Selasa, 21 Jul 2026 23:17 WIB

Tangkal Radikalisme di Surabaya, Pemkot Bentuk Organisasi Pemuda Lintas Agama

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Mei 2022 14:20 WIB
Silaturahmi pemuka agama di Surabaya
Silaturahmi pemuka agama di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama para tokoh agama membentuk organisasi lintas agama di Surabaya. Hal ini bertujuan untuk menjaga toleransi antar umar beragama di kota pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat karena perbedaan pendapat, keyakinan, berbeda organisasi dan lain sebagainya bisa teratasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Kota Surabaya ini adalah kota yang penuh dengan toleransi, oleh karena itu kita harus memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh agama, agar bisa beribadah dengan tenang di kota ini. Berarti hari ini harus disiapkan sejak dini, pemuda antar lintas agama," kata Eri, Selasa (24/5/2022).

Eri berharap organisasi ini digerakkan oleh pemuda dari berbagai umat beragama, yakni pemuda gereja, pemuda masjid, pemuda vihara, pemuda konghucu, pemuda pura dan sebagainya yang dibentuk untuk menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.

"Batasan dari setiap pemuda yang diwakilkan, yakni antara usia 17 - 25 tahun,"ujarnya.

Menurutnya, para pemuda lintas agama inilah yang mampu menjaga toleransi, perbedaan dan rasa tolong menolong antar umat beragama di Surabaya ke depannya sebagai calon penerus pemimpin di masa depan.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Nantinya, Pemkot akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) yang dijadikan pedoman dari terbentuknya organisasi tersebut.

"Nanti bisa di data masing-masing mengumpulkan 10 - 15 pemuda yang terpilih ke kami, nanti kita bentuk nama wadahnya juga seperti apa," terangnya.

Perwakilan dari Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil (PGLI) pendeta Samuel, menambahkan, rencana bentuk organisasi lintas agama tersebut untuk menghindari adanya paham radikalisme dan ekstremisme di kalangan anak muda.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Tentu nanti kami akan berkoordinasi dengan gereja-gereja di Surabaya untuk mengirimkan perwakilan pemuda,"kata Samuel.

Samuel berharap, setelah organisasi ini terbentuk bisa berkelanjutan dan ke depannya bisa terus berkesinambungan satu sama lain antar umat beragama. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.