Kamis, 23 Jul 2026 18:04 WIB

Penyakit Mulut dan Kuku Berpotensi Menular ke Hewan Lain, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Mei 2022 14:03 WIB
Hewan ternak sapi
Hewan ternak sapi

selalu.id - Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Mustofa Helmi Effendi, menyatakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dapat berpotensi menular kepada spesies hewan lain.

Mustofa menyampaikan, penularan PMK itu dapat terjadi kepada spesies hewan berkuku belah. Namun, penularan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya tingkat potegenitas pada spesies hewan lain. Sehingga, tingkat gejala yang dirasakan pun akan semakin rendah.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Jadi prinsipnya, virus PMK ini dapat menyerang seluruh hewan yang berkaki belah, yang berkuku belah, berkuku genap. Contoh sapi, domba, kambing, babi, rusa. Jadi semua hewan berkuku belah, dapat terserang virus PMK ini," kata Mustofa, Jumat, (20/5/2022).

Ia menyebut, kemungkinan virus tersebut menyerang spesies hewan lain termasuk kecil. Sebab, menurutnya strain virus yang menyerang sapi, kemungkinan berbeda dengan strain virus yang menyerang domba dan hewan lainnya.

Sehingga walaupun tetap berpotensi menular, kata dia, tingkat keganasan virus itu akan semakin rendah.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Sapi kalau sudah terserang virus PMK, maka virus ini diasumsikan memiliki strain tertentu yang punya kemampuan menyerang sapi," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, strain tertentu ini untuk menyerang hewan lain kemungkinannya sedikit, berkurang keganasannya.

"Jadi kalau sudah menyerang sapi, dia ini mampu sebenarnya menyerang domba tapi keganasannya turun karena beda strainnya," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Lebih lanjut Mustofa menerangkan, mengenai faktor-faktor transmisi untuk sistem penyebarannya sama seperti penyebaran pada biasanya.

Termasuk di antara faktor-faktor tersebut ialah penyebaran melalui udara, melalui kontak fisik, dan melalui kendaraan.

"Penularannya sama. Prinsip transmisinya adalah aerosol atau infeksi melalui udara. Yang kedua lewat kontak, yang ketiga lewat vehicle. Yang paling penting adalah airborne infection, infeksi melalui udara. Ini yang bisa penularannya cepat," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Demo di Kejati Jatim, Aliansi Madura Indonesia Desak Mantan Jampidsus Segera Diadili dan Dimiskinkan

Massa juga mengatakan penegakan hukum di Indonesia saat ini hanya berlaku kepada rakyat kecil dan tidak berani menyentuh kepada pejabat.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.