Jumat, 05 Jun 2026 06:19 WIB

Ini Alasan Penolakan Mundurnya Azrul Ananda dari CEO Persebaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Sep 2022 12:15 WIB
Azrul Ananda (tengah) saat pertandingan Persebaya di Stadion GBT
Azrul Ananda (tengah) saat pertandingan Persebaya di Stadion GBT

selalu.id - Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP) selaku pemegang saham 30 persen klub kebanggaan arek Suroboyo menolak pengunduran diri Azrul Ananda sebagai CEO Persebaya. Pengurus KSAP menilai Azrul telah banyak berjasa untuk Persebaya.

Ketua KSAP Chalid Choromah menyebut, sebagai CEO, Azrul Ananda dinilai telah membawa Klub kesayangan Bonek menjadi lebih baik hingga mencapai beberapa prestasi.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

Chalid pun mepaparkan beberapa hal yang positif dan prestasi selama Azrul memegang Persebaya sejak 2017 hingga sekarang atau dalam kurun lima tahun terakhir.

"Kehadiran Azrul saat masuk ke Persebaya pada 2017, mampu mengembalikan kepercayaan pihak luar pada Persebaya. Setelah sebelumnya, terpuruk akibat dualime,"kata Chalid melalui surat penolakan pengunduran diri Azrul Ananda, Jumat (22/9/2022).

Chalid menjelaskan, di tahun yang sama, Azrul mampu membawa tim Persebaya Juara Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1.

"Sebuah prestasi yang sangat sulit digapai bila tanpa tata kelola manajerial profesional yang dijalankan,"ujarnya.

Kemudian brand Persebaya mulai menguat dengan selaras sebagai klub besar dengan penuh sejarah. Baik di kalangan bisnis, stakeholder sepak bola nasional maupun masyarakat umum.

"Nama Persebaya terus hadir dengan berbagai inovasi dan gebrakan yang dilakukan,"ungkapnya.

Menurutnya, selama dipimpin Azrul, denyut nadi pembinaan berjalan sesuai dengan komitmen. Dimana, PT Persebaya Indonesia memfasilitasi pelaksanaan kompetisi internal dan kelompok umur.

Tak hanya itu, klub anggota juga mendapatkan subsidi tahunan.

"Prestasi di usia dini, terutama di Elit Pro Academy (EPA). Puncaknya yakni keberhasilan EPA U20 juara pada Tahun 2019, dan juga membawa tim Persebaya juara Piala Gubernur Jatim 2020,"jelasnya.

Baca Juga: Ada yang Bertahan, Ada yang Pergi: Bruno Paraiba Resmi Tinggalkan Persebaya

Lebih lanjut Chalid menjelaskan, Azrul juga memastikan Persebaya tetap eksis dan tahan banting saat Pandemi Covid-19 menghantam.

"Sesuatu yang tentu sangat sulit dilakukan bila Persebaya tidak memiliki seorang leader dengan kemampuan mumpuni seperti Azrul,"tuturnya.

Azrul juga mampu memberdayakan pemain muda produk internal Persebaya untuk mendapatkan promosi ke tim senior.

"Sekaligus secara konsisten menyumbangkan pemain ke Tim Nasional dari jenjang kelompok umur,"ucapnya.

Tak hanya itu, Azrul Ananda juga mampu mengharmonisasi hubungan dengan Pemerintah Kota Surabaya, yang ini berimbas positif bagi Persebaya maupun sepak bola Surabaya.

Berimbasnya itu, seperti terwujudnya gelaran Kejuara Suratin U13 dan U15 Piala Walikota Surabaya 2022.

Baca Juga: Tampil Konsisten Sepanjang Musim, Persebaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

"Ini sebuah gebrakan yang luar biasa, untuk mengurai kebuntuan yang terjadi selama ini,"pintanya.

Bahkan, Persebaya juga mampu membangun sinergitas dengan Polrestabes Surabaya dan Forkompimda Surabaya yang kuat.

"Membangun jaringan toko (store), penjualan merchandise yang inovatif. Sehingga makin menguatkan brand Persebaya dan sukses menjalankan tata kelola penyelenggaraan pertandingan dengan berbagai terobosan,"terangnya.

Chalid menambahkan, dengan prestasi-prestasi tersebut, membuat Persebaya jadi pionir dan menjadi rujukan klub-klub lainnya.

"Karena itu, keputusan mundur (Azrul) bagi kami, tidak hanya menjadi kerugian besar bagi Persebaya, sepakbola Surabaya tapi juga sepakbola Nasional,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.