Senin, 02 Feb 2026 01:36 WIB

Tes Masif dan Klaster Jenazah Disebut Penyebab Tingginya Penyebaran Covid-19 di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jun 2020 23:39 WIB

Surabaya (selalu.id) - Kepala Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo mengakui peningkatan jumlah pasien positif di Jawa Timur saat ini memang cukup tinggi. Saat ini tercatat lebih dari 10 ribu pasien positif dan jumlahnya bisa terus bertambah setiap harinya itu karena dilakukannya tes masif melalui rapid test.

"Saat ini junlahnya 10 ribu mendekati 11 ribu, bahkan mendekati (jumlah positif) Jakarta. Dari tes masif yang dilakukan, per hari bisa mencapai 2.000 spesimen, sehingga penambahan kasus di Jatim per hari bisa mencapai 100-300 orang positif baru," jelas Doni saat rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) petang.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Selain itu, lanjut Doni, dari hasil diskusinya bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, muncul klaster baru di Jatim yang membuat peningkatan jumlah kasus baru.

"Ini perlu kajian, karena selain tes masif, juga ada klaster baru, yakni klaster jenazah," ungkapnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Ia menegaskan, perlu upaya khusus untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Jatim.

"Upaya maksimal bisa dilakukan, setiap ada pasien meninggal maka perlu pendekatan keluarga. Tidak perlu gegabah, jika ada keluarga yang komorbid (menderita penyakir penyerta) maka sangat berbahaya," jelasnya.

Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Doni menyontohkan, pendekatan bisa dilakukan melalui tokoh agama dan MUI, agar pemulangan jenazah secara paksa dan pemakaman tanpa protokol Covid-19 agar tidak terulang lagi. Selain itu, langkah untuk isolasi mandiri di tingkat RT atau RW yang sudah dilakukan agar lebih diagresifkan lagi.

"Untuk isolasi mandiri ini, yang positif harus lebih disiplin dan tidak lakukan kegiatan keluar rumah. Dilakukan kampanye pencegahan. Karena bersikap berani menghadapi penyakit Covid-19 ini tidak bagus karena bersiko untuk diri sendiri dan keluarga," jelasnya. (jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.