Kamis, 04 Jun 2026 07:52 WIB

Dampak Wabah PMK, Ketersediaan Hewan Kurban di Surabaya Terbatas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 18:23 WIB
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Pedagang Hewan Kurban di Surabaya kesulitan mencari Sapi di tengah meningkatnya permintaan. Hal ini imbas dari adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Seperti yang dialami pedagang hewan kurban di kawasan Nginden Intan Surabaya, Sutikno. Ia mengaku merebaknya wabah PMK ini membuat harga hewan kurban terus merangkak naik.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kalau harga situasi PMK ini malah gak turun, karena mungkin permintaan banyak, barangnya susah. kondisi barang harus memenuhi syarat,"kata Sutikno, saat ditemui Selalu.id di lapaknya, Sabtu (2/7/2022).

Menurutnya, karena permintaan banyak, justru menjadi peluang bagi pedagang. Namun harus berusaha ekstra untuk mendapatkan hewan kurban.

"Kalau pedagang itu merupakan peluang ya. Kalau jaringannya luas ya peluang. cuman Kesulitan barang (barang) susah ya,"tuturnya.

Untuk harga hewan kurban milik Sutikno bervariasi, mulai Rp 13,5 Juta hingga Rp 30 juta untuk Sapi. Sedangkan, untuk Kambing di bandrol harga Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sutikno mengklaim harga hewan kurban dagangannya tidaklah terbilang mahal, namun sesuai harga pasar saat ini.

"Kategori bukan mahal tapi harga stabil,"jelas Amin yang sudah 17 tahun buka Lapak di Kawasan Jalan Nginden Intan.

Hal yang sama juga dialami pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65) yang mengaku permintaan pembeli meningkat, sehingga, harga sapinya sedikit mengalami kenaikan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Peminatnya banyak. Karena susah cari sapi," kata Amin.

Karena faktor kesulitan mencari sapi, Amin menyampaikan, harga sapi miliknya mengalami sedikit kenaikan. Tahun 2021 sebelumnya dibadrol harga Rp 17 juta hingga Rp 30 juta.

"Untuk tahun ini, harga sekarang mulai Rp 20 Juta hingga Rp 30 juta. Kalau kambing Rp 2,5 juta hingga Rp 6,5 juta,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.