Senin, 07 Sep 2026 07:59 WIB

Penyakit Mulut dan Kuku Berpotensi Menular ke Hewan Lain, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Mei 2022 14:03 WIB
Hewan ternak sapi
Hewan ternak sapi

selalu.id - Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Mustofa Helmi Effendi, menyatakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dapat berpotensi menular kepada spesies hewan lain.

Mustofa menyampaikan, penularan PMK itu dapat terjadi kepada spesies hewan berkuku belah. Namun, penularan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya tingkat potegenitas pada spesies hewan lain. Sehingga, tingkat gejala yang dirasakan pun akan semakin rendah.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Jadi prinsipnya, virus PMK ini dapat menyerang seluruh hewan yang berkaki belah, yang berkuku belah, berkuku genap. Contoh sapi, domba, kambing, babi, rusa. Jadi semua hewan berkuku belah, dapat terserang virus PMK ini," kata Mustofa, Jumat, (20/5/2022).

Ia menyebut, kemungkinan virus tersebut menyerang spesies hewan lain termasuk kecil. Sebab, menurutnya strain virus yang menyerang sapi, kemungkinan berbeda dengan strain virus yang menyerang domba dan hewan lainnya.

Sehingga walaupun tetap berpotensi menular, kata dia, tingkat keganasan virus itu akan semakin rendah.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Sapi kalau sudah terserang virus PMK, maka virus ini diasumsikan memiliki strain tertentu yang punya kemampuan menyerang sapi," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, strain tertentu ini untuk menyerang hewan lain kemungkinannya sedikit, berkurang keganasannya.

"Jadi kalau sudah menyerang sapi, dia ini mampu sebenarnya menyerang domba tapi keganasannya turun karena beda strainnya," jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Lebih lanjut Mustofa menerangkan, mengenai faktor-faktor transmisi untuk sistem penyebarannya sama seperti penyebaran pada biasanya.

Termasuk di antara faktor-faktor tersebut ialah penyebaran melalui udara, melalui kontak fisik, dan melalui kendaraan.

"Penularannya sama. Prinsip transmisinya adalah aerosol atau infeksi melalui udara. Yang kedua lewat kontak, yang ketiga lewat vehicle. Yang paling penting adalah airborne infection, infeksi melalui udara. Ini yang bisa penularannya cepat," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.