Senin, 20 Jul 2026 11:14 WIB

Ini Alasan Penolakan Mundurnya Azrul Ananda dari CEO Persebaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Sep 2022 12:15 WIB
Azrul Ananda (tengah) saat pertandingan Persebaya di Stadion GBT
Azrul Ananda (tengah) saat pertandingan Persebaya di Stadion GBT

selalu.id - Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP) selaku pemegang saham 30 persen klub kebanggaan arek Suroboyo menolak pengunduran diri Azrul Ananda sebagai CEO Persebaya. Pengurus KSAP menilai Azrul telah banyak berjasa untuk Persebaya.

Ketua KSAP Chalid Choromah menyebut, sebagai CEO, Azrul Ananda dinilai telah membawa Klub kesayangan Bonek menjadi lebih baik hingga mencapai beberapa prestasi.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Chalid pun mepaparkan beberapa hal yang positif dan prestasi selama Azrul memegang Persebaya sejak 2017 hingga sekarang atau dalam kurun lima tahun terakhir.

"Kehadiran Azrul saat masuk ke Persebaya pada 2017, mampu mengembalikan kepercayaan pihak luar pada Persebaya. Setelah sebelumnya, terpuruk akibat dualime,"kata Chalid melalui surat penolakan pengunduran diri Azrul Ananda, Jumat (22/9/2022).

Chalid menjelaskan, di tahun yang sama, Azrul mampu membawa tim Persebaya Juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1.

"Sebuah prestasi yang sangat sulit digapai bila tanpa tata kelola manajerial profesional yang dijalankan,"ujarnya.

Kemudian brand Persebaya mulai menguat dengan selaras sebagai klub besar dengan penuh sejarah. Baik di kalangan bisnis, stakeholder sepak bola nasional maupun masyarakat umum.

"Nama Persebaya terus hadir dengan berbagai inovasi dan gebrakan yang dilakukan,"ungkapnya.

Menurutnya, selama dipimpin Azrul, denyut nadi pembinaan berjalan sesuai dengan komitmen. Dimana, PT Persebaya Indonesia memfasilitasi pelaksanaan kompetisi internal dan kelompok umur.

Tak hanya itu, klub anggota juga mendapatkan subsidi tahunan.

"Prestasi di usia dini, terutama di Elit Pro Academy (EPA). Puncaknya yakni keberhasilan EPA U20 juara pada Tahun 2019, dan juga membawa tim Persebaya juara Piala Gubernur Jatim 2020,"jelasnya.

Baca Juga: Pentolan Bonek Andie Peci Berpulang

Lebih lanjut Chalid menjelaskan, Azrul juga memastikan Persebaya tetap eksis dan tahan banting saat Pandemi Covid-19 menghantam.

"Sesuatu yang tentu sangat sulit dilakukan bila Persebaya tidak memiliki seorang leader dengan kemampuan mumpuni seperti Azrul,"tuturnya.

Azrul juga mampu memberdayakan pemain muda produk internal Persebaya untuk mendapatkan promosi ke tim senior.

"Sekaligus secara konsisten menyumbangkan pemain ke Tim Nasional dari jenjang kelompok umur,"ucapnya.

Tak hanya itu, Azrul Ananda juga mampu mengharmonisasi hubungan dengan Pemerintah Kota Surabaya, yang ini berimbas positif bagi Persebaya maupun sepak bola Surabaya.

Berimbasnya itu, seperti terwujudnya gelaran Kejuara Suratin U13 dan U15 Piala Walikota Surabaya 2022.

Baca Juga: Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sukodono, Subandi Ajak Warga Junjung Sportivitas

"Ini sebuah gebrakan yang luar biasa, untuk mengurai kebuntuan yang terjadi selama ini,"pintanya.

Bahkan, Persebaya juga mampu membangun sinergitas dengan Polrestabes Surabaya dan Forkompimda Surabaya yang kuat.

"Membangun jaringan toko (store), penjualan merchandise yang inovatif. Sehingga makin menguatkan brand Persebaya dan sukses menjalankan tata kelola penyelenggaraan pertandingan dengan berbagai terobosan,"terangnya.

Chalid menambahkan, dengan prestasi-prestasi tersebut, membuat Persebaya jadi pionir dan menjadi rujukan klub-klub lainnya.

"Karena itu, keputusan mundur (Azrul) bagi kami, tidak hanya menjadi kerugian besar bagi Persebaya, sepakbola Surabaya tapi juga sepakbola Nasional,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.