Senin, 02 Feb 2026 10:53 WIB

Resmikan Rusun Gunung Anyar, Wali Kota Surabaya: Maksimal Dua Tahun Harus Keluar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mei 2022 15:43 WIB
Rusunawa Gunung Anyar Sawah
Rusunawa Gunung Anyar Sawah

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meresmikan Rusunawa yang bernama Rumah Susun Gunung Anyar Sawah, Senin (30/5/2022). Rusunawa itu dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya.

Eri mengatakan, Pemerintah Kota tidak hanya membuat rusun tersebut untuk MBR. Tetapi, juga untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Rusun ini bukan milik selamanya yang masuk kategori MBR. Namun, target dua tahun maksimal harus keluar rusun," kata Eri, usai meresmikan Rusunawa Gunung Anyar di Jalan Wiguna Tengah XVI.

Eri menjelaskan, waktu dua tahun mereka tinggal di Rusunawa tersebut dirasa sudah mencukupi untuk mengontrak rumah.

"Mereka harus menjalankan ekonominya. Nanti setelah itu, rusun itu ditempati oleh orang lain yang membutuhkan pekerjaan," tegasnya.

Selain itu, Eri menjelaskan, apabila penghuni rusun yang tidak berubah perekoomiannya, Eri menyebut adalah kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan warganya.

"Karena tugas pemerintah itu mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, kalau tidak ada kontrol saya pun salah,"tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa Rusunawa ini pengelolaannya oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya. Dinas ini nantinya diminta untuk berkoordinasi dengan dinas lain untuk menaikkan pendapatan warga MBR penghuni rusun.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Semoga yang menempati rusun dalam waktu dua tahun pindah, karena pendapatan perkapita naik. Tujuan akhir pemerintah adalah kebahagiaan warganya,"ungkapnya

Eri menambahkan, bahwa rusun tersebut penghuninya juga ada lansia. Namun, untuk pemberdayaan ekonomi, ia meminta kepada anak-anak lansia tersebut ikut pemberdayaan.

"Kalau anaknya sudah kaya dan mampu. Terus ninggalin ortunya ya anak durhaka. Jadi, ketika ada lansia, lalu anaknya ini diberdayakan. Kemudian pendapatan perkapita naik, maka tugasnya adalah ngajak ibunya untuk narik keluar rusun," tandasnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Irvan Wahyudrajat, menambahkan, warga MBR yang tinggal di Rusun tersebut juga ikut pelatihan sertifikasi oleh Disnaker Surabaya. Sehingga, pihak Disnaker bisa mencarikan pekerjaan untuk mereka.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Sudah bulan lalu, uji coba di rusun sumbo yang sudah lama. Kami sudah mengundang RW nya siapa ikut pelatihan untuk mereka agar dapat sertifikasi disnaker. Lalu dicarikan pekerjaan oleh disnaker," kata Irvan.

Pihaknya pun juga telah mendata per rusun. Untuk warga yang membawa mobil, Irvan menerangkan, mereka yang bekerja sebagai driver dan angkutan online.

"Kalau mobil pribadi pasti kami data ulang. Dan kami keluarkan dari MBR. Kami pendataan rutin lewat camat dan lurah. Masyarakat yang dulu berpenghasilan dua juta kemudian lima juta. Harus keluar dari data MBR,"tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.