Selasa, 20 Okt 2026 02:50 WIB

Pengamat Ekonomi Unair Sebut BLT BBM Belum Cukup Membantu Masyarakat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Sep 2022 17:10 WIB
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono

selalu.id - Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono menyebut Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan Pemerintah belum mencukupi untuk masyarakat.

Wisnu menjelaskan, pemberian BLT BBM tidak akan cukup menyembuhkan penderitaan masyarakat, melainkan hanya menurunkan intensitas saja, dan itu pun tidak dalam waktu lama.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Apalagi, Presiden Jokowi telah mengintruksikan kepala daerah untuk menggunakan dua persen dana transfer umum sebanyak Rp 2,17 triliun untuk para pekerja di bidang transportasi.

"Pendekatan psikologisnya ini dijalankan, dibikin seneng dulu, supaya nggak terlalu kaget. Masih dalam situasi senang, baru dinaikan. Beda kalau kita ambil keputusan disaat semua orang kecewa, keputusan yang kurang populer pun dampaknya bisa langsung melekat," kata Wisnu, melalui keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, Pemerintah memerlukan kebijakan dan regulasi yang lebih proaktif terutama untuk pengembangan usaha produktif masyarakat.

Kata dia, kebijakan pajak yang akan memberatkan masyarakat maupun pengusaha, sebaiknya ditahan terlebih dahulu.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, selain masyarakat miskin, golongan rentan miskin dan pengusaha juga diperlukan.

Sebab, kenaikan harga BBM tentu berdampak pada penurunan produksi maupun kenaikan bahan baku yang ikut dampak pada penurunan volume penjualan.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Dana penanganan Covid kan sudah tidak ada di tahun depan, sementara, tekanan terhadap ekonomi untuk UMKM pun belum sepenuhnya hilang karena dampak Covid. Sekarang terkena dampak ini. Lalu bagaimana?" jelasnya.

Ia menyarankan, bantuan lain seperti pembukaan akses pasar, permodalan, dan lainnya perlu digalakkan.

Wisnu khawatir kenaikan BBM berdampak pada suku bunga pinjaman. Sehingga pinjaman untuk UMKM akan meningkat.

"Efek spiral tersebut tentunya akan semakin menjatuhkan,"ungkapnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Wisnu mengimbau, masyarakat untuk ikut memantau pendistribusian BLT yang dilakukan pemerintah.

Dengan begitu, kenaikan BBM diharapkan akan semakin menyadarkan pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya green economy dan blue economy, atau ekonomi yang ramah lingkungan.

"Kendaraan listrik akan susah untuk berkembang, kalau tidak diberi ruang untuk berkembang," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.