Senin, 02 Feb 2026 01:22 WIB

Tren Fashion Week, Namira Ecoprint Pamerkan Busana di Jalan Tunjungan Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 12:33 WIB
Para model memperagakan busana batik Ecoprint di CFD Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/7/2022)
Para model memperagakan busana batik Ecoprint di CFD Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/7/2022)

selalu.id - Mengikuti tren fashion week yang saat ini sedang menjalar diberbagai daerah, termasuk Surabaya, Namira Ecoprint pamerkan produk busana ramah lingkungan di Car Free Day (CFD) Jalan Tunjungan, Minggu (24/7/2022) pagi.

Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, menungkapkan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan produk karya busananya ditampilkan dengan ala Fashion On the Street.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Namun, yayuk khawatir bisa menganggu jalanan lalu lintas ataupun membuat kemacetan. Sehingga, ia memilih hari yang tepat seperti hari weekend CFD.

"Kita ini sudah lama punya keinginan untuk fashion on the street di jalan ya. Kemudian kita juga takut menganggu lalu lintas, bukannya apik justru rusuhin,"kata Yayuk, di Jalan Tunjungan.

Menurutnya, program Pemkot Surabaya tentang Jalan Tunjungan ini sangat luar biasa. Sebab, programnya seperti tunjungan romansa maupun suasana CFD yang ditambahi khas sejarah mlaku-mlaku Tunjungan itu. Ternyata, sangat bagus untuk pamerin fashion.

"Sebenarya kita juga sering ya. Cuma ini kita sudah lama. Bahkan kemarin sudah di alun alun di Balai Pemuda. Karena produk kami etnik , kita juga bikin tempat-tempat penuh nuansa sejarah. Tunjungan ini kan luar biasa,"ungkapnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Yayuk menjelaskan, produk ecoprint miliknya tersebut merupakan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan motif daunan hingga bunga. Sedangkan untuk pewarnanya berasal dari batang pohon.

"Kenapa pewarnaan kami beda dengan yang lain, jadi alam itu tidak bisa instan, alam itu harus telaten. Kami, paling suka berekspremin, sehingga menimbulkan warna sangat berbeda,"jelasnya.

Lebih lanjut Yayuk menjelaskan bahwa sisa produknya tersebut bisa diolah menjadi kompos. Menurutnya, produk yang ia buat itu bisa melatih masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Membuat lingkungan menjadi cantik, bersih karena ramah lingkungan,"ujarnya.

Salah satu pengunjung CFD Jalan Tunjungan, Anita mengaku tren fashion tersebut bagus asalkan jangan menganggu jalanan. Lebih baik, tampil pada saat ada event-event atau seperti di suasana CFD.

"Kalau bisa jangan ganggu jalanan, apalagi bikin macet,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.