Kamis, 22 Okt 2026 20:28 WIB

Pengamat: Penolakan Pansus Covid-19 DPRD Surabaya Adalah Sikap Moderat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2020 12:36 WIB

Surabaya (selalu.id) - Sikap Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, yang menolak usulan Pansus Covid-19 lewat voting di rapat Badan Musyawarah (Banmus) Jumat lalu, merupakan suatu kewajaran.

Sebab, menurut Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, setiap partai politik punya kebijakan tersendiri.

Baca Juga: Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Herlina, yang merupakan kader Partai Demokrat, menurut Surokim, bersikap selaras dengan tipikal partai yang didirikan SBY itu. Yakni, bersikap moderat dalam keputusan dan tidak pernah ekstrim.

"Kalau Ibu Herlina menolak Pansus, tentu wajar. Karena kader memang tipikalnya tidak jauh dengan sikap partai. Saya tidak tahu apakah Ibu Herlina ada perintah atau tidak dari partai, tapi feeling saya sikap seperti itu memang bersifat moderat yang biasa diambil Partai Demokrat. Dan kader memang tidak jauh dari partai," kata Surokim yang dihubungi wartawan lewat telepon, Senin (18/5/2020).

Surokim menduga, Herlina punya perhitungan mengapa harus menolak usulan Pansus Covid-19. Terlebih mempertimbangkan kepentingan publik, respon lingkungan dan pemberitaan media. Perhitungan itu, diantaranya menjaga Partai Demokrat di mata masyarakat. Bukan hal-hal lain yang bersifat individual

"Nah, kalau sampai ada politikus yang menuding bahwa Ibu Herlina menolak karena adanya kedekatan atau kepentingan dengan, atau, terhadap seseorang dalam hal urusan politik, itu hanya pemikiran individu saja. Jadi tidak relevan untuk dimunculkan," lanjut Surokim.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Oleh sebab itu, terlepas usulan Pansus Covid-19 itu jadi dibentuk atau tidak, seharusnya pembahasan tetap pada koridor. Tidak perlu pada hal-hal individu atau yang bersifat sekunder. DPRD Surabaya, lanjut Surokim, rumusnya adalah mata batin rakyat. Untuk merumuskan sesuatu, harus berdasarkan pada alasan primer. Artinya, fokus terhadap kepentingan publik secara luas.

"Makanya alasan sekunder, jangan sampai jadi alasan primer. Nah, soal kedekatan politik atau kepentingan politik, itu hanya alasan individu atau bersifat sekunder. Dalam hal ini, pansus terlaksana atau tidak, alasan sekunder jangan dijadikan alasan primer. Nanti yang timbul malah gaduh dan merembet kemana-mana. Jadi, sekali lagi saya katakan, tudingan soal kedekatan politik, tidak usah dikaitkan," lanjutnya.

Sebagai pengamat politik, Surokim juga sependapat dengan Herlina yang menolak Pansus Covid 19. Sekalipun awalnya diusulkan oleh fraksinya, Fraksi Demokrat-Nasdem.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

“Wajar kalau berubah haluan. Situasi politik kan terus berkembang. Juga menghitung respon masyarakat dan pentingnya menjaga Partai Demokrat di mata masyarakat,” ujarnya.

Sebab, katanya, penggunaan pansus harus benar benar selektif. Jika kasusnya tidak mendesak, seyogyanya tidak perlu membentuk pansus. Karena justru akan memakan energi dan biaya politik yang lumayan besar. Dampaknya, relasi hubungan juga akan lebih menyulitkan daripada melalui mekanisme antara komisi dan prosedur yang normal

"Jadi, kalau pembentukan pansus itu tidak terjadi di Banmus, ya harus diterima sebagai suatu fakta kekuatan politik. Memang harus bisa melihat konteksnya," tutup Surokim.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.