Rabu, 22 Mei 2024 03:34 WIB

Mobil Tes PCR Dialihkan dari Surabaya, DPRD Jatim: Gubernur Tak Bijak

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2020 19:05 WIB

Surabaya (selalu.id) - DPRD Jawa Timur bereaksi keras terhadap 'pengalihan' mobil laboratorium tes PCR untuk penanganan Covid-19 di Surabaya ke daerah lain. Padahal, Surabaya sebagai kota terbesar dengan jumlah pasien besar lebih membutuhkan mobil bantuan BNPB tersebut.

Parah deh, enggak mengerti kita cara kerjanya Pemprov Jatim. Sama sekali tak bijak. Ini akan semakin sulit melandaikan kurva di Jatim. Ini niatnya apa sih Bu Gubernur? kata anggota Komisi E DPRD Jatim Deni Wicaksono, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Rumah Sakit Lapangan Indrapura Resmi Ditutup, Covid-19 di Jawa Timur Tamat?

Seperti diketahui, dua mobil laboratorium bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sedianya diperbantukan khusus untuk Kota Surabaya, ternyata dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jatim.

Awalnya, mobil laboratorium itu akan digunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit. Pemkot Surabaya sudah mengatur penempatan dua mobil itu selama lima hari ke depan untuk mempercepat dan memperluas pengetesan swab bagi warga. Para pasien pun telah bersiap, mereka menunggu berjam-jam, ternyata mobil tak kunjung datang karena dipindahkan ke Tulungagung dan Lamongan.

Karena masalah itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat marah. Risma menunjukkan chat dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang memperlihatkan bagaimana Risma meminta bantuan terkait pengetesan dan disanggupi Doni, yang lalu diikuti dengan pengiriman mobil tes PCR.

Baca Juga: Begini Cara Pemkot Surabaya Mengatasi Covid-19 hingga Kasusnya Menurun Drastis

Deni mengatakan, kebijakan pengalihan mobil tes PCR itu menunjukkan tak adanya strategi dari Pemprov Jatim. Jika melihat jumlah pasien hingga tingkat penularan, semestinya Surabaya menjadi prioritas. Sebagaimana kota terbesar di provinsi lain, tentu ibukota provinsi menjadi episentrum utama karena mobilitas penduduk paling tinggi.

Kalau mau melandaikan kurva di Jatim, landaikan Surabaya. Caranya salah satunya perluasan tes. Percepatan bagi yang swab ulang untuk pasien yang klinisnya membaik. Tapi kenapa mobil tes PCR yang berkapasitas ribuan spesimen tiap hari kok dipindahkan? papar politisi muda tersebut.

Langkahnya Bu Gubernur ini ibarat Jaka Sembung naik ojek, enggak nyambung jek, imbuh Deni.

Baca Juga: Surabaya Terima Bantuan Alat Pendeteksi Lendir untuk Covid-19

Deni mengimbau agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lebih bijak lagi ke depan. Dia meminta Khofifah meniru Jokowi dalam penanganan Covid-19.

Kalau sudah menjadi gubernur, singkirkan semua sentimen pribadi. Seperti Pak Jokowi itu lho, beliau jadi presiden, semua daerah dibantu, meskipun misalnya pas Pilpres kepala daerahnya tidak mendukung Pak Jokowi, kata Deni.

Editor : Redaksi