Senin, 02 Feb 2026 06:34 WIB

Penyakit Mulut dan Kuku Berpotensi Menular ke Hewan Lain, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Mei 2022 14:03 WIB
Hewan ternak sapi
Hewan ternak sapi

selalu.id - Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Mustofa Helmi Effendi, menyatakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dapat berpotensi menular kepada spesies hewan lain.

Mustofa menyampaikan, penularan PMK itu dapat terjadi kepada spesies hewan berkuku belah. Namun, penularan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya tingkat potegenitas pada spesies hewan lain. Sehingga, tingkat gejala yang dirasakan pun akan semakin rendah.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Jadi prinsipnya, virus PMK ini dapat menyerang seluruh hewan yang berkaki belah, yang berkuku belah, berkuku genap. Contoh sapi, domba, kambing, babi, rusa. Jadi semua hewan berkuku belah, dapat terserang virus PMK ini," kata Mustofa, Jumat, (20/5/2022).

Ia menyebut, kemungkinan virus tersebut menyerang spesies hewan lain termasuk kecil. Sebab, menurutnya strain virus yang menyerang sapi, kemungkinan berbeda dengan strain virus yang menyerang domba dan hewan lainnya.

Sehingga walaupun tetap berpotensi menular, kata dia, tingkat keganasan virus itu akan semakin rendah.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Sapi kalau sudah terserang virus PMK, maka virus ini diasumsikan memiliki strain tertentu yang punya kemampuan menyerang sapi," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, strain tertentu ini untuk menyerang hewan lain kemungkinannya sedikit, berkurang keganasannya.

"Jadi kalau sudah menyerang sapi, dia ini mampu sebenarnya menyerang domba tapi keganasannya turun karena beda strainnya," jelasnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Lebih lanjut Mustofa menerangkan, mengenai faktor-faktor transmisi untuk sistem penyebarannya sama seperti penyebaran pada biasanya.

Termasuk di antara faktor-faktor tersebut ialah penyebaran melalui udara, melalui kontak fisik, dan melalui kendaraan.

"Penularannya sama. Prinsip transmisinya adalah aerosol atau infeksi melalui udara. Yang kedua lewat kontak, yang ketiga lewat vehicle. Yang paling penting adalah airborne infection, infeksi melalui udara. Ini yang bisa penularannya cepat," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.