Selasa, 20 Okt 2026 09:36 WIB

Busa di Sungai Kalisari Tak Hanya dari Limbah Rumah Tangga, Ini kata Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Agu 2022 13:06 WIB
Busa di Sungai Kalisari
Busa di Sungai Kalisari

selalu.id - Hasil uji laboratorium sampel air berbusa di Sungai Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, menunjukkan pada level 4 atau paling kotor. Pemkot Surabaya menduga hal itu akibat limbah rumah tangga.

Pengamat Sungai atau Direktur Ecoton, Daru Setyorini menjelaskan, busa yang terjadi di sungai Kalisari Damen itu, disebabkan pengadukan air saat rumah pompa beroperasi.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Limbah yang terakumulasi di sungai dan lumpur sungai itu teraduk membentuk hamparan busa di kalisari,"kata Daru, saat dihubungi selalu.id, Senin (29/8/2022).

Menurutnya, tidak hanya warga sekitar yang membuang sampah bekas cucian, namun, banyak pengusaha kafe atau laundry, bahkan hotel yang membuang sampah air cuci ke sungai tersebut.

"Ada usaha pengepul sampah yang cuci-cuci airnya dibuang disana, banyak hotel baru juga disana,"ujarnya.

Sehingga, Daru meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menelusuri sumber penghasil limbah deterjen apakah berasal dari rumah tangga atau industri.

"Hal itu untuk menentukan upaya pencegahan dan rencana pemulihan pencemaran limbah deterjen di Rumah Pompa Tambak Wedi dan Rumah Pompa Wonorejo,"jelasnya.

Tah hanya itu, Pemkot juga harus menguji kadar deterjen MBAS, fosfat, klorin dalam air sungai dan sedimen dasar sungai di semua inlet rumah pompa banjir di wilayah Kota Surabaya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Pemkot juga harus melakukan analisis yang sama untuk air buangan selama
rumah pompa dioperasikan,"tuturnya.

Lebih lanjut Daru menyampaikan, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nomor 72 Jawa Timur 2013, pencemaran limbah detergen harus dipulihkan.

"Agar selalu memenuhi baku mutu limbah rumah tangga,"ujarnya.

Pemulihan pencemaran limbah detergen itu, lanjutnya, dengan cara menggeruk sedimen dasar perairan di sekitar inlet rumah pompa.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Mengolah sedimen dengan cara
yang aman untuk menghilangkan kadar limbah deterjen yang terakumulasi dalam sedimen,"tuturnya.

Daru juga menambahkan, Pemkot harus membangun instalasi pengolahan air limbah rumah tangga di semua rumah pompa.

Hal itu untuk mengolah limbah cair sebelum dipompa ke perairan penerima dengan activated sludge dan aerator yang memadai

"Pemkot harus benahi sistem sewerage untuk penyaluran limbah RT ke ipal komunal sebelum dialirkan ke semua rumah pompa,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.