Kamis, 04 Jun 2026 17:25 WIB

Busa di Sungai Kalisari Tak Hanya dari Limbah Rumah Tangga, Ini kata Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Agu 2022 13:06 WIB
Busa di Sungai Kalisari
Busa di Sungai Kalisari

selalu.id - Hasil uji laboratorium sampel air berbusa di Sungai Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, menunjukkan pada level 4 atau paling kotor. Pemkot Surabaya menduga hal itu akibat limbah rumah tangga.

Pengamat Sungai atau Direktur Ecoton, Daru Setyorini menjelaskan, busa yang terjadi di sungai Kalisari Damen itu, disebabkan pengadukan air saat rumah pompa beroperasi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Limbah yang terakumulasi di sungai dan lumpur sungai itu teraduk membentuk hamparan busa di kalisari,"kata Daru, saat dihubungi selalu.id, Senin (29/8/2022).

Menurutnya, tidak hanya warga sekitar yang membuang sampah bekas cucian, namun, banyak pengusaha kafe atau laundry, bahkan hotel yang membuang sampah air cuci ke sungai tersebut.

"Ada usaha pengepul sampah yang cuci-cuci airnya dibuang disana, banyak hotel baru juga disana,"ujarnya.

Sehingga, Daru meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menelusuri sumber penghasil limbah deterjen apakah berasal dari rumah tangga atau industri.

"Hal itu untuk menentukan upaya pencegahan dan rencana pemulihan pencemaran limbah deterjen di Rumah Pompa Tambak Wedi dan Rumah Pompa Wonorejo,"jelasnya.

Tah hanya itu, Pemkot juga harus menguji kadar deterjen MBAS, fosfat, klorin dalam air sungai dan sedimen dasar sungai di semua inlet rumah pompa banjir di wilayah Kota Surabaya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Pemkot juga harus melakukan analisis yang sama untuk air buangan selama
rumah pompa dioperasikan,"tuturnya.

Lebih lanjut Daru menyampaikan, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nomor 72 Jawa Timur 2013, pencemaran limbah detergen harus dipulihkan.

"Agar selalu memenuhi baku mutu limbah rumah tangga,"ujarnya.

Pemulihan pencemaran limbah detergen itu, lanjutnya, dengan cara menggeruk sedimen dasar perairan di sekitar inlet rumah pompa.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Mengolah sedimen dengan cara
yang aman untuk menghilangkan kadar limbah deterjen yang terakumulasi dalam sedimen,"tuturnya.

Daru juga menambahkan, Pemkot harus membangun instalasi pengolahan air limbah rumah tangga di semua rumah pompa.

Hal itu untuk mengolah limbah cair sebelum dipompa ke perairan penerima dengan activated sludge dan aerator yang memadai

"Pemkot harus benahi sistem sewerage untuk penyaluran limbah RT ke ipal komunal sebelum dialirkan ke semua rumah pompa,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.