Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Penyakit Mulut dan Kuku Berpotensi Menular ke Hewan Lain, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Mei 2022 14:03 WIB
Hewan ternak sapi
Hewan ternak sapi

selalu.id - Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Mustofa Helmi Effendi, menyatakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dapat berpotensi menular kepada spesies hewan lain.

Mustofa menyampaikan, penularan PMK itu dapat terjadi kepada spesies hewan berkuku belah. Namun, penularan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya tingkat potegenitas pada spesies hewan lain. Sehingga, tingkat gejala yang dirasakan pun akan semakin rendah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Jadi prinsipnya, virus PMK ini dapat menyerang seluruh hewan yang berkaki belah, yang berkuku belah, berkuku genap. Contoh sapi, domba, kambing, babi, rusa. Jadi semua hewan berkuku belah, dapat terserang virus PMK ini," kata Mustofa, Jumat, (20/5/2022).

Ia menyebut, kemungkinan virus tersebut menyerang spesies hewan lain termasuk kecil. Sebab, menurutnya strain virus yang menyerang sapi, kemungkinan berbeda dengan strain virus yang menyerang domba dan hewan lainnya.

Sehingga walaupun tetap berpotensi menular, kata dia, tingkat keganasan virus itu akan semakin rendah.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Sapi kalau sudah terserang virus PMK, maka virus ini diasumsikan memiliki strain tertentu yang punya kemampuan menyerang sapi," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, strain tertentu ini untuk menyerang hewan lain kemungkinannya sedikit, berkurang keganasannya.

"Jadi kalau sudah menyerang sapi, dia ini mampu sebenarnya menyerang domba tapi keganasannya turun karena beda strainnya," jelasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Lebih lanjut Mustofa menerangkan, mengenai faktor-faktor transmisi untuk sistem penyebarannya sama seperti penyebaran pada biasanya.

Termasuk di antara faktor-faktor tersebut ialah penyebaran melalui udara, melalui kontak fisik, dan melalui kendaraan.

"Penularannya sama. Prinsip transmisinya adalah aerosol atau infeksi melalui udara. Yang kedua lewat kontak, yang ketiga lewat vehicle. Yang paling penting adalah airborne infection, infeksi melalui udara. Ini yang bisa penularannya cepat," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.