Kamis, 22 Okt 2026 05:24 WIB

WWC Keberatan Jika Sidang Kasus Pencabulan di Shiddiqiyyah Digelar Offline

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Jul 2022 18:53 WIB
Terdakwa saat menjalani persidangan online dari Rutan Kelas satu Surabaya
Terdakwa saat menjalani persidangan online dari Rutan Kelas satu Surabaya

selalu.id - Women Crisis Center (WWC) khawatir apabila persidangan kasus pencabulan santriwati Pondok Pesantren Shiddiqiyyah dilakukan secara offline akan menganggu psikologis korban.

Salah satu pendamping korban WWC, Anna Abdillah mengatakan, kemungkinan jika dilakukan persidangan secara offline dan terdakwa dan korban dipertemukan, khawatir korban akan mengalami trauma.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Kalau dua-duanya (korban dan terdakwa) datang di pengadilan, mungkin pada sisi keamanan dan psikologi korban juga perlu dipertimbangkan," ujar Anna, Senin (18/7/2022).

Anna menyampaikan, pertimbangan keamanan dan psikologis korban juga di perhatikan. Ia pun khawatir korban dipertemukan dengan Mas Bechi di PN Surabaya dapat membuat korban trauma.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Kalau online-nya terdakwa ya tidak masalah, kalau offline saya belum tau, ada sisi traumatis sudah pasti,"jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, I Gede Pesek menyesalkan persidangan perdana yang digelar secara online di PN Surabaya, Senin (18/7/2022) secara tertutup.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Menurutnya, sidang tersebut dianggap dakwaan sumir. Gede pun mengganggap pemindahan lokasi sidang dari Pengadilan Negeri Jombang ke PN Surabaya dianggap sia-sia lantaran online.

"Kalau di Surabaya hadirkan dong biar kita sama-sama merasakan keadilan, apakah peristiwa yang didakwakan fakta atau peristiwa yang didakwakan fiktif kan bisa diuji," terangnya. (Ade/SL1).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).