Jumat, 05 Jun 2026 23:52 WIB

Tren Fashion Week, Namira Ecoprint Pamerkan Busana di Jalan Tunjungan Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Jul 2022 12:33 WIB
Para model memperagakan busana batik Ecoprint di CFD Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/7/2022)
Para model memperagakan busana batik Ecoprint di CFD Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu (24/7/2022)

selalu.id - Mengikuti tren fashion week yang saat ini sedang menjalar diberbagai daerah, termasuk Surabaya, Namira Ecoprint pamerkan produk busana ramah lingkungan di Car Free Day (CFD) Jalan Tunjungan, Minggu (24/7/2022) pagi.

Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, menungkapkan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan produk karya busananya ditampilkan dengan ala Fashion On the Street.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Namun, yayuk khawatir bisa menganggu jalanan lalu lintas ataupun membuat kemacetan. Sehingga, ia memilih hari yang tepat seperti hari weekend CFD.

"Kita ini sudah lama punya keinginan untuk fashion on the street di jalan ya. Kemudian kita juga takut menganggu lalu lintas, bukannya apik justru rusuhin,"kata Yayuk, di Jalan Tunjungan.

Menurutnya, program Pemkot Surabaya tentang Jalan Tunjungan ini sangat luar biasa. Sebab, programnya seperti tunjungan romansa maupun suasana CFD yang ditambahi khas sejarah mlaku-mlaku Tunjungan itu. Ternyata, sangat bagus untuk pamerin fashion.

"Sebenarya kita juga sering ya. Cuma ini kita sudah lama. Bahkan kemarin sudah di alun alun di Balai Pemuda. Karena produk kami etnik , kita juga bikin tempat-tempat penuh nuansa sejarah. Tunjungan ini kan luar biasa,"ungkapnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Yayuk menjelaskan, produk ecoprint miliknya tersebut merupakan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan motif daunan hingga bunga. Sedangkan untuk pewarnanya berasal dari batang pohon.

"Kenapa pewarnaan kami beda dengan yang lain, jadi alam itu tidak bisa instan, alam itu harus telaten. Kami, paling suka berekspremin, sehingga menimbulkan warna sangat berbeda,"jelasnya.

Lebih lanjut Yayuk menjelaskan bahwa sisa produknya tersebut bisa diolah menjadi kompos. Menurutnya, produk yang ia buat itu bisa melatih masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Membuat lingkungan menjadi cantik, bersih karena ramah lingkungan,"ujarnya.

Salah satu pengunjung CFD Jalan Tunjungan, Anita mengaku tren fashion tersebut bagus asalkan jangan menganggu jalanan. Lebih baik, tampil pada saat ada event-event atau seperti di suasana CFD.

"Kalau bisa jangan ganggu jalanan, apalagi bikin macet,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.