Kamis, 03 Sep 2026 16:21 WIB

Mobil Tes PCR Dialihkan dari Surabaya, DPRD Jatim: Gubernur Tak Bijak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2020 19:05 WIB

Surabaya (selalu.id) - DPRD Jawa Timur bereaksi keras terhadap 'pengalihan' mobil laboratorium tes PCR untuk penanganan Covid-19 di Surabaya ke daerah lain. Padahal, Surabaya sebagai kota terbesar dengan jumlah pasien besar lebih membutuhkan mobil bantuan BNPB tersebut.

“Parah deh, enggak mengerti kita cara kerjanya Pemprov Jatim. Sama sekali tak bijak. Ini akan semakin sulit melandaikan kurva di Jatim. Ini niatnya apa sih Bu Gubernur?” kata anggota Komisi E DPRD Jatim Deni Wicaksono, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Seperti diketahui, dua mobil laboratorium bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sedianya diperbantukan khusus untuk Kota Surabaya, ternyata dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jatim.

Awalnya, mobil laboratorium itu akan digunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit. Pemkot Surabaya sudah mengatur penempatan dua mobil itu selama lima hari ke depan untuk mempercepat dan memperluas pengetesan swab bagi warga. Para pasien pun telah bersiap, mereka menunggu berjam-jam, ternyata mobil tak kunjung datang karena dipindahkan ke Tulungagung dan Lamongan.

Karena masalah itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat marah. Risma menunjukkan chat dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang memperlihatkan bagaimana Risma meminta bantuan terkait pengetesan dan disanggupi Doni, yang lalu diikuti dengan pengiriman mobil tes PCR.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Deni mengatakan, kebijakan pengalihan mobil tes PCR itu menunjukkan tak adanya strategi dari Pemprov Jatim. Jika melihat jumlah pasien hingga tingkat penularan, semestinya Surabaya menjadi prioritas. Sebagaimana kota terbesar di provinsi lain, tentu ibukota provinsi menjadi episentrum utama karena mobilitas penduduk paling tinggi.

“Kalau mau melandaikan kurva di Jatim, landaikan Surabaya. Caranya salah satunya perluasan tes. Percepatan bagi yang swab ulang untuk pasien yang klinisnya membaik. Tapi kenapa mobil tes PCR yang berkapasitas ribuan spesimen tiap hari kok dipindahkan?” papar politisi muda tersebut.

“Langkahnya Bu Gubernur ini ibarat Jaka Sembung naik ojek, enggak nyambung jek,” imbuh Deni.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Deni mengimbau agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lebih bijak lagi ke depan. Dia meminta Khofifah meniru Jokowi dalam penanganan Covid-19.

“Kalau sudah menjadi gubernur, singkirkan semua sentimen pribadi. Seperti Pak Jokowi itu lho, beliau jadi presiden, semua daerah dibantu, meskipun misalnya pas Pilpres kepala daerahnya tidak mendukung Pak Jokowi,” kata Deni.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.