Senin, 02 Feb 2026 08:44 WIB

Pengamat Ekonomi Unair Sebut BLT BBM Belum Cukup Membantu Masyarakat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Sep 2022 17:10 WIB
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono
Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono

selalu.id - Pengamat Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibisono menyebut Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan Pemerintah belum mencukupi untuk masyarakat.

Wisnu menjelaskan, pemberian BLT BBM tidak akan cukup menyembuhkan penderitaan masyarakat, melainkan hanya menurunkan intensitas saja, dan itu pun tidak dalam waktu lama.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Apalagi, Presiden Jokowi telah mengintruksikan kepala daerah untuk menggunakan dua persen dana transfer umum sebanyak Rp 2,17 triliun untuk para pekerja di bidang transportasi.

"Pendekatan psikologisnya ini dijalankan, dibikin seneng dulu, supaya nggak terlalu kaget. Masih dalam situasi senang, baru dinaikan. Beda kalau kita ambil keputusan disaat semua orang kecewa, keputusan yang kurang populer pun dampaknya bisa langsung melekat," kata Wisnu, melalui keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, Pemerintah memerlukan kebijakan dan regulasi yang lebih proaktif terutama untuk pengembangan usaha produktif masyarakat.

Kata dia, kebijakan pajak yang akan memberatkan masyarakat maupun pengusaha, sebaiknya ditahan terlebih dahulu.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, selain masyarakat miskin, golongan rentan miskin dan pengusaha juga diperlukan.

Sebab, kenaikan harga BBM tentu berdampak pada penurunan produksi maupun kenaikan bahan baku yang ikut dampak pada penurunan volume penjualan.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Dana penanganan Covid kan sudah tidak ada di tahun depan, sementara, tekanan terhadap ekonomi untuk UMKM pun belum sepenuhnya hilang karena dampak Covid. Sekarang terkena dampak ini. Lalu bagaimana?" jelasnya.

Ia menyarankan, bantuan lain seperti pembukaan akses pasar, permodalan, dan lainnya perlu digalakkan.

Wisnu khawatir kenaikan BBM berdampak pada suku bunga pinjaman. Sehingga pinjaman untuk UMKM akan meningkat.

"Efek spiral tersebut tentunya akan semakin menjatuhkan,"ungkapnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Wisnu mengimbau, masyarakat untuk ikut memantau pendistribusian BLT yang dilakukan pemerintah.

Dengan begitu, kenaikan BBM diharapkan akan semakin menyadarkan pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya green economy dan blue economy, atau ekonomi yang ramah lingkungan.

"Kendaraan listrik akan susah untuk berkembang, kalau tidak diberi ruang untuk berkembang," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.