Sabtu, 24 Okt 2026 02:59 WIB

Doktor ITS Temukan Sistem Penghitungan Kasus DBD Melalui Jejak Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Jul 2022 14:29 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti menggigit manusia. Foto: Istimewa
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti menggigit manusia. Foto: Istimewa

selalu.id - Doktor Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat penelitian sistem penghitungan kasus DBD di Indonesia melalui jejak digital internet.

Doktor yang juga Dosen Departemen Sistem Informasi ITS, Wiwik Anggraeni menjelaskan, kasus DBD pada beberapa wilayah di Indonesia tidak sesuai antara data di komputer dengan kondisi di lapangan. Hal ini disebabkan masyarakat cenderung untuk mencari informasi suatu gejala penyakit melalui internet.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

"Dari jejak digital ini yang dapat kami manfaatkan untuk memprediksi jumlah kasus DBD pada suatu wilayah," kata Wiwik melalui keterangannya, Jumat (29/7/2022).

Melalui penelitiannya, Wiwik menciptakan sebuah sistem pemodelan gabungan dari sistem Dekomposisi dan Bidirectional Long Short Term Memory (BiLSTM) yang disebut dengan sistem model WHAI.

"Penelitiannya berjudul Representasi dari Media Sosial, Query Internet, dan Data Surveilans untuk Memprediksi Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue menggunakan Model WHAI,"ujarnya.

Penggabungan dua sistem tersebut, kata dia, dilakukan agar pemetaan dan prediksi jumlah kasus DBD lebih akurat dan aktual.

Selain itu, Wiwik menjelaskan, sistem model WHAI bekerja dengan mengombinasikan beberapa variabel tertentu seperti jumlah aktivitas media sosial yang terkait dengan penyakit DBD, jumlah kasus DBD yang terdeteksi, jumlah curah hujan, kelembaban udara, kecepatan dan arah angin, dan temperatur cuaca.

"Data akhir yang diolah dari variabel tersebut akan dibandingkan dengan data kasus jumlah DBD yang terlapor,"jelasnya.

"Didapatkan daerah Kabupaten Malang dan Kota Surabaya menjadi daerah yang rawan DBD," imbuhnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Penelitiannya tersebut dilakukan juga berlokasi di Kabupaten Malang dan Kota Surabaya.

Alasannya, Wiwik memilih Kabupaten Malang sebagai tempat penelitian karena wilayah tersebut cukup luas dan ditambah kondisi geografis yang beragam. Sehingga mampu memberikan hasil data yang lebih variatif.

"Sementara Surabaya dipilih sebagai salah satu tempat penelitian di kota besar," jelasnya.

Lebih lanjut Wiwiek mengungkapkan, ide nama sistem model WHAI diambil dari akronim nama Wiwik Anggraeni dan tiga peneliti lain sekaligus promotor dalam sidang doktor ini yaitu ProfMauridhi Hery Purnomo, Dr Eko Mulyanto Yuniarti, dan Reza Fuad Rachmadi.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

"Sebenarnya penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang sama berkaitan dengan DBD," ujar perempuan asal Madiun ini.

Dalam penerapannya, sistem model WHAI sudah mulai diterapkan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Wiwik berharap sistem model WHAI tersebut dapat digunakan tidak hanya untuk DBD, namun untuk antisipasi wabah lainnya.

"Saya berharap penelitian ini dapat bermanfaat untuk membantu kesehatan pada masyarakat," ujarnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.