Kamis, 23 Jul 2026 18:04 WIB

Doktor ITS Temukan Sistem Penghitungan Kasus DBD Melalui Jejak Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Jul 2022 14:29 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti menggigit manusia. Foto: Istimewa
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti menggigit manusia. Foto: Istimewa

selalu.id - Doktor Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat penelitian sistem penghitungan kasus DBD di Indonesia melalui jejak digital internet.

Doktor yang juga Dosen Departemen Sistem Informasi ITS, Wiwik Anggraeni menjelaskan, kasus DBD pada beberapa wilayah di Indonesia tidak sesuai antara data di komputer dengan kondisi di lapangan. Hal ini disebabkan masyarakat cenderung untuk mencari informasi suatu gejala penyakit melalui internet.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Dari jejak digital ini yang dapat kami manfaatkan untuk memprediksi jumlah kasus DBD pada suatu wilayah," kata Wiwik melalui keterangannya, Jumat (29/7/2022).

Melalui penelitiannya, Wiwik menciptakan sebuah sistem pemodelan gabungan dari sistem Dekomposisi dan Bidirectional Long Short Term Memory (BiLSTM) yang disebut dengan sistem model WHAI.

"Penelitiannya berjudul Representasi dari Media Sosial, Query Internet, dan Data Surveilans untuk Memprediksi Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue menggunakan Model WHAI,"ujarnya.

Penggabungan dua sistem tersebut, kata dia, dilakukan agar pemetaan dan prediksi jumlah kasus DBD lebih akurat dan aktual.

Selain itu, Wiwik menjelaskan, sistem model WHAI bekerja dengan mengombinasikan beberapa variabel tertentu seperti jumlah aktivitas media sosial yang terkait dengan penyakit DBD, jumlah kasus DBD yang terdeteksi, jumlah curah hujan, kelembaban udara, kecepatan dan arah angin, dan temperatur cuaca.

"Data akhir yang diolah dari variabel tersebut akan dibandingkan dengan data kasus jumlah DBD yang terlapor,"jelasnya.

"Didapatkan daerah Kabupaten Malang dan Kota Surabaya menjadi daerah yang rawan DBD," imbuhnya.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Penelitiannya tersebut dilakukan juga berlokasi di Kabupaten Malang dan Kota Surabaya.

Alasannya, Wiwik memilih Kabupaten Malang sebagai tempat penelitian karena wilayah tersebut cukup luas dan ditambah kondisi geografis yang beragam. Sehingga mampu memberikan hasil data yang lebih variatif.

"Sementara Surabaya dipilih sebagai salah satu tempat penelitian di kota besar," jelasnya.

Lebih lanjut Wiwiek mengungkapkan, ide nama sistem model WHAI diambil dari akronim nama Wiwik Anggraeni dan tiga peneliti lain sekaligus promotor dalam sidang doktor ini yaitu ProfMauridhi Hery Purnomo, Dr Eko Mulyanto Yuniarti, dan Reza Fuad Rachmadi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Sebenarnya penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang sama berkaitan dengan DBD," ujar perempuan asal Madiun ini.

Dalam penerapannya, sistem model WHAI sudah mulai diterapkan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Wiwik berharap sistem model WHAI tersebut dapat digunakan tidak hanya untuk DBD, namun untuk antisipasi wabah lainnya.

"Saya berharap penelitian ini dapat bermanfaat untuk membantu kesehatan pada masyarakat," ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo di Kejati Jatim, Aliansi Madura Indonesia Desak Mantan Jampidsus Segera Diadili dan Dimiskinkan

Massa juga mengatakan penegakan hukum di Indonesia saat ini hanya berlaku kepada rakyat kecil dan tidak berani menyentuh kepada pejabat.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.