Minggu, 06 Sep 2026 07:45 WIB

Tren Fashion Week, Namira Ecoprint Pamerkan Busana di Jalan Tunjungan Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 12:33 WIB
Para model memperagakan busana batik Ecoprint di CFD Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/7/2022)
Para model memperagakan busana batik Ecoprint di CFD Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/7/2022)

selalu.id - Mengikuti tren fashion week yang saat ini sedang menjalar diberbagai daerah, termasuk Surabaya, Namira Ecoprint pamerkan produk busana ramah lingkungan di Car Free Day (CFD) Jalan Tunjungan, Minggu (24/7/2022) pagi.

Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, menungkapkan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan produk karya busananya ditampilkan dengan ala Fashion On the Street.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Namun, yayuk khawatir bisa menganggu jalanan lalu lintas ataupun membuat kemacetan. Sehingga, ia memilih hari yang tepat seperti hari weekend CFD.

"Kita ini sudah lama punya keinginan untuk fashion on the street di jalan ya. Kemudian kita juga takut menganggu lalu lintas, bukannya apik justru rusuhin,"kata Yayuk, di Jalan Tunjungan.

Menurutnya, program Pemkot Surabaya tentang Jalan Tunjungan ini sangat luar biasa. Sebab, programnya seperti tunjungan romansa maupun suasana CFD yang ditambahi khas sejarah mlaku-mlaku Tunjungan itu. Ternyata, sangat bagus untuk pamerin fashion.

"Sebenarya kita juga sering ya. Cuma ini kita sudah lama. Bahkan kemarin sudah di alun alun di Balai Pemuda. Karena produk kami etnik , kita juga bikin tempat-tempat penuh nuansa sejarah. Tunjungan ini kan luar biasa,"ungkapnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Yayuk menjelaskan, produk ecoprint miliknya tersebut merupakan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan motif daunan hingga bunga. Sedangkan untuk pewarnanya berasal dari batang pohon.

"Kenapa pewarnaan kami beda dengan yang lain, jadi alam itu tidak bisa instan, alam itu harus telaten. Kami, paling suka berekspremin, sehingga menimbulkan warna sangat berbeda,"jelasnya.

Lebih lanjut Yayuk menjelaskan bahwa sisa produknya tersebut bisa diolah menjadi kompos. Menurutnya, produk yang ia buat itu bisa melatih masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Membuat lingkungan menjadi cantik, bersih karena ramah lingkungan,"ujarnya.

Salah satu pengunjung CFD Jalan Tunjungan, Anita mengaku tren fashion tersebut bagus asalkan jangan menganggu jalanan. Lebih baik, tampil pada saat ada event-event atau seperti di suasana CFD.

"Kalau bisa jangan ganggu jalanan, apalagi bikin macet,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.