Selasa, 21 Jul 2026 07:50 WIB

Busa di Sungai Kalisari Tak Hanya dari Limbah Rumah Tangga, Ini kata Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Agu 2022 13:06 WIB
Busa di Sungai Kalisari
Busa di Sungai Kalisari

selalu.id - Hasil uji laboratorium sampel air berbusa di Sungai Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, menunjukkan pada level 4 atau paling kotor. Pemkot Surabaya menduga hal itu akibat limbah rumah tangga.

Pengamat Sungai atau Direktur Ecoton, Daru Setyorini menjelaskan, busa yang terjadi di sungai Kalisari Damen itu, disebabkan pengadukan air saat rumah pompa beroperasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Limbah yang terakumulasi di sungai dan lumpur sungai itu teraduk membentuk hamparan busa di kalisari,"kata Daru, saat dihubungi selalu.id, Senin (29/8/2022).

Menurutnya, tidak hanya warga sekitar yang membuang sampah bekas cucian, namun, banyak pengusaha kafe atau laundry, bahkan hotel yang membuang sampah air cuci ke sungai tersebut.

"Ada usaha pengepul sampah yang cuci-cuci airnya dibuang disana, banyak hotel baru juga disana,"ujarnya.

Sehingga, Daru meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menelusuri sumber penghasil limbah deterjen apakah berasal dari rumah tangga atau industri.

"Hal itu untuk menentukan upaya pencegahan dan rencana pemulihan pencemaran limbah deterjen di Rumah Pompa Tambak Wedi dan Rumah Pompa Wonorejo,"jelasnya.

Tah hanya itu, Pemkot juga harus menguji kadar deterjen MBAS, fosfat, klorin dalam air sungai dan sedimen dasar sungai di semua inlet rumah pompa banjir di wilayah Kota Surabaya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Pemkot juga harus melakukan analisis yang sama untuk air buangan selama
rumah pompa dioperasikan,"tuturnya.

Lebih lanjut Daru menyampaikan, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nomor 72 Jawa Timur 2013, pencemaran limbah detergen harus dipulihkan.

"Agar selalu memenuhi baku mutu limbah rumah tangga,"ujarnya.

Pemulihan pencemaran limbah detergen itu, lanjutnya, dengan cara menggeruk sedimen dasar perairan di sekitar inlet rumah pompa.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Mengolah sedimen dengan cara
yang aman untuk menghilangkan kadar limbah deterjen yang terakumulasi dalam sedimen,"tuturnya.

Daru juga menambahkan, Pemkot harus membangun instalasi pengolahan air limbah rumah tangga di semua rumah pompa.

Hal itu untuk mengolah limbah cair sebelum dipompa ke perairan penerima dengan activated sludge dan aerator yang memadai

"Pemkot harus benahi sistem sewerage untuk penyaluran limbah RT ke ipal komunal sebelum dialirkan ke semua rumah pompa,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.