu tidak ada hubungannya dari leukima dong, dan dia belum mens itu ada kejanggalan,"ungkapnya.

"Kenapa sesudah meninggal, tiba-tiba ada konferensi pers dinyatakan oknum aparat meninggal karena leukimia. Anehnya kok rumah sakit ikut ikutan,"lanjutnya.

Lebih lanjut, Hotman menyebut kasus tersebut terjadi di akhir tahun atau Desember 2021. Namun, anehnya olah TKP dilaksanakan saat sebulan kemudian dan saat korban telah meninggal.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Itu sudah meninggal, kejadiannya akhir Desember, olah TKP akhir Januari sesudah meninggal. Bahkan, sesudah kejadian dan dibawa ke rumah sakit tidak ada olah TKP,"jelasnya.

Ia kembali menekankan untuk kasus pemerkosan ini agar kembali dilakukan penyidikan. Apalagi, orangtua korban sudah berjuang sampai terbang ke Surabaya untuk mencari keadilan.

"Sekarang ini ada penguasa hukumnya, saya hanya dukungan moral. Kita yang menerbangkan dari Manado ke Surabaya, kita yang tanggung biaya pesawat dan hotel, kita tanggung. Jadi kita tidak mencari duit disini. Kita berusaha sebaik mungkin,"pungkasnya.

Sementara itu, Ibu korban mengatakan, kuat dugaan putrinya menjadi korban pemerkosaan dan dianiaya. Bahkan, sempat dibawa ke RS Eling pada 28 Desember 2021 silam di Manado, Sulut.

"Semula saya kira I ini mengalami menstruasi dan keluar darah dari vagina pas usia 10 tahun, karena berlebihan darahnya lalu kami bawa ke RS itu. Setelah diperiksa, dinyatakan dokter ada sobekan di selaput darah dan memar di bagian tubuh, kemudian meninggal dunia 24 Januari 2022," kata Heidy

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Namun, ia mengaku terkejut ketika mendapat informasi dari polisi bila putrinya meninggal dunia karena mengidap penyakit, yakni leukimia stadium 4. Bahkan, hal itu disebutnya telah diumumkan saat konpers dari kepolisian.

"Saya kaget, lalu saya lapor setelah itu (tahu putrinya diklaim mengidap leukimia), pas datang langsung menanyakan ke dokter apa benar seperti itu," ujarnya.

Heidy masih berupaya memperjuangkan hak anaknya. Heidy mengaku lebih mempercayai dokter yang menyebut hasil pemeriksaan putrinya tak bisa keluar dalam waktu singkat.

"Pihak RS sebut hasilnya masih lama karena untuk mengecek prosesnya lama, paginya meninggal dan kami kaget, sedangkan dokter bilang hasilnya tidak secepat itu," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.