Senin, 20 Jul 2026 13:29 WIB

Mobil Tes PCR Dialihkan dari Surabaya, DPRD Jatim: Gubernur Tak Bijak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2020 19:05 WIB

Surabaya (selalu.id) - DPRD Jawa Timur bereaksi keras terhadap 'pengalihan' mobil laboratorium tes PCR untuk penanganan Covid-19 di Surabaya ke daerah lain. Padahal, Surabaya sebagai kota terbesar dengan jumlah pasien besar lebih membutuhkan mobil bantuan BNPB tersebut.

“Parah deh, enggak mengerti kita cara kerjanya Pemprov Jatim. Sama sekali tak bijak. Ini akan semakin sulit melandaikan kurva di Jatim. Ini niatnya apa sih Bu Gubernur?” kata anggota Komisi E DPRD Jatim Deni Wicaksono, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Seperti diketahui, dua mobil laboratorium bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sedianya diperbantukan khusus untuk Kota Surabaya, ternyata dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jatim.

Awalnya, mobil laboratorium itu akan digunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit. Pemkot Surabaya sudah mengatur penempatan dua mobil itu selama lima hari ke depan untuk mempercepat dan memperluas pengetesan swab bagi warga. Para pasien pun telah bersiap, mereka menunggu berjam-jam, ternyata mobil tak kunjung datang karena dipindahkan ke Tulungagung dan Lamongan.

Karena masalah itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat marah. Risma menunjukkan chat dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang memperlihatkan bagaimana Risma meminta bantuan terkait pengetesan dan disanggupi Doni, yang lalu diikuti dengan pengiriman mobil tes PCR.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Deni mengatakan, kebijakan pengalihan mobil tes PCR itu menunjukkan tak adanya strategi dari Pemprov Jatim. Jika melihat jumlah pasien hingga tingkat penularan, semestinya Surabaya menjadi prioritas. Sebagaimana kota terbesar di provinsi lain, tentu ibukota provinsi menjadi episentrum utama karena mobilitas penduduk paling tinggi.

“Kalau mau melandaikan kurva di Jatim, landaikan Surabaya. Caranya salah satunya perluasan tes. Percepatan bagi yang swab ulang untuk pasien yang klinisnya membaik. Tapi kenapa mobil tes PCR yang berkapasitas ribuan spesimen tiap hari kok dipindahkan?” papar politisi muda tersebut.

“Langkahnya Bu Gubernur ini ibarat Jaka Sembung naik ojek, enggak nyambung jek,” imbuh Deni.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Deni mengimbau agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lebih bijak lagi ke depan. Dia meminta Khofifah meniru Jokowi dalam penanganan Covid-19.

“Kalau sudah menjadi gubernur, singkirkan semua sentimen pribadi. Seperti Pak Jokowi itu lho, beliau jadi presiden, semua daerah dibantu, meskipun misalnya pas Pilpres kepala daerahnya tidak mendukung Pak Jokowi,” kata Deni.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Ini adalah trofi kedua kalinya bagi La Furia Roja setelah yang pertama di 2010 alias 16 tahun lalu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Tipis Bosku, Seperti Kemenangan Spanyol vs Argentina

Dikutip dari situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp1.449.500.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Semua Bintang Lagi Baik, Dari Keuangan hingga Cinta

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Semua diulas lengkap hari ini.

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.