Sabtu, 13 Jun 2026 17:17 WIB

Dampak Wabah PMK, Ketersediaan Hewan Kurban di Surabaya Terbatas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 18:23 WIB
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Pedagang Hewan Kurban di Surabaya kesulitan mencari Sapi di tengah meningkatnya permintaan. Hal ini imbas dari adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Seperti yang dialami pedagang hewan kurban di kawasan Nginden Intan Surabaya, Sutikno. Ia mengaku merebaknya wabah PMK ini membuat harga hewan kurban terus merangkak naik.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Kalau harga situasi PMK ini malah gak turun, karena mungkin permintaan banyak, barangnya susah. kondisi barang harus memenuhi syarat,"kata Sutikno, saat ditemui Selalu.id di lapaknya, Sabtu (2/7/2022).

Menurutnya, karena permintaan banyak, justru menjadi peluang bagi pedagang. Namun harus berusaha ekstra untuk mendapatkan hewan kurban.

"Kalau pedagang itu merupakan peluang ya. Kalau jaringannya luas ya peluang. cuman Kesulitan barang (barang) susah ya,"tuturnya.

Untuk harga hewan kurban milik Sutikno bervariasi, mulai Rp 13,5 Juta hingga Rp 30 juta untuk Sapi. Sedangkan, untuk Kambing di bandrol harga Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Sutikno mengklaim harga hewan kurban dagangannya tidaklah terbilang mahal, namun sesuai harga pasar saat ini.

"Kategori bukan mahal tapi harga stabil,"jelas Amin yang sudah 17 tahun buka Lapak di Kawasan Jalan Nginden Intan.

Hal yang sama juga dialami pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65) yang mengaku permintaan pembeli meningkat, sehingga, harga sapinya sedikit mengalami kenaikan.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

"Peminatnya banyak. Karena susah cari sapi," kata Amin.

Karena faktor kesulitan mencari sapi, Amin menyampaikan, harga sapi miliknya mengalami sedikit kenaikan. Tahun 2021 sebelumnya dibadrol harga Rp 17 juta hingga Rp 30 juta.

"Untuk tahun ini, harga sekarang mulai Rp 20 Juta hingga Rp 30 juta. Kalau kambing Rp 2,5 juta hingga Rp 6,5 juta,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.