Minggu, 06 Sep 2026 03:05 WIB

Antisipasi Penyebaran PMK Hewan Ternak, Pemprov Jatim Terapkan Biosecurity

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Mei 2022 20:16 WIB
Gubernur Khofifah meninjau hewan ternak sapi
Gubernur Khofifah meninjau hewan ternak sapi

selalu.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerapkan sistem biosecurity untuk mencegah penyebaran Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (Lolitsapi), Dicky M. Dikman mengatakan, sistem biosecurity ini dilakukan dengan budi daya atau pemeliharaan ternak dengan lebih teliti dan memperhatikan kondisi hewan ternak.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Dicky menjelaskan, budi daya sapi dimulai dari manajemen pemeliharaan hingga kesehatan ternak. Ia menyebut Budidaya itu memang untuk menghasilkan ternak yang sehat.

"Hanya saja memang ada perlakuan khusus selama wabah PMK ini, terutama dengan pengetatan biosecurity," kata Dikman, Selasa (31/5/2022).

Meski begitu, dengan biosecurity peternak diminta untuk melakukan pola pemeliharaan secara intensif, semi-intensif, dan ekstensif.

Namun, kata dia, budi daya ternak di daerah wabah PMK dianjurkan untuk menerapkan pola intensif.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Pola itu dengan cara ternak dikandangkan serta kebutuhan pakan dan air minum disediakan," jelasnya.

Lebih lanjut Dikman mengingatkan bahwa PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah.

Yakni seperti sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini menyebabkan lepuh yang terdapat pada lidah, gusi, hidung, dan kuku hewan yang terinfeksi.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ia menambahkan, untuk daerah yang terkena wabah. Pihaknya mengarahkan sistem intensif untuk mengurangi risiko penularan melalui udara.

"Untuk pakan yang diberikan dapat berupa hijauan dan konsentrat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan produksinya,” terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.