Selasa, 20 Okt 2026 17:36 WIB

Bantu TNI AL, Mahasiswa ITS Kembangkan Lampu Canggih Automorse untuk Kapal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Sep 2022 11:43 WIB
Percobaan lampu automorse kapal milik TNI Angkatan Laut
Percobaan lampu automorse kapal milik TNI Angkatan Laut

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi lampu canggih otomatis bernama Automorse.

Inovasi tersebut dikhususkan membantu TNI Angkatan Laut (AL) untuk menyelesaikan masalah lampu komunikasi di Kapal Republik Indoneisa (KRI).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Mahasiswa Departemen Teknik Fisika ITS, Wira Utama mengatakan, selama ini lampu komunikasi KRI bersistem manual yang membuat pekerjaan menjadi lebih lambat dan rentan terjadi human error.

Sehingga, Wira membuat automorse menggunakan sistem pengirim dan penerima sandi flashlight, dengan sistem yang dapat bekerja secara otomatis dan terenkripsi berbasis image processing.

"ini menggunakan sistem komputasi digital yakni Smart Flash Processing System (SFPS),"kata Wira, melalui keterangannya, Senin (12/9/2022)

Sistem yang dikembangkan Wira bersama dua rekannya, Tadeus Pantryan Simarmata dan Niza Rosyda, awalnya dilakukan penyempurnaan SFPS dari hasil pengujian yang telah berhasil mengirim dan menerima pesan secara akurat.

Penyempurnaan itu, kata Wira, menggunakan material sesuai standar militer, sistem keamanan data, baterai, dan banyaknya kalimat yang diterima serta dikirim.

Sehingga, penyempurnaan itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi SFPS. Kemudian, Automorse dapat dioperasikan di luar area ruangan kontrol.

"Ini dapat meminimalisir risiko operator flashlight yang rentan terjadi human error," ungkap Wira.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Lebih lanjut Wira menjelaskan, sistem Automorse ini memiliki bagian perangkat lunak yang berfungsi untuk mengendalikan perangkat keras dan menerjemahkan sandi.

"Untuk perangkat keras ini berbentuk persis lampu sorot berlapis baja dan mikrokontroler,"tuturnya.

Di dalam lampu sorot tersebut, lanjutnya, terdiri dari beberapa komponen yaitu lampu LED, webcam, dan mikrokontroler.

Inovasi ini, Wira menambahkan, timnya telah
merencanakan strategi pemasaran produk, yakni dengan membidik target pasar pada Koarmada II TNI AL.

"Inovasi ini diharapkan dapat menggantikan alat komunikasi sandi konvensional yang terpasang di kapal laut,"ungkapnya.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Tak hanya TNI AL, inovasi ini rencana akan menjalin kerja sama dengan salah satu industri alutsista nasional yaitu PT PAL Indonesia.

Berbagai upaya, pihaknya akan terus dilakukan untuk pengembangan produk hingga dapat menginstalasi 20 KRI.

Meski begitu, sebagai innovator, mereka masih terkendala untuk menembus pasar jika tidak memiliki relasi bisnis ke pemerintahan.

"Kami berharap ITS membuka jalur khusus alumni agar dapat membantu pemasaran produk kami dan melakukan pendampingan secara berkala," terangnya. (Ade/SL1).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.