Rabu, 22 Jul 2026 19:20 WIB

Begini Cara Kerja Biosecurity Cegah PMK pada Hewan Ternak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Mei 2022 21:49 WIB
Pemeriksaan hewan ternak sapi
Pemeriksaan hewan ternak sapi

selalu.id - Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) Jawa Timur menyebut bahwa sistem biosecurity upaya untuk mencegah virus Penyakit Hewan dan Kuku (PMK) pada ternak.

Kepala Lolitsapi Jawa Timur, Dicky M. Dikman mengatakan, sistem biosecurity itu dilakukan budi daya atau pemeliharaan ternak dengan lebih teliti dan memperhatikan kondisi hewan ternak.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Dikman menjelaskan, budidaya tersebut dapat diperketat dengan biosecurity sebagai upaya preventif penyebaran PMK.

“Biosecurity itu vital, baik oleh peternakan rakyat ataupun peternakan perusahaan swasta,"kata Dikman, Selasa (31/5/2022).

Kata dia, biosecurity ini untuk segala upaya fisik dan tata laksana untuk meminimalkan risiko masuknya agen penyakit ke dalam peternakan.

Sehingga, mencegah berkembangnya penyakit, serta mencegah keluarnya agen penyakit dari peternakan.

"Untuk perkandangan, kita melakukan pengetatan personel yang keluar-masuk kandang. Kunjungan tamu atau kunjungan lainnya juga ditutup sampai wabah mereda," ujarnya.

Contoh implementasi biosecurity di Loka Penelitian Sapi Potong, Pasuruan, Jawa Timur ini, Dikman menjabarkan, pertama-tama diterapkan sistem one gate dan ditetapkan zona merah, zona kuning, dan zona hijau di perkandangan.

"Zona merah berada di pos sekuriti paling depan yaitu tempat agen penyakit leluasa untuk berkembang karena lalu-lalang masyarakat yang tinggi,"jelasnya.

Untuk zona kuning, lanjut dia, berada di tengah kantor yaitu wilayah yang dilengkapi biosecurity untuk petugas yang akan memasuki kandang.

" Zona hijau dilengkapi semprotan disinfektan untuk masuk ke area kandang yang harus steril," paparnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain dipping dan spray disinfektan untuk kendaraan yang keluar-masuk.

Ia menyampaikan, kelengkapan sanitas untuk petugas kandang seperti loker, kamar mandi, dan shower, bilik penyemprotan untuk petugas, dan sanitasi kandang.

Kemudian, peternak diminta untuk melakukan penyemprotan insektisida pembasmi serangga, lalat, dan hama lainnya di sekitar kandang ternak.

"ini dilakukan untuk menjaga lingkungan kandang tetap bersih dan mencegah penyebaran penyakit,"ucapnya.

Lebih lanjut Dikman menghimbau untuk
ternak yang sakit harus segera diobati dan bangkai ternak yang mati karena PMK harus segera dibakar atau dikubur.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

"Pada ternak yang terinfeksi dilakukan pemotongan dan pembuangan jaringan terinfeksi,"tuturnya.

Sebab itu, kaki yang terinfeksi diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat. Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga dinilai efektif terhadap PMK.

Dikman menambahkan, yang tidak kalah penting adalah evaluasi manajemen pemeliharan ternak sapi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

Bila ada kejadian yang tidak diinginkan, Ia meminta peternak untuk segera menghubungi Dinas Peternakan.

"Saran saya, peternak harus aware dan waspada dengan lingkungan sekitar, selalu membangun komunikasi dengan dinas terkait, petugas BB Veteriner, atau Ditjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) untuk meng-update informasi perkembangan terkini dari wabah PMK," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.