Kamis, 04 Jun 2026 14:28 WIB

Pengamat Ekonomi Unair Sebut BLT BBM Belum Cukup Membantu Masyarakat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Sep 2022 17:10 WIB
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono

selalu.id - Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono menyebut Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan Pemerintah belum mencukupi untuk masyarakat.

Wisnu menjelaskan, pemberian BLT BBM tidak akan cukup menyembuhkan penderitaan masyarakat, melainkan hanya menurunkan intensitas saja, dan itu pun tidak dalam waktu lama.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Apalagi, Presiden Jokowi telah mengintruksikan kepala daerah untuk menggunakan dua persen dana transfer umum sebanyak Rp 2,17 triliun untuk para pekerja di bidang transportasi.

"Pendekatan psikologisnya ini dijalankan, dibikin seneng dulu, supaya nggak terlalu kaget. Masih dalam situasi senang, baru dinaikan. Beda kalau kita ambil keputusan disaat semua orang kecewa, keputusan yang kurang populer pun dampaknya bisa langsung melekat," kata Wisnu, melalui keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, Pemerintah memerlukan kebijakan dan regulasi yang lebih proaktif terutama untuk pengembangan usaha produktif masyarakat.

Kata dia, kebijakan pajak yang akan memberatkan masyarakat maupun pengusaha, sebaiknya ditahan terlebih dahulu.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, selain masyarakat miskin, golongan rentan miskin dan pengusaha juga diperlukan.

Sebab, kenaikan harga BBM tentu berdampak pada penurunan produksi maupun kenaikan bahan baku yang ikut dampak pada penurunan volume penjualan.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Dana penanganan Covid kan sudah tidak ada di tahun depan, sementara, tekanan terhadap ekonomi untuk UMKM pun belum sepenuhnya hilang karena dampak Covid. Sekarang terkena dampak ini. Lalu bagaimana?" jelasnya.

Ia menyarankan, bantuan lain seperti pembukaan akses pasar, permodalan, dan lainnya perlu digalakkan.

Wisnu khawatir kenaikan BBM berdampak pada suku bunga pinjaman. Sehingga pinjaman untuk UMKM akan meningkat.

"Efek spiral tersebut tentunya akan semakin menjatuhkan,"ungkapnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Wisnu mengimbau, masyarakat untuk ikut memantau pendistribusian BLT yang dilakukan pemerintah.

Dengan begitu, kenaikan BBM diharapkan akan semakin menyadarkan pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya green economy dan blue economy, atau ekonomi yang ramah lingkungan.

"Kendaraan listrik akan susah untuk berkembang, kalau tidak diberi ruang untuk berkembang," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.