Minggu, 06 Sep 2026 00:15 WIB

Resmikan Rusun Gunung Anyar, Wali Kota Surabaya: Maksimal Dua Tahun Harus Keluar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Mei 2022 15:43 WIB
Rusunawa Gunung Anyar Sawah
Rusunawa Gunung Anyar Sawah

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meresmikan Rusunawa yang bernama Rumah Susun Gunung Anyar Sawah, Senin (30/5/2022). Rusunawa itu dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya.

Eri mengatakan, Pemerintah Kota tidak hanya membuat rusun tersebut untuk MBR. Tetapi, juga untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Rusun ini bukan milik selamanya yang masuk kategori MBR. Namun, target dua tahun maksimal harus keluar rusun," kata Eri, usai meresmikan Rusunawa Gunung Anyar di Jalan Wiguna Tengah XVI.

Eri menjelaskan, waktu dua tahun mereka tinggal di Rusunawa tersebut dirasa sudah mencukupi untuk mengontrak rumah.

"Mereka harus menjalankan ekonominya. Nanti setelah itu, rusun itu ditempati oleh orang lain yang membutuhkan pekerjaan," tegasnya.

Selain itu, Eri menjelaskan, apabila penghuni rusun yang tidak berubah perekoomiannya, Eri menyebut adalah kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan warganya.

"Karena tugas pemerintah itu mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, kalau tidak ada kontrol saya pun salah,"tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa Rusunawa ini pengelolaannya oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya. Dinas ini nantinya diminta untuk berkoordinasi dengan dinas lain untuk menaikkan pendapatan warga MBR penghuni rusun.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Semoga yang menempati rusun dalam waktu dua tahun pindah, karena pendapatan perkapita naik. Tujuan akhir pemerintah adalah kebahagiaan warganya,"ungkapnya

Eri menambahkan, bahwa rusun tersebut penghuninya juga ada lansia. Namun, untuk pemberdayaan ekonomi, ia meminta kepada anak-anak lansia tersebut ikut pemberdayaan.

"Kalau anaknya sudah kaya dan mampu. Terus ninggalin ortunya ya anak durhaka. Jadi, ketika ada lansia, lalu anaknya ini diberdayakan. Kemudian pendapatan perkapita naik, maka tugasnya adalah ngajak ibunya untuk narik keluar rusun," tandasnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Irvan Wahyudrajat, menambahkan, warga MBR yang tinggal di Rusun tersebut juga ikut pelatihan sertifikasi oleh Disnaker Surabaya. Sehingga, pihak Disnaker bisa mencarikan pekerjaan untuk mereka.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Sudah bulan lalu, uji coba di rusun sumbo yang sudah lama. Kami sudah mengundang RW nya siapa ikut pelatihan untuk mereka agar dapat sertifikasi disnaker. Lalu dicarikan pekerjaan oleh disnaker," kata Irvan.

Pihaknya pun juga telah mendata per rusun. Untuk warga yang membawa mobil, Irvan menerangkan, mereka yang bekerja sebagai driver dan angkutan online.

"Kalau mobil pribadi pasti kami data ulang. Dan kami keluarkan dari MBR. Kami pendataan rutin lewat camat dan lurah. Masyarakat yang dulu berpenghasilan dua juta kemudian lima juta. Harus keluar dari data MBR,"tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.