Rabu, 19 Agu 2026 07:40 WIB

Pemprov Jatim Pesan 1 Juta Vaksin Atasi Penyakit Mulut dan Kuku Sapi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Jun 2022 17:32 WIB
Ilustrasi vaksin sapi
Ilustrasi vaksin sapi

selalu.id - Dinas Peternakan Jawa Timur memesan satu juta dosis vaksin untuk menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sekretaris Dinas Peternakan Jawa Timur, Aftabuddin, mengatakan bahwa pihaknya tengah menunggu kedatangan vaksin yang telah dipesan tersebut.

Baca Juga: Akibat Kebakaran, Diduga 22 Motor di Bengkel KNV Sidoarjo Ikut Hangus

Aftabuddin menyampaikan bahwa vaksin tersebut akan datang secara bertahap.

"Yang sudah datang saat ini baru 100 dosis untuk ujicoba vaksinasi. Nanti akan datang lagi 1000 dosis, nah inilah yang akan kita gunakan dan distribusikan untuk proses vaksinasi," ujarnya, Sabtu (18/6/2022).

Saat ini Pemprov Jatim sedang melakukan gerakan pendataan untuk penanganan vaksin terhadap sapi yang belum tertular PMK.

Tak hanya itu, pihaknya pun memastikan masih melakukan bimbingan teknis kepada petugas vaksinator PMK.

Vaksin PMK ini, kata dia, tidak seperti vaksin pada umumnya, bahkan kemasannya pun bebeda. Sehingga vaksinator harus diberi pelatihan khusus.

"Pelatihan ini yang melaksanakan pemerintah pusat yang mendatangkan ahli dari Perancis tempat produksi vaksin PMK. InsyaAllah lusa sudah mulai dilakukan vaksinasi," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Dini Hari, Bengkel Modifikasi Racing di Kahuripan Nirwana Ludes

Lebih lanjut Aftabuddin menyampaikan bahwa vaksin ini akan diprioritaskan untuk daerah yang terdampak PMK tinggi.

Yakni prioritas utamanya kepada sapi perah setelah itu sapi bibit baru sapi potong.

"Karena jumlah vaksin ini terbatas dan impor, sambil menunggu vaksin yang sedang diproduksi oleh Pusat Veteriner farma (Pusvetma) yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia," paparnya.

Sehingga, Aftabuddin meminta masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan hewan ternak yang sehat untuk kurban.

Baca Juga: Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan

Sebab, Pemprov sudah membuat standar operasional prosedur terkait lalu lintas distribusi hewan ternak.

Ia menambahkan, terkait soal sulitnya mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan Kabupaten/Kota itu juga tidak benar.

"Selama hewan ternak itu sehat dan bukan dari daerah wabah PMK maka SKKH itu pasti keluar," tandasnya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Seorang Ibu Rela jadi Pengantin Iblis Demi Sembuhkan Anaknya yang Cacat

Keputusan Ranti, menyelamatkan nyawa anaknya, Nina, membuahkan keajaiban; sang buah hati sembuh secara misterius setelah melakukan pernikahan dengan iblis.

Pengedar Sabu di Kawasan Rangkah Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan, pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dapat Remisi HUT RI, Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dijadwalkan Bebas Awal 2028

Sebagai informasi, Gus Muhdlor merupakan Bupati Sidoarjo periode 2021–2024 yang dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara pada Desember 2024 lalu.

Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro Kini Masuk Tahap Mediasi

Hasil dari proses perdamaian ini bakal menentukan apakah persidangan berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara atau diselesaikan secara damai.

Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Alvin menegaskan ingin menggunakan momentum kepemimpinan baru untuk mempercepat pembenahan internal hingga meningkatkan kualitas pelayanan pada warga Surabaya.

Penanganan Karhutla Bromo Selesai, Posko Darurat Ditutup

Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih terhadap semua instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.