Sabtu, 06 Jun 2026 02:10 WIB

Hati-hati Jika Lewat Jalan Embong Kenongo dan Kenari Surabaya, Ini Sebabnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 19 Jul 2022 18:16 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau pengerjaan saluran airaan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau pengerjaan saluran airaan

selalu.id - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mulai mengerjakan crossing saluran di Jalan Embong Kenongo dan Jalan Kenari.

Pengerjaan dua crossing saluran itu sebagai langkah untuk mengatasi genangan di kawasan pusat kota.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Pemkot mengimbau kepada warga atau pengendara yang akan melintas di kawasan itu agar dapat berhati-hati.

Di lain hal, warga juga diharapkan dapat memaklumi karena terganggunya sementara akses jalan di kawasan tersebut untuk kebaikan bersama.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menekankan agar pengerjaan kedua saluran crossing itu dapat rampung Desember 2022.

Baik itu pengerjaan crossing saluran di Jalan Kenari, maupun Jalan Embong Kenongo yang akan terkoneksi dengan pedestrian di Jalan Kayoon.

"Estimasi selesai di bulan Desember tanggal 7. Jadi saya sudah sampaikan ke teman-teman semua proyek pemerintah itu STT 1 nya maksimal 15 Desember. Tidak boleh lebih dari itu, kecuali dalam kondisi tertentu," kata Eri, Selasa (19/7/2022).

Meski nantinya Desember pengerjaan jalan di atas box culvert belum 100 persen rampung. Namun ia menekankan agar saluran harus sudah terkoneksi.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Dengan begitu diharapkan agar ketika hujan deras turun, aliran air sudah bisa terkoneksi dengan yang lain.

"Jadi ketika hujan, aliran airnya juga sudah bisa terkoneksi satu dengan yang lain. Karena ternyata kalau banjir ini seperti teman-teman tadi lihat ke dalam (saluran) pun koneksinya tidak ada," jelas dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan pengerjaan crossing saluran di Jalan Embong Kenongo tersebut, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Jadi, Jalan Embong Kenongo itu nilai proyeknya Rp 13 miliar, dari Panglima Sudirman sampai sebrangnya kita buatkan saluran itu masuk ke Kenari. Terus yang kita potong (crossing) dari Jalan Simpang Pojok, tadi masuk ke dalam (Jalan Kenari) kurang lebih Rp3 miliar," papar dia.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Eri menambahkan, penanganan genangan dengan menggunakan skema pihak ketiga, Pemkot Surabaya juga melakukanya dengan cara swakelola atau dikerjakan sendiri.

Misalnya, Eri menjelaskan seperti pengerjaan untuk mengkoneksikan riol atau saluran di pedestrian yang sudah ada.

"Kita kerjakan swakelola karena sudah ada salurannya tinggal konek-konekan saja. Karena apa? Ketika kita masuk ke dalam, salurannya ada semua tapi tidak konek," pungkas dia. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.