Kamis, 04 Jun 2026 21:29 WIB

WWC Keberatan Jika Sidang Kasus Pencabulan di Shiddiqiyyah Digelar Offline

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Jul 2022 18:53 WIB
Terdakwa saat menjalani persidangan online dari Rutan Kelas satu Surabaya
Terdakwa saat menjalani persidangan online dari Rutan Kelas satu Surabaya

selalu.id - Women Crisis Center (WWC) khawatir apabila persidangan kasus pencabulan santriwati Pondok Pesantren Shiddiqiyyah dilakukan secara offline akan menganggu psikologis korban.

Salah satu pendamping korban WWC, Anna Abdillah mengatakan, kemungkinan jika dilakukan persidangan secara offline dan terdakwa dan korban dipertemukan, khawatir korban akan mengalami trauma.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau dua-duanya (korban dan terdakwa) datang di pengadilan, mungkin pada sisi keamanan dan psikologi korban juga perlu dipertimbangkan," ujar Anna, Senin (18/7/2022).

Anna menyampaikan, pertimbangan keamanan dan psikologis korban juga di perhatikan. Ia pun khawatir korban dipertemukan dengan Mas Bechi di PN Surabaya dapat membuat korban trauma.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kalau online-nya terdakwa ya tidak masalah, kalau offline saya belum tau, ada sisi traumatis sudah pasti,"jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, I Gede Pesek menyesalkan persidangan perdana yang digelar secara online di PN Surabaya, Senin (18/7/2022) secara tertutup.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Menurutnya, sidang tersebut dianggap dakwaan sumir. Gede pun mengganggap pemindahan lokasi sidang dari Pengadilan Negeri Jombang ke PN Surabaya dianggap sia-sia lantaran online.

"Kalau di Surabaya hadirkan dong biar kita sama-sama merasakan keadilan, apakah peristiwa yang didakwakan fakta atau peristiwa yang didakwakan fiktif kan bisa diuji," terangnya. (Ade/SL1).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.