Begini Cara Kerja Biosecurity Cegah PMK pada Hewan Ternak
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 31 Mei 2022 21:49 WIB
selalu.id - Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi) Jawa Timur menyebut bahwa sistem biosecurity upaya untuk mencegah virus Penyakit Hewan dan Kuku (PMK) pada ternak.
Kepala Lolitsapi Jawa Timur, Dicky M. Dikman mengatakan, sistem biosecurity itu dilakukan budi daya atau pemeliharaan ternak dengan lebih teliti dan memperhatikan kondisi hewan ternak.
Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
Dikman menjelaskan, budidaya tersebut dapat diperketat dengan biosecurity sebagai upaya preventif penyebaran PMK.
“Biosecurity itu vital, baik oleh peternakan rakyat ataupun peternakan perusahaan swasta,"kata Dikman, Selasa (31/5/2022).
Kata dia, biosecurity ini untuk segala upaya fisik dan tata laksana untuk meminimalkan risiko masuknya agen penyakit ke dalam peternakan.
Sehingga, mencegah berkembangnya penyakit, serta mencegah keluarnya agen penyakit dari peternakan.
"Untuk perkandangan, kita melakukan pengetatan personel yang keluar-masuk kandang. Kunjungan tamu atau kunjungan lainnya juga ditutup sampai wabah mereda," ujarnya.
Contoh implementasi biosecurity di Loka Penelitian Sapi Potong, Pasuruan, Jawa Timur ini, Dikman menjabarkan, pertama-tama diterapkan sistem one gate dan ditetapkan zona merah, zona kuning, dan zona hijau di perkandangan.
"Zona merah berada di pos sekuriti paling depan yaitu tempat agen penyakit leluasa untuk berkembang karena lalu-lalang masyarakat yang tinggi,"jelasnya.
Untuk zona kuning, lanjut dia, berada di tengah kantor yaitu wilayah yang dilengkapi biosecurity untuk petugas yang akan memasuki kandang.
" Zona hijau dilengkapi semprotan disinfektan untuk masuk ke area kandang yang harus steril," paparnya.
Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain dipping dan spray disinfektan untuk kendaraan yang keluar-masuk.
Ia menyampaikan, kelengkapan sanitas untuk petugas kandang seperti loker, kamar mandi, dan shower, bilik penyemprotan untuk petugas, dan sanitasi kandang.
Kemudian, peternak diminta untuk melakukan penyemprotan insektisida pembasmi serangga, lalat, dan hama lainnya di sekitar kandang ternak.
"ini dilakukan untuk menjaga lingkungan kandang tetap bersih dan mencegah penyebaran penyakit,"ucapnya.
Lebih lanjut Dikman menghimbau untuk
ternak yang sakit harus segera diobati dan bangkai ternak yang mati karena PMK harus segera dibakar atau dikubur.
Baca Juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
"Pada ternak yang terinfeksi dilakukan pemotongan dan pembuangan jaringan terinfeksi,"tuturnya.
Sebab itu, kaki yang terinfeksi diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat. Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga dinilai efektif terhadap PMK.
Dikman menambahkan, yang tidak kalah penting adalah evaluasi manajemen pemeliharan ternak sapi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Bila ada kejadian yang tidak diinginkan, Ia meminta peternak untuk segera menghubungi Dinas Peternakan.
"Saran saya, peternak harus aware dan waspada dengan lingkungan sekitar, selalu membangun komunikasi dengan dinas terkait, petugas BB Veteriner, atau Ditjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) untuk meng-update informasi perkembangan terkini dari wabah PMK," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-1855-begini-cara-kerja-biosecurity-cegah-pmk-pada-hewan-ternak
