Selasa, 06 Okt 2026 13:37 WIB

Dampak Wabah PMK, Ketersediaan Hewan Kurban di Surabaya Terbatas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 18:23 WIB
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak pedagang hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Pedagang Hewan Kurban di Surabaya kesulitan mencari Sapi di tengah meningkatnya permintaan. Hal ini imbas dari adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Seperti yang dialami pedagang hewan kurban di kawasan Nginden Intan Surabaya, Sutikno. Ia mengaku merebaknya wabah PMK ini membuat harga hewan kurban terus merangkak naik.

Baca Juga: Ledakan Elpiji di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak

"Kalau harga situasi PMK ini malah gak turun, karena mungkin permintaan banyak, barangnya susah. kondisi barang harus memenuhi syarat,"kata Sutikno, saat ditemui Selalu.id di lapaknya, Sabtu (2/7/2022).

Menurutnya, karena permintaan banyak, justru menjadi peluang bagi pedagang. Namun harus berusaha ekstra untuk mendapatkan hewan kurban.

"Kalau pedagang itu merupakan peluang ya. Kalau jaringannya luas ya peluang. cuman Kesulitan barang (barang) susah ya,"tuturnya.

Untuk harga hewan kurban milik Sutikno bervariasi, mulai Rp 13,5 Juta hingga Rp 30 juta untuk Sapi. Sedangkan, untuk Kambing di bandrol harga Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta.

Baca Juga: Polisi Pastikan Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Bukan Bom, Ini Penyebabnya

Sutikno mengklaim harga hewan kurban dagangannya tidaklah terbilang mahal, namun sesuai harga pasar saat ini.

"Kategori bukan mahal tapi harga stabil,"jelas Amin yang sudah 17 tahun buka Lapak di Kawasan Jalan Nginden Intan.

Hal yang sama juga dialami pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65) yang mengaku permintaan pembeli meningkat, sehingga, harga sapinya sedikit mengalami kenaikan.

Baca Juga: Identitas Lima Korban Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya

"Peminatnya banyak. Karena susah cari sapi," kata Amin.

Karena faktor kesulitan mencari sapi, Amin menyampaikan, harga sapi miliknya mengalami sedikit kenaikan. Tahun 2021 sebelumnya dibadrol harga Rp 17 juta hingga Rp 30 juta.

"Untuk tahun ini, harga sekarang mulai Rp 20 Juta hingga Rp 30 juta. Kalau kambing Rp 2,5 juta hingga Rp 6,5 juta,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Enam Saksi Diperiksa, Pembunuhan di Toko Bangunan Menguat ke Motif Cemburu

Korban meninggal MHF alami kekerasan benda tajam, di antaranya tiga buah luka iris di kepala dan satu luka bacok.

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero jadi Pahlawan!

Kemenangan bersejarah Indonesia akhirnya dikunci oleh aksi gemilang Emil Audero yang menepis sepakan penalti Sayriya.

Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Saat ini, Densus 88 masih terus mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan pihak atau jaringan teror lain.

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.