Pengamat Ekonomi Unair Sebut BLT BBM Belum Cukup Membantu Masyarakat
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 13 Sep 2022 17:10 WIB
selalu.id - Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono menyebut Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan Pemerintah belum mencukupi untuk masyarakat.
Wisnu menjelaskan, pemberian BLT BBM tidak akan cukup menyembuhkan penderitaan masyarakat, melainkan hanya menurunkan intensitas saja, dan itu pun tidak dalam waktu lama.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Apalagi, Presiden Jokowi telah mengintruksikan kepala daerah untuk menggunakan dua persen dana transfer umum sebanyak Rp 2,17 triliun untuk para pekerja di bidang transportasi.
"Pendekatan psikologisnya ini dijalankan, dibikin seneng dulu, supaya nggak terlalu kaget. Masih dalam situasi senang, baru dinaikan. Beda kalau kita ambil keputusan disaat semua orang kecewa, keputusan yang kurang populer pun dampaknya bisa langsung melekat," kata Wisnu, melalui keterangannya, Selasa (13/9/2022).
Menurutnya, Pemerintah memerlukan kebijakan dan regulasi yang lebih proaktif terutama untuk pengembangan usaha produktif masyarakat.
Kata dia, kebijakan pajak yang akan memberatkan masyarakat maupun pengusaha, sebaiknya ditahan terlebih dahulu.
Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, selain masyarakat miskin, golongan rentan miskin dan pengusaha juga diperlukan.
Sebab, kenaikan harga BBM tentu berdampak pada penurunan produksi maupun kenaikan bahan baku yang ikut dampak pada penurunan volume penjualan.
Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Dana penanganan Covid kan sudah tidak ada di tahun depan, sementara, tekanan terhadap ekonomi untuk UMKM pun belum sepenuhnya hilang karena dampak Covid. Sekarang terkena dampak ini. Lalu bagaimana?" jelasnya.
Ia menyarankan, bantuan lain seperti pembukaan akses pasar, permodalan, dan lainnya perlu digalakkan.
Wisnu khawatir kenaikan BBM berdampak pada suku bunga pinjaman. Sehingga pinjaman untuk UMKM akan meningkat.
"Efek spiral tersebut tentunya akan semakin menjatuhkan,"ungkapnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Wisnu mengimbau, masyarakat untuk ikut memantau pendistribusian BLT yang dilakukan pemerintah.
Dengan begitu, kenaikan BBM diharapkan akan semakin menyadarkan pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya green economy dan blue economy, atau ekonomi yang ramah lingkungan.
"Kendaraan listrik akan susah untuk berkembang, kalau tidak diberi ruang untuk berkembang," tutupnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-2609-pengamat-ekonomi-unair-sebut-blt-bbm-belum-cukup-membantu-masyarakat
