Senin, 19 Okt 2026 21:41 WIB

Tes Masif dan Klaster Jenazah Disebut Penyebab Tingginya Penyebaran Covid-19 di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jun 2020 23:39 WIB

Surabaya (selalu.id) - Kepala Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo mengakui peningkatan jumlah pasien positif di Jawa Timur saat ini memang cukup tinggi. Saat ini tercatat lebih dari 10 ribu pasien positif dan jumlahnya bisa terus bertambah setiap harinya itu karena dilakukannya tes masif melalui rapid test.

"Saat ini junlahnya 10 ribu mendekati 11 ribu, bahkan mendekati (jumlah positif) Jakarta. Dari tes masif yang dilakukan, per hari bisa mencapai 2.000 spesimen, sehingga penambahan kasus di Jatim per hari bisa mencapai 100-300 orang positif baru," jelas Doni saat rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) petang.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Selain itu, lanjut Doni, dari hasil diskusinya bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, muncul klaster baru di Jatim yang membuat peningkatan jumlah kasus baru.

"Ini perlu kajian, karena selain tes masif, juga ada klaster baru, yakni klaster jenazah," ungkapnya.

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Ia menegaskan, perlu upaya khusus untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jatim.

"Upaya maksimal bisa dilakukan, setiap ada pasien meninggal maka perlu pendekatan keluarga. Tidak perlu gegabah, jika ada keluarga yang komorbid (menderita penyakir penyerta) maka sangat berbahaya," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Doni menyontohkan, pendekatan bisa dilakukan melalui tokoh agama dan MUI, agar pemulangan jenazah secara paksa dan pemakaman tanpa protokol Covid-19 agar tidak terulang lagi. Selain itu, langkah untuk isolasi mandiri di tingkat RT atau RW yang sudah dilakukan agar lebih diagresifkan lagi.

"Untuk isolasi mandiri ini, yang positif harus lebih disiplin dan tidak lakukan kegiatan keluar rumah. Dilakukan kampanye pencegahan. Karena bersikap berani menghadapi penyakit Covid-19 ini tidak bagus karena bersiko untuk diri sendiri dan keluarga," jelasnya. (jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.